RiderTua.com – Setelah GIIAS 2026 berakhir, sejumlah produsen sudah mengantongi banyak pesanan dari pengunjung pameran. Tidak sedikit diantaranya berupa merek asal China yang mendapat ratusan pesanan dari konsumennya, dan sebagian besar disumbang oleh model hibrida pertamanya disini.
BJ30 HEV Jadi Incaran Banyak Konsumen
BAIC sudah punya banyak model yang dijual di pasar roda empat, dan sebagian masih berupa mobil bermesin bensin. Namun belakangan ini mereka sudah menghadirkan mobil ramah lingkungannya, baik itu mobil hybrid BJ30 HEV maupun mobil listrik T1. Untuk model yang satu ini memang masih terbilang baru karena diluncurkan di GIIAS 2026 beberapa minggu lalu, dan modelnya sudah disambut baik di segmennya.

Setelah lebih dari setahun dirilis, BJ30 HEV masih menjadi mobil favorit konsumen Indonesia, terbukti dengan ratusan unit dipesan oleh pengunjung GIIAS 2026. Tepatnya 201 unit, hasil ini membawanya sebagai mobil terlaris BAIC selama pameran berlangsung, bahkan menjadi model paling laris ketimbang T1. Memang T1 cukup menarik karena dijual sebagai mobil listrik terbarunya, namun peminat BJ30 HEV masih banyak hingga tahun ini.
T1 sendiri sudah dipesan sebanyak 139 unit, dan memang hasilnya jauh lebih sedikit dari BJ30 HEV, tapi ini sudah membuat BAIC cukup puas. Jelas karena modelnya yang tergolong baru, mereka bisa mengantongi banyak pesanan dari konsumen begitu modelnya diluncurkan beberapa hari lalu. Apalagi kehadirannya sudah dinanti sejak lama mengingat T1 menjadi BEV pertamanya di Indonesia setelah sekian lama berjualan mobil bensin dan hybrid.

Model Lainnya
Sementara model lainnya seperti BJ40 Plus dan X55-II masing-masing hanya mencetak hasil sebanyak 51 dan 16 pesanan saja. Walau begitu, itu juga sudah menyumbang total pemesanan yang didapatnya selama pameran GIIAS, dan BAIC cukup senang dengan mobil pertamanya yang masih dicari banyak orang sampai sekarang. Bahkan di tengah ketatnya persaingan di pasar SUV dalam beberapa tahun terakhir membuat keduanya harus bertahan dari gempuran rivalnya.
Tapi ini membuktikan kalau peminat mobil ramah lingkungan di Indonesia sudah banyak jumlahnya, dan konsumen mulai tertarik dengan berbagai pilihan yang ditawarkan. Walau untuk sekarang mereka belum menawarkan mobil PHEV, setidaknya BJ30 HEV dan T1 bisa menjadi pilihan bagus bagi konsumen yang belum melirik model PHEV. Terlebih harganya yang lumayan terjangkau sudah bisa mendapat berbagai keunggulan, dari kelengkapan fitur sampai performanya.

T1 Jadi Sorotan
Sebagai mobil listrik pertamanya, tidak mengherankan mengapa T1 menjadi model yang menjadi sorotan di GIIAS 2026. Selain modelnya berupa ‘hatchback bergaya SUV,’ T1 punya berbagai keunggulan yang dimilikinya untuk menantang rival di segmennya, baik itu Geely EX2 maupun Chery Q. BAIC tahu dengan merilis model BEV pertamanya ini artinya mereka harus siap menghadapi ketatnya persaingan di pasarnya.
Sebab kini pasar mobil listrik semakin ramai dengan banyaknya model anyar yang dirilis, dan sebagian besar berupa produk dari merek asal China. Sementara model yang dibawanya ini sebenarnya berupa produk dari Arcfox, salah satu sub-brand yang dipegangnya, tapi mereka membawanya ke Indonesia sebagai produknya sendiri. Itu sudah menjadi bagian dari strateginya dalam memperluas lini produk yang ditawarkannya kepada konsumen, itupun kalau mereka harus membawa model dari sub-brand-nya sendiri.

Walau Arcfox batal hadir di Indonesia, setidaknya kini BAIC punya model untuk menghadang kompetitor senegaranya di pasar BEV. Mereka juga siap menghadapi ketatnya persaingan berbekal model barunya ini, apalagi mereka sudah punya rencana untuk membawa model ramah lingkungan lainnya. Entah itu model BEV seperti T1 atau mobil PHEV, pasar roda empat harus bersiap menyambut kehadiran model dari merek asal China tersebut.
Sementara BJ30 HEV menjadi salah satu mobil hybrid dari merek Negeri Tirai Bambu yang masuk ke dalam pasar mobil ramah lingkungan paling ketat disini. Bagaimana tidak, BJ30 harus berhadapan dengan banyak merek asal Jepang yang mengisi pasar HEV.












