RiderTua.com – Di pasar maxi scooter Eropa, Zontes 368D dan Honda Forza 350 menjadi dua pilihan menarik bagi rider yang menginginkan skutik premium untuk commuting maupun touring ringan. Keduanya menawarkan performa besar, fitur modern, dan kenyamanan tinggi, tetapi pendekatan karakter serta positioning produknya cukup berbeda.
Secara konsep, 368D lebih fokus pada teknologi melimpah dan desain futuristis dengan value tinggi khas motor China modern, sementara Forza 350 mengutamakan refinement, kenyamanan premium, dan kualitas berkendara matang khas Honda.
▶Daftar Isi
Zontes 368D: Maxi Scooter Futuristis dengan Fitur Sangat Lengkap

Zontes 368D memakai mesin 1 silinder 368cc DOHC pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 38,7 hp pada 7.500 rpm dan torsi 40 Nm pada 6.000 rpm. Mesin ini memberikan performa cukup kuat untuk penggunaan harian maupun touring kecepatan tinggi di jalan Eropa.
Karakter mesinnya terasa responsif dengan akselerasi menengah yang cukup agresif. Dibanding Forza 350, feel mesinnya terasa sedikit lebih sporty dan eksplosif. Desain menjadi salah satu daya tarik terbesar. Zontes tampil sangat futuristis dengan garis bodi tajam, lampu LED agresif, dan aura high-tech khas skutik China generasi baru.

Fitur yang ditawarkan juga sangat melimpah seperti layar TFT besar, kamera bawaan, keyless system, electric windscreen, tire pressure monitoring, heated grips, traction control, hingga konektivitas smartphone.
Handling motor ini terasa cukup sporty untuk ukuran maxi scooter. Chassis dan suspensi dibuat agar tetap stabil saat cornering cepat maupun touring. Posisi riding tetap nyaman dengan ergonomi santai dan dek kaki luas untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Keunggulan terbesar 368D ada pada value dan fitur premium yang sangat banyak dibanding rival Jepang di harga serupa. Namun dibanding Honda, refinement mesin dan reputasi reliability jangka panjangnya masih menjadi pertanyaan sebagian rider Eropa.
Honda Forza 350: Maxi Scooter Premium dengan Refinement Tinggi

Honda Forza 350 memakai mesin 1 silinder 330cc eSP+ SOHC 4-katup pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 28,8 hp pada 7.500 rpm dan torsi 31,5 Nm pada 5.250 rpm. Walau lebih kecil dari Zontes, karakter mesinnya sangat halus dan efisien.
Akselerasinya terasa smooth dengan delivery tenaga linear khas Honda. Untuk penggunaan touring maupun commuting harian, mesin Forza terasa sangat nyaman dan refined.
Dari sisi desain, Forza 350 tampil elegan dan premium dengan garis bodi aerodynamic yang lebih clean dibanding Zontes yang agresif. Handling menjadi salah satu kekuatan utamanya. Forza terasa stabil, ringan dikendalikan, dan sangat nyaman untuk perjalanan jauh maupun lalu lintas perkotaan.

Suspensinya fokus pada kenyamanan tanpa kehilangan stabilitas saat kecepatan tinggi. Posisi riding juga sangat rileks untuk penggunaan harian maupun touring. Fitur modern seperti electric windscreen, Honda Smart Key, traction control HSTC, USB-C charger, dan panel digital modern membuatnya tetap kompetitif di kelas premium.
Keunggulan terbesar Forza 350 ada pada refinement keseluruhan. Mesin minim getaran, build quality sangat matang, dan kualitas riding feel-nya terasa sangat premium. Selain itu, jaringan servis Honda dan resale value di Eropa juga jauh lebih kuat dibanding banyak rival baru dari China.
Namun dibanding Zontes 368D, fitur teknologi dan performa mentahnya terasa tidak se-wow rival tersebut. Desainnya juga lebih mainstream dibanding pendekatan futuristis Zontes.
| Aspek | Zontes 368D | Honda Forza 350 |
|---|---|---|
| Konsep | Maxi scooter futuristis dengan fitur melimpah dan value tinggi khas motor China modern | Maxi scooter premium dengan fokus kenyamanan, refinement, dan kualitas berkendara matang |
| Mesin | 1 silinder 368cc DOHC pendingin cairan | 1 silinder 330cc eSP+ SOHC 4-katup pendingin cairan |
| Tenaga | 38,7 hp pada 7.500 rpm | 28,8 hp pada 7.500 rpm |
| Torsi | 40 Nm pada 6.000 rpm | 31,5 Nm pada 5.250 rpm |
| Bobot | 175 kg | 186 kg |
| Tangki | 12 liter | 11,7 liter |
| Pengereman | Cakram 276 mm (depan) & Cakram 240 mm (belakang) + ABS 2-Channel | Cakram 256 mm (depan) & Cakram 240 mm (belakang) + ABS 2-Channel |
| Suspensi | Upside-down (depan) & Double-shock (belakang) | Teleskopik (depan) & Double-shock (belakang) |
| Fitur | Panel TFT besar, kamera bawaan, TPMS, heated grips, electric windscreen, konektivitas smartphone | Panel TFT, electric windscreen, Honda Smart Key, HSTC, USB-C charger |
| Keunggulan | Fitur premium sangat lengkap dengan performa besar | Refinement tinggi, build quality matang, dan resale value kuat |
| Kekurangan | Reliability jangka panjang masih jadi pertanyaan sebagian rider | Fitur dan performa terasa tidak se-wow rivalnya |







