RiderTua.com – Penurunan penjualan di pasar mobil Indonesia bulan Mei 2026 ternyata ikut merembet ke pasar BEV. Malah penurunannya jauh lebih parah lagi, karena penjualannya turun hingga 37,34 persen dalam sebulan!
Mobil BEV Menurun Penjualannya Gara-gara Ini
Sejauh ini mobil listrik masih menjadi jenis mobil ramah lingkungan yang dicari konsumen Indonesia sampai sekarang. Tapi bulan lalu hanya ada 9.290 unit mobil yang terjual, turun 37,34 persen dari bulan April 2026 yang tembus 14.825 unit, dan selisihnya yang cukup besar ini memperlihatkan seberapa parahnya kondisi pasar roda empat bulan lalu. Jadi tidak hanya penjualan secara keseluruhan yang menurun, tetapi juga segmen lainnya ikut terdampak.

Hasil yang didapat ini menjadi hasil terendah untuk tahun 2026, dan jelas itu sudah menjadi alarm bagi produsen yang menjual mobil jenis ini di Indonesia. Sebab kondisi pasar roda empat sudah dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan nilai tukar mata uang yang semrawut. Jelas produsen tidak bisa menghindarinya begitu saja, dan harus menghadapi kenyataan pahit dimana penjualan mobil listriknya menurun drastis.
Meski di tengah situasi yang cukup sulit ini, Jaecoo J5 EV masih menjadi mobil listrik terlaris bulan Mei 2026 dengan 2.943 unit terjual. Hasil yang didapatnya membuatnya unggul jauh dari kompetitornya di pasar BEV, bisa terlihat dari daftar di bawah ini.
- Jaecoo J5 EV: 2.943 unit
- Geely EX2: 1.395 unit
- Wuling Eksion EV: 535 unit
- MG S5 EV: 354 unit
- Geely EX5: 292 unit
- BYD Sealion 7: 258 unit
- VinFast VF3: 250 unit
- Chery J6 dan J6T: 237 unit
- XPeng G6: 232 unit
- Denza D9: 210 unit
- Wuling Darion EV: 200 unit
- BYD M6: 197 unit
- Hyundai Ioniq 5: 195 unit
- GAC Aion V: 187 unit
- BYD Atto 3: 174 unit
- MG 4 EV: 160 unit
- BYD E6: 129 unit
- GAC Aion UT: 119 unit
- Wuling Mitra EV: 114 unit
- Polytron G3 dan G3+: 105 unit

Dimana Atto 1?
BYD yang biasanya menempati posisi lima besar kini terlempar oleh mobil listriknya Geely, Wuling, dan MG Motor. Justru Sealion 7 yang menjadi mobil terlarisnya meski hanya terjual 258 unit saja, kemudian M6 197 unit, Atto 3 174 unit, dan E6 (M6 versi komersial) 129 unit. Sementara Atto 1 tidak terlihat sama sekali, dan model hatchback mungil ini sudah terlempar dari peringkat 20 besar karena hanya terjual 28 unit.
Penjualan yang didapat E6 ini masih lebih tinggi dari rivalnya, Wuling Mitra EV, yang terjual sebanyak 114 unit. Tidak biasanya salah satu mobil MG masuk ke dalam daftar lima besar penjualan, karena biasanya mobilnya hanya terjual puluhan atau ratusan unit. Tapi dengan penjualan di pasar mobil listrik yang menurun drastis, jelas MG bisa masuk ke dalam daftar dengan mudah, apalagi modelnya berupa salah satu mobil terbarunya tahun ini.

Persaingan Ketat
Hingga kini Jaecoo masih bisa menahan gempuran kompetitornya di pasar BEV meski hanya mengandalkan satu model saja. Jelas lawannya J5 EV di segmennya lumayan banyak dan sebagian besar datang dari China, yang artinya Jaecoo harus menggempur merek senegaranya. Tapi jelas mereka pantang mundur dan selalu siap melawan balik agar mempertahankan posisi teratasnya dari rivalnya.
Nampaknya pangsa pasar mobil listrik BYD di Indonesia terancam direbut oleh Jaecoo hingga Geely yang sudah mencetak hasil lebih bagus. Tapi karena produknya lebih beragam, mungkin mereka masih bisa bertahan, setidaknya kalau kondisi pasarnya cukup kondusif. Dengan kondisi yang tidak menentu ini, bisa-bisa BYD nggak bertahan lama di posisi puncak dan berpotensi tergusur rivalnya.

Dari beberapa model yang dijual, XPeng G6 menjadi BEV mewah terlaris, bahkan mampu mengungguli Denza D9. Tapi karena dijual di pasar yang berbeda, jelas G6 belum bisa menyaingi D9, sementra X9 yang menjadi rival sepadannya D9 lenyap entah kemana. Menariknya, hanya kedua model premium ini saja yang masuk ke dalam daftar penjualan mobil listrik bulan lalu.





