RiderTua.com – Penjualan di pasar roda empat di Indonesia masih cukup bagus, dengan Toyota masih memimpin pasarnya hingga bulan lalu. Tapi untuk penjualan dari produsen mobil asal China, jelas ada satu merek yang mengungguli kompetitor senegaranya tersebut.
▶Daftar Isi
Jaecoo dan Geely Masih Bersaing Ketat
Yang namanya BYD jelas merek asal China ini sudah nggak bisa diragukan lagi kalau membahas penjualannya. Bagaimana tidak, dengan lini produk yang ditawarkannya mereka sudah memegang pangsa pasar mobil listrik tertinggi di Indonesia, dan ini menjadi pencapaian yang cukup bagus baginya. Apalagi lini produk yang ditawarkan begitu lengkap, dengan Atto 1 dan M6 yang paling laris terjual di segmennya masing-masing.

Sepanjang periode Januari-Agustus 2026, BYD sukses menjual 37.696 unit mobil, dan ini menjadi hasil yang cukup memuaskan baginya. Sebab selama periode tersebut mereka dihadapkan dengan situasi cukup sulit, dimana penjualannya sempat anjlok di bulan Mei akibat proses transisi ke produksi lokal. Akibatnya mobil terlarisnya berupa Atto 1 hanya terjual puluhan unit saja, dan hasil tersebut menjadi yang paling rendah selama dua tahun di Indonesia.
Namun sebulan setelahnya mereka bisa memulihkan penjualan yang didapatnya meski masih harus menghabiskan stok impornya. Dengan total 37 ribu unit yang terjual, mereka ubisa unggul dari rivalnya, yaitu Jaecoo dan Geely, yang hanya menjual 23 ribu unit dan 12 ribu unit saja. Kebetulan Jaecoo merupakan salah satu sub-brand yang dipegang Chery, tapi penjualannya masih jauh di bawah Jaecoo.
- BYD: 37.696 unit
- Jaecoo: 23.834 unit
- Geely: 12.510 unit
- Wuling: 11.375 unit
- Chery: 7.867 unit
- GAC Aion: 5.034 unit
- Morris Garage (MG) Motor: 3.075 unit
- Denza: 3.001 unit
- XPeng: 2.291 unit
- Jetour: 2.198 unit
- GWM: 1.670 unit
- FAW: 991 unit
- DFSK: 879 unit
- Aletra: 546 unit
- BAIC: 545 unit

Hanya Andalkan 3 Model
Hasil yang didapat Jaecoo ini cukup mengesankan karena mereka hanya menjual tiga model saja, yaitu J5 EV, J7 SHS, dan J8 SHS. Bahkan J5 EV yang menyumbang sebagian besar penjualannya selama ini, dan itu sudah menjadi hasil yang begitu bagus mengingat hanya satu modelnya yang menjadi tulang punggung penjualannya. Terlebih J5 EV menjadi salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia semakin membuat nama Jaecoo dikenal oleh banyak orang.
Meski mendapat perlawanan dari Chery hingga Wuling, Geely mampu mencetak hasil penjualan yang memuaskan, dengan 12 ribu unit terjual. Walau itu belum cukup untuk membuatnya mengejar BYD dan Jaecoo, setidaknya ini cukup untuk membuktikan kalau mereka dapat mencetak hasil yang bagus dari lini produknya. Model yang disediakan cukup beragam, dengan hatchback EX2 menjadi tulang punggung penjualannya.

Banyak Merek, Persaingan Makin Ketat?
Wuling yang sudah hadir duluan di Indonesia sejak absennya merek asal China selama beberapa tahun hanya mengantongi 11 ribu unit. Kalau melihat dari lini produknya, sebagian besar diisi oleh mobil ramah lingkungan, baik itu hybrid, PHEV, maupun listrik, dengan mobil BEV-nya yang paling laris terjual. Aira EV menjadi model BEV terbaru yang dirilis, dan diharapkan kehadirannya mampu mencetak hasil penjualan lebih tinggi lagi.
Chery malah kalah laris dari sub-brand-nya sendiri dengan 7,8 ribu unit terjual, padahal lini produk yang ditawarkan jauh lebih banyak ketimbang Jaecoo. Mungkin karena persaingan di pasar SUV sendiri yang lumayan lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya dengan banyaknya merek senegaranya yang mengisi pasarnya. Belum lagi dengan model ramah lingkungan yang dibanderol lebih terjangkau mulai membuat posisinya terancam.

Kalau dilihat, sebagian besar merek asal China ini menjual mobil SUV, termasuk mobil listrik yang cukup populer di pasar roda empat. Bahkan dengan semua model yang ditawarkan di pasarnya, J5 EV menjadi model yang paling difavoritkan konsumen hingga Agustus 2026. Walau Atto 1 mulai mengejar ketertinggalannya belakangan ini setelah memulihkan penjualannya.












