RiderTua.com – Pembaca setia RiderTua, Pecco Bagnaia menjalani musim terberatnya di MotoGP musim lalu. Sepanjang musim rider Ducati Lenovo itu kesulitan menemukan feel yang baik pada GP25 tunggangannya. Dia juga mengeluh tidak bisa mengerem seperti dulu, dimana pengereman adalah kekuatan terbesar Pecco selama ini. Meski memenangkan 3 race utama, namun rider berusia 29 tahun itu hanya menempati peringkat 5 dalam klasemen.
Saat menjalani tes Sepang pekan lalu, Pecco terlihat cukup nyaman dengan Desmosedici GP26 miliknya. Bahkan dalam simulasi sprint race, dia lebih cepat dari Marc Marquez dan hanya sedikit lebih lambat dari Alex Marquez. Dalam time sheet gabungan, Pecco menempati posisi ke-4 tertinggal 0,527 detik dari waktu terceoat yang dicetak Alex Marquez.
Pecco Bagnaia ke Aprilia? Yang Dikatakan Jorge Lorenzo Benar, yang Diingat Hanya Balapan Terakhir

Sayang beribu sayang, kursi Pecco Bagnaia di tim pabrikan Ducati tampaknya tidak lagi aman. Rumornya, Ducati telah melakukan kesepakatan dengan Pedro Acosta yang akan menggantikannya untuk 2027. Jika rumor ini benar, ini artinya Pecco tidak akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa musim 2025 hanyalah ‘anomali’.
“Kami masih berbicara. Tetapi jelas bahwa musim seperti tahun lalu dapat menempatkan kita di sisi yang salah (dalam negosiasi kontrak). Tetapi kami masih bernegosiasi. Saya memiliki banyak peluang dan kita hanya perlu memutuskan,” ungkap rider asal Turin Italia itu.

Di sisi lain, Francesco Bagnaia dipandang sebagai target potensial untuk Aprilia yang kemungkinan besar akan kehilangan Jorge Martin yang kabarnya akan pindah ke Yamaha untuk 2027.
Pecco tak menampik bahwa ‘waktu’ adalah segalanya di MotoGP. “Ya begitulah adanya. Kita hidup di dunia yang selalu serba cepat. Jadi, kita harus cepat. Yang dikatakan Jorge Lorenzo, benar. Bahwa yang selalu diingat karena balapan terakhir yang kita ikuti. Jadi, wajar jika seperti ini. Memang seperti ini. Tentu saja dalam 3 atau 4 tahun terakhir, kontrak diputuskan jauh lebih awal. Tapi memang seperti ini. Dan jujur saja, saya pikir itu benar,” pungkas Pecco soal kesepakatan kontrak yang diteken bahkan sebelum musim dimulai.

Jika Pecco benar-benar didepak Ducati tahun depan, ini artinya perjuangannya meraih juara dunia MotoGP untuk Ducati selama 2 tahun dan mengakhiri paceklik gelar bagi pabrikan asal Borgo Panigale itu setelah 15 tahun, tidak diapresiasi. Jadi benar, dunia memang kejam!









Bukan ndak diapresiasi, bukan kejam. Tapi kita selalu berpikir nostalgic terhadap kebaikan diri kita sendiri. Berprestasi sekali, maunya diapresiasi selamanya seterusnya. Ketika jurdu Pecco pasti sudah panen bonus. Namanya juga nempel di tower of champs sampai kiamat. Itu sudah apresiasi. Tapi silly season yg liar bergulir bahkan sebelum musim dimulai, itulah yg kejam. Asosiasi rider dan Dorna-Liberty kudu bikin aturan ttg ini.