RiderTua.com – Marc Marquez akui dirinya nyaris menguras seluruh tenaganya saat memenangi balapan utama MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park. Pembalap Ducati itu bahkan menyebut duel melawan Pedro Acosta menjadi salah satu momen yang paling menguras tenaga sepanjang balapan…!
Kemenangan GP Hungaria merupakan hasil yang sangat penting bagi Marquez. Selain meraih kemenangan ke-100 di ajang Kejuaraan Dunia Balap Motor, ia juga memangkas selisih poin dengan pemimpin klasemen sementara Marco Bezzecchi hingga 30 poin dalam satu akhir pekan.
▶Daftar Isi
Marc Marquez Akui Kehabisan Energi Saat Duel Lawan Acosta
Setelah seri Hungaria, keunggulan Bezzecchi atas Marquez kini tersisa 72 poin menjelang balapan berikutnya di Brno dan Assen. Meski berhasil meraih kemenangan ke-74 di kelas MotoGP, Marquez akui kondisinya belum sepenuhnya kembali ke level terbaiknya. “Saya masih merasa jauh dari level yang biasanya saya miliki, tetapi saya tetap cepat,” kata kakak Alex Marquez itu.

Rider asal Cervera itu juga mengungkapkan bahwa fisiknya sudah berada di batas kemampuan saat balapan berlangsung. “Bahu saya terasa benar-benar kosong, energinya habis. Manuver terhadap Pedro Acosta menghabiskan banyak energi. Setelah berhasil menyalipnya, saya menekan sangat keras selama dua lap. Setelah itu saya melihat lagi layar informasi dan ternyata masih ada sepuluh lap yang harus dijalani,” ujarnya.
Tidak Bicara Gelar Dulu..Mau Lebih Santai
Meski hasil di Balaton Park membuatnya kembali mendekat dalam persaingan klasemen, Marquez menilai perebutan gelar juara dunia masih terlalu panjang untuk dibicarakan secara serius saat ini. “Musim masih sangat panjang. Sebenarnya kami juga belum berada dalam kondisi untuk membidik dan memperjuangkan gelar juara dunia. Mungkin di Balaton iya, tetapi di Mugello saya tertinggal sepuluh detik. Saya harus lebih dulu mencapai 100 persen kemampuan baru saya. Setelah itu saya akan memahami bagaimana situasinya. Tetapi saya ada di sini untuk bertarung,” jelasnya.
Marquez juga berujar bahwa saat ini melakukan pendekatan yang berbeda sebagai sorang pembalap tidak ‘ngoyo‘ (maksa)… “Saya juga ingin menikmatinya. Sepanjang karier, saya selalu memberi tekanan yang sangat besar kepada diri sendiri. Bukan dari orang-orang di sekitar saya, tetapi dari diri saya sendiri. Sekarang saya ingin menjalaninya dengan lebih santai. Saya ingin lebih rileks, dengan intensitas yang sama, tetapi lebih santai. Di Mugello kami finis ketujuh dan kami merayakan posisi ketujuh itu,” tutur Marquez.

Saat ditanya tentang duel dengan Pedro Acosta dalam perebutan kemenangan, Marquez menjawab dengan senyum… “Ketika seorang petarung bertemu petarung lainnya, biasanya memang seperti itu. Tetapi selalu ada ruang yang cukup. Di sini sangat mudah melebar keluar lintasan. Kami selalu saling memberi ruang yang dibutuhkan. Duel itu berlangsung selama dua lap dan itu menyenangkan.”
1 Lap Lagi Hasilnya..?
Marquez kemudian menambahkan komentar bernada bercanda mengenai duel tersebut. “Untung hanya dua lap. Kalau sampai ada lap ketiga (tambah satu lap lagi), mungkin salah satu dari kami tak akan keluar dari situasi itu dengan baik,”..mungkin salah satu akan ndlosor.. karena akan nekat..🤭

BTW, Kemenangan di Balaton Park membuat Marc Marquez memangkas selisih poin dengan Marco Bezzecchi menjadi 72 poin. Namun, pembalap Ducati itu menegaskan dirinya masih belum berada di level terbaik dan memilih fokus untuk terus berkembang, sambil yang utama adalah menikmati persaingan yang masih panjang hingga akhir musim… (rt)
Aksi ‘Pertarungan Gila’ Marc Marquez yang Menyisakan Kelelahan Luar Biasa






