RiderTua.com – Salam gaspol buat pembaca setia RiderTua, penjualan di pasar mobil bulan lalu tidak mencatatkan hasil yang bagus dengan penurunan yang cukup drastis dari bulan sebelumnya. Tidak sampai disitu, hasil ekspornya juga disebut mengalami penurunan, itupun dengan alasan yang sama.
Hasil Ekspor Model CBU Menurun 20 Persen
Ekspor mobil biasanya menjadi andalan produsen otomotif di Indonesia kalau terjadi penurunan penjualan di pasar dalam negeri. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, dimana hasil ekspornya, baik model CBU (completely built-up) maupun CKD (completely knock down) mengalami penurunan. Untuk ekspor unit CBU, penurunannya mencapai 20 persen, jadi dari 46.585 unit yang dikirim bulan Februari menjadi 36.867 unit di bulan Maret.

Yang paling parah yaitu ekspor mobil CKD dengan penurunan hingga 36,2 persen, dari 7.898 unit menjadi 5.038 unit. Kalau membandingkannya dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama, ekspor CBU masih mengalami penurunan 7,5 persen, tapi ekspor CKD justru meningkat 10,4 persen. Ini sudah menjadi hasil yang bagus di tengah penurunan penjualan yang terjadi di pasar roda empat.
Toyota masih memimpin ekspor dari Indonesia dengan 12.870 unit mobil CBU yang dikirim sepanjang bulan lalu, disusul Daihatsu dan Mitsubishi sebanyak 9.916 unit dan 9.057 unit. Sementara untuk ekspor unit CKD dipimpin oleh Mitsubishi dengan 3.364 set unit, Suzuki 888 set unit, dan Hyundai 720 set unit. Bahkan untuk ekspor unit CBU dan penjualan di dalam negeri masih dipimpin oleh Toyota.

Penyebab yang Sama
Tentunya semua ini diakibatkan oleh penyebab yang sama, yaitu adanya libur Lebaran mempengaruhi hasil penjualan dan ekspor mobil yang didapatnya. Meskipun begitu, merek seperti Toyota hingga Daihatsu masih bisa mempertahankan hasil yang cukup memuaskan pada bulan lalu. Memang hasilnya menurun dari yang diperkirakan, tapi mereka bisa meningkatkannya lebih jauh lagi di bulan selanjutnya.

Toyota biasanya mengekspor mobil SUV, baik itu Fortuner maupun Rush, tapi mereka juga mengirim mobil lainnya seperti Kijang Innova hingga Yaris. Sementara Daihatsu kebanyakan memproduksi Gran Max dan kembarannya dari Toyota maupun Mazda.






