Home MotoGP MotoGP 2027 Tetap Pakai Dua Motor, KTM Tolak Aturan Baru

    MotoGP 2027 Tetap Pakai Dua Motor, KTM Tolak Aturan Baru

    Garasi KTM - MotoGP
    Garasi KTM - MotoGP

    RiderTua.com – KTM ngubah arah MotoGP 2027: Usulan satu motor di MotoGP 2027 akhirnya resmi gagal… Format dua motor masih bakal nemenin para pembalap MotoGP pas era mesin 850cc dimulai pada 2027 nanti. Usulan pangkas jadi satu motor per pembalap nggak dapet dukungan penuh dari para pabrikan, apalagi setelah KTM berubah sikap..! Selain urusan kerusakan motor dan balapan flag-to-flag, penghematan biaya yang diharapkan juga dinilai belum sebanding sama kerumitan penerapannya.

    Rencana besar MotoGP untuk memangkas jumlah motor yang digunakan setiap pembalap pada musim 2027 akhirnya kehilangan momentum. Usulan yang sempat mendapat dukungan dari Aprilia dan Ducati tersebut dilaporkan tak bisa dilanjutkan setelah KTM menarik dukungannya.

    Daftar Isi

    Aturan Satu Motor MotoGP 2027 Batal, Ini Alasan KTM Menolak

    Dani Pedrosa - Pit Box KTM
    Dani Pedrosa – Pit Box KTM

    Dengan begitu, format yang selama ini berlaku akan tetap dipertahankan. Pembalap MotoGP masih akan memiliki akses terhadap dua motor ketika era baru dengan mesin 850cc dimulai pada 2027.

    Keputusan tersebut muncul dalam rangkaian pembahasan Manufacturers’ Association (MSMA) pada akhir pekan MotoGP Inggris di Silverstone. Menurut laporan media Spanyol El Periódico, keberatan KTM membuat para pabrikan gagal capai kesepakatan bulat yang diperlukan untuk ngerubah regulasi sebesar itu.

    Menariknya, persoalan ini awalnya terlihat seperti langkah sederhana untuk menekan biaya. Namun, ketika rincian penerapannya mulai dibahas, muncul sejumlah persoalan yang justru membuat aturan satu motor semakin sulit diterapkan.

    KTM Mengubah Sikap, Kesepakatan Pabrikan Terhenti

    Usulan satu motor per pembalap sejak awal dikaitkan dengan upaya ngurangin pengeluaran tim jelang perubahan teknis besar MotoGP pada 2027.

    Aprilia dan Ducati dilaporkan ngedukung gagasan tersebut. KTM, Honda, dan Yamaha juga sempat dianggap memiliki peluang untuk ikut menyetujui rencana itu. Bahkan, Aprilia dan Ducati disebut hampir berhasil meyakinkan para pabrikan lain untuk memberikan dukungan.

    Namun, situasinya kemudian berubah… KTM yang sebelumnya terlihat terbuka terhadap gagasan tersebut akhirnya menarik dukungannya. Sementara itu, Honda dan Yamaha disebut masih belum menentukan sikap secara tegas selama proses pembahasan berlangsung.

    Masalahnya bukan hanya soal jumlah motor yang tersedia di garasi. Ketika aturan tersebut diuji dari sisi operasional, sejumlah skenario dalam akhir pekan balapan justru jadi rumit.

    KTM Pit box MotoGP
    KTM Pit box MotoGP

    Satu Motor Bisa Menjadi Masalah Saat Pembalap Terjatuh

    Salah satu persoalan terbesar muncul ketika pembalap ngalamin insiden dalam sebuah sesi… Dengan hanya satu motor yang tersedia, pembalap harus menunggu sampai motor tersebut selesai diperbaiki sebelum bisa kembali ke lintasan. Jika kerusakan membutuhkan waktu cukup lama, pembalap berpotensi kehilangan kesempatan ngikutin satu sesi secara penuh.

    Situasinya bisa terjadi pada sesi latihan, kualifikasi, bahkan balapan… Artinya, penghematan dari pengurangan satu motor harus berhadapan dengan konsekuensi operasional yang cukup besar. Tim tetap harus memiliki kemampuan untuk memperbaiki motor dalam waktu singkat, sementara pembalap tak memiliki motor kedua yang bisa langsung digunakan.

    Karena itulah, diskusi mengenai aturan tersebut kemudian tak lagi sesederhana persoalan pengurangan biaya.

    Balapan Flag-to-Flag Menjadi Kendala Lain

    Persoalan berikutnya muncul dalam balapan dengan kondisi lintasan yang berubah.

    Dalam situasi flag-to-flag, pembalap biasanya masuk ke pit lane untuk ganti motor ketika kondisi lintasan berubah dan membutuhkan jenis ban atau pengaturan berbeda. Format tersebut jadi jauh lebih sulit dilakukan jika setiap pembalap hanya memiliki satu motor yang tersedia.

    Tanpa motor kedua yang sudah siap di garasi, prosedur pergantian motor tak bisa dilakukan seperti format yang berlaku sekarang.

    Kondisi tersebut jadi salah satu alasan mengapa penerapan aturan satu motor dinilai memiliki tantangan teknis yang cukup besar. Bukan hanya tim yang harus menyesuaikan diri, tetapi juga prosedur balapan yang sudah berjalan dalam kondisi tertentu.

    Marc Marquez - Honda - Flag to Flag Strategy
    Marc Marquez – Honda – Flag to Flag Strategy

    Penghematan Biaya Juga Dipertanyakan

    Menariknya, persoalan lain justru menyentuh alasan utama di balik proposal tersebut: penghematan… Sekalipun hanya satu motor lengkap yang disediakan untuk pembalap, tim tetap membutuhkan persediaan komponen cadangan dalam jumlah cukup untuk memperbaiki motor yang ngalami kerusakan.

    Artinya, pengurangan satu motor tak otomatis hilangkan kebutuhan terhadap komponen tambahan.

    Dari sini muncul pertanyaan mengenai seberapa besar penghematan yang benar-benar bisa diperoleh. Jika tim tetap harus membawa banyak komponen untuk membangun kembali bagian motor yang rusak, manfaat finansial dari aturan satu motor jadi tak lagi sesederhana yang dibayangkan.

    Sempat muncul pula jalan tengah dengan memperbolehkan motor cadangan mulai sesi kualifikasi. Namun, opsi tersebut juga dinilai terlalu rumit untuk selesaikan persoalan yang sejak awal muncul akibat aturan satu motor.

    Ada Dampak pada Pengembangan Motor 2027

    Di balik pembahasan biaya, terdapat pula persoalan lain yang berkaitan dengan pengembangan motor.

    Sumber yang sama menyebutkan bahwa meskipun belum ada catatan waktu resmi yang dirilis, pengujian tertutup motor MotoGP 850cc dengan ban Pirelli dilaporkan menunjukkan bahwa Ducati dan Aprilia masih kompetitif jelang musim 2027.

    Semua pabrikan akan memasuki era baru tersebut dengan peringkat konsesi yang sama. Dalam kondisi seperti itu, penggunaan dua motor memberikan kesempatan lebih besar bagi tim untuk membandingkan komponen dan pengaturan secara langsung selama sesi latihan.

    Dengan dua motor, pembalap dan tim dapat menguji komponen baru, paket aerodinamika, maupun set-up yang berbeda secara berdekatan. Jika hanya satu motor tersedia, ruang untuk melakukan perbandingan langsung tersebut akan berkurang dan proses pengembangan berpotensi jadi lebih lambat.

    Hal inilah yang membuat posisi Ducati dan Aprilia terhadap proposal tersebut turut jadi perhatian.

    Carmelo Ezpeleta - MotoGP 2027
    Carmelo Ezpeleta – MotoGP 2027

    Ezpeleta Tegaskan Arti Kesepakatan Bulat

    Perselisihan mengenai proposal ini juga menyentuh persoalan tentang bagaimana kesepakatan MSMA harus ditafsirkan.

    Menurut laporan yang dikutip sumber, sempat muncul argumen dari sebagian eksekutif MSMA bahwa keputusan 4-1 bisa dianggap cukup untuk menetapkan kesepakatan bulat.

    Namun, CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta dilaporkan menolak tafsiran tersebut. Ia menegaskan bahwa kesepakatan bulat berarti seluruh pihak harus menyetujuinya.

    “Kesepakatan bulat berarti tidak boleh ada perbedaan pendapat. Lima dari lima pabrikan harus setuju.”

    Dengan posisi tersebut, penolakan KTM jadi sangat menentukan. Tanpa dukungan seluruh pabrikan, proposal satu motor tak memenuhi syarat untuk melangkah ke tahap berikutnya.

    Garasi KTM MotoGP, KTM Tolak Aturan Baru
    Garasi KTM MotoGP

    Dua Motor Tetap Menjadi Format MotoGP 2027

    Pada akhirnya, rencana ngerubah MotoGP jadi kejuaraan dengan satu motor per pembalap untuk musim 2027 tampaknya harus disimpan.

    Aprilia dan Ducati tetap ngedukung gagasan tersebut, sementara KTM berubah sikap dan Honda serta Yamaha disebut masih belum sepenuhnya berkomitmen. Di sisi lain, berbagai persoalan operasional membuat proposal itu semakin sulit dipertahankan.

    MotoGP pun bakal ngerasain era mesin 850cc pada 2027 tanpa adanya perubahan itu, setidaknya dari hasil pembahasan yang dilaporkan dari Silverstone. Buat saat ini, satu hal makin jelas: dua motor tetap jadi bagian dari format MotoGP pas regulasi teknis baru mulai berlaku.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini