RiderTua.com – Massimo Rivola tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai Aprilia menyapu bersih podium baik dalam sprint race maupun grand prix di Silverstone. Dalam sprint 10 lap, Jorge Martin menang di depan Ai Ogura dan Marco Bezzecchi. Kemudian dalam race utama 20 lap, giliran pembalap Trackhouse Racing yakni Raul Fernandez yang menang di depan dua pembalap tim pabrikan Martin dan Bezzecchi.
“Saya sangat senang untuk Trackhouse dan juga Justin Marks (pemilik tim). Saya senang melihatnya naik podium saat perayaan kemenangan, karena dia jarang menghadiri balapan. Saya juga senang untuk Raul, karena sayalah yang menginginkan dia bergabung dengan Aprilia,” ujar Rivola sambil tersenyum.
Massimo Rivola: Sayalah yang Menginginkan Raul Fernandez Bergabung dengan Aprilia

Massimo Rivola menambahkan, “Bahagia rasanya bisa mencetak sejarah bagi diri kami sendiri. Ini adalah balapan akhir pekan pertama, di mana hanya pembalap Aprilia yang naik podium pada kedua hari tersebut. Tentu saja, kami tahu lintasan ini sangat cocok untuk kami. Secara historis, kami selalu tampil kompetitif di sini.”
Mengapa sirkuit Silverstone begitu cocok dengan RS-GP? “Terutama karena tikungan-tikungan berkecepatan tinggi. Saya rasa berkat aerodinamika kami, kami punya keunggulan di sana. Semakin cepat tikungannya, semakin baik performa kami,” jawab CEO Aprilia itu.
Sebelumnya, Aprilia tampil gemilang pada balapan kandangnya di Mugello pada akhir Mei lalu. Mereka sukses dua kali finis di posisi 1 dan 2 serta membukukan rekor kecepatan tertinggi (top speed) 368,6 km/jam oleh Jorge Martin serta rekor waktu putaran tercepat (all-time lap record) 1:43,921 menit oleh Marco Bezzecchi.
Namun setelah itu, Aprilia sempat mengalami kemunduran performa di GP Hungaria dan Ceko dimana tidak ada satu pun pembalapnya yang naik podium. Dalam dua seri ini, Marc Marquez menunjukkan performa terbaiknya dengan memenangkan 2 grand prix disana. Kemudian mereka kembali bangkit di TT Assen dengan menyapu bersih podium (Ogura, Fernandez, dan Martin). Tapi di Sachsenring, pasukan Rivola tak mampu membendung dominasi Marquez disana. Meski begitu Ogura dan Fernandez berhasil mengamankan posisi ke-2 dan 3 di GP Jerman. Dan di Silverstone, Aprilia kembali berjaya.

“Setelah bulan-bulan yang sulit itu, kami sangat membutuhkan akhir pekan seperti ini,” ujar Rivola.
Apakah kesuksesan di GP Inggris memberikan motivasi tambahan bagi Aprilia untuk menghadapi paruh kedua musim? “Bagaimanapun juga, paruh kedua musim ini akan menjadi tantangan berat. Tentu saja, mengawalinya dengan hasil positif sangatlah membantu. Senang rasanya melihat bagaimana Jorge mampu memanfaatkan gaya balapnya. Selain itu banyak orang tidak menyadari pencapaian Marco pada hari Minggu, padahal dia sempat mengalami kesulitan besar pada pagi harinya,” pungkas Rivola.
Setelah menjalani 12 seri musim 2026, saat ini Aprilia memimpin klasemen konstruktor dengan perolehan 367 poin atau unggul 29 poin atas Ducati. Sementara Martin memimpin klasemen pembalap dengan mengumpulkan 240 poin atau unggul 31 poin atas rekan setimnya sendiri Marco Bezzecchi.













