RiderTua.com – Hingga bulan lalu penjualan di pasar PHEV mengalami penurunan hingga 10 persen dari bulan sebelumnya. Tapi secara keseluruhan penjualannya moncer lebih dari 400 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
▶Daftar Isi
Makin Banyak Model PHEV yang Dijual di Pasar Roda Empat
Kini pasar mobil PHEV semakin ramai dengan banyaknya model baru yang dijual di Indonesia, meski kebanyakan berupa produknya merek mobil asal China. Tapi setidaknya ini menjadi sesuatu yang bagus, karena dulu penjualan model jenis ini sangat sedikit, bahkan jauh lebih sedikit dari mobil listrik ketika trennya menunjukkan peningkatan. Jelas alasannya karena produk yang ditawarkan sangat terbatas, dan kalaupun ada modelnya banderol yang dipatok bisa melebihi Rp 1 miliar.

Bulan Mei lalu, hanya ada 512 unit mobil PHEV yang terjual, berkurang 10 persen dari penjualan bulan sebelumnya yang tembus 569 unit. Memang ini bukan hasil yang memuaskan, tapi kalau melihat penjualan tahun lalu di periode yang sama, ada kenaikan drastis hingga 416,1 persen. Sebab sepanjang Januari-Mei 2025 hanya ada 504 unit yang terjual, dan di tahun ini sudah tembus 2.601 unit, dan ini sudah menjadi rekor baru bagi pasarnya.
Bahkan di tengah banyaknya mobil hybrid dan listrik yang menguasai pasar roda empat, mobil PHEV masih menjadi pilihan bagi konsumen Indonesia. Model yang ditawarkan juga sangat beragam meski kebanyakan berupa mobil SUV, tapi mobil jenis ini yang paling banyak dicari di pasarnya. Ini bisa terlihat dari daftar penjualannya sepanjang Mei 2026, dengan Chery Tiggo 8 CSH yang masih menjadi model terlaris di pasar PHEV.

Chery Group Makin Mendominasi
Tiggo 8 CSH sukses terjual sebanyak 234 unit, dan hasilnya ini membuatnya unggul jauh dari Tiggo 9 CSH yang hanya mencetak penjualan 77 unit. Bahkan untuk hasil penjualan di bawah 500 unit saja sudah dianggap cukup bagus bagi Chery, apalagi dengan banyaknya rival di pasar PHEV sudah memberikannya keunggulan dari kompetitornya. Seperti Wuling Eksion PHEV yang menjual 65 unit, tapi jelas karena modelnya terbilang baru, dan penjualannya ini melebihi Darion PHEV dengan hasil mencapai 41 unit saja.
Jaecoo J8 SHS hanya terjual 50 unit, sementara J7 SHS terjual tiga unit saja, dan ini sangat jauh berbeda dari J5 EV yang terjual lebih dari 1.000 unit bulan lalu. Kalau dilihat, J5 EV dibanderol lebih murah ketimbang J7 dan J8 SHS, jadi wajar kalau modelnya laris manis bak kacang goreng. Bahkan J5 mampu melebihi penjualan mobil listriknya Chery di periode yang sama.

Ada Merek Jepang?
Selanjutnya ada Geely Starray EM-i dengan 23 unit terjual, dan senasib dengan dua PHEV Jaecoo, penjualannya dikalahkan oleh mobil listrik. EX2 memang cukup laris terjual di segmennya karena dibanderol cukup terjangkau untuk mobil seperti ini, dan modelnya menjadi tulang punggung penjualannya. Tapi mereka masih tetap menjual mobil PHEV pertamanya ini agar pilihan produknya lebih beragam.
Di tengah banyaknya merek China di pasar PHEV, masih ada merek Jepang yang mencetak hasil penjualan di bulan Mei 2026. Yaitu Mazda CX-80 PHEV dengan hasil mencapai 10 unit dan Lexus RX 450+ 9 unit, dan mungkin hasilnya ini jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan. Tapi karena keduanya dijual sebagai mobil mewah, hasil tersebut masih dianggap wajar.

Melihat dari penjualan bulan lalu, Chery Group benar-benar mendominasi pasar mobil PHEV di Indonesia, dengan empat modelnya yang mengisi peringkat 10 besar. Sementara dua mobil Wuling mengisi lima besar, dan keduanya lumayan baru dijual di pasarnya masing-masing tapi sudah bisa mencetak hasil cukup bagus. Lalu sisanya berupa satu model dari masing-masing merek, yaitu Geely, Mazda, dan Lexus.
Mobil PHEV masih menjadi pilihan konsumen Indonesia, dan kebanyakan modelnya berupa mobil SUV. Tapi kini merek seperti Wuling hingga BYD mulai berani membawa mobil MPV PHEV ke sini.






