RiderTua.com – Ternyata EX2 baru saja mendarat di Benua Eropa sejak bulan lalu, dan jelas ini artinya modelnya harus diuji tabrak oleh Euro NCAP. Hasilnya bisa ditebak, dimana hatchback yang dinamai sebagai E2 disana meraih lima bintang dari sejumlah tes yang diberikan.
βΆDaftar Isi
EX2 di Eropa Sudah Dibekali Sejumlah Fitur Lengkap
Geely benar-benar serius dalam menggeluti ekspansi di pasar roda empat di seluruh dunia, jadi tidak hanya fokus di pasar dalam negeri saja. Banyak model yang dijualnya sukses mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan, dari SUV listrik EX5, sampai hatchback listrik EX2 sudah mencuri perhatian konsumen di segmennya masing-masing. Tapi EX2 yang cukup menjanjikan mengingat modelnya menjadi unggulannya bagi penjualan di kampung halamannya.

Setelah dihadirkan di sejumlah negara, ternyata ada satu kawasan yang belum kebagian EX2, yaitu Eropa, tapi Geely menjualnya sebagai E2 saja, seperti namanya ketika dijual di Afrika Selatan. Meski begitu, dari desainnya nggak ada yang berbeda dengan EX2 yang dijual di Indonesia, dimana modelnya tampil begitu elegan nan modern. Apalagi seperti model lainnya yang dijual di negara luar Eropa, E2 tetap mengandalkan sejumlah fitur keselamatan cukup lengkap untuk ukuran mobil listrik seperti ini.
Dengan fitur keselamatan yang dimilikinya, tidak heran kenapa E2 bisa meraih hasil maksimal dari tes tabrak Euro NCAP. Rating lima bintang ini didapat dari hasil tes tabrak untuk melihat seberapa aman mobil dalam memberikan perlindungan bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Termasuk dalam kelengkapan fitur yang dimilikinya, karena ini penting dalam memberikan keamanan bagi pengemudi maupun penumpang setelah tabrakan.

Mobil BEV yang Makin Aman
Untuk kategori Safe Driving, Geely E2 sudah dilengkapi dengan fitur seperti driver monitoring, pengingat sabuk pengaman, child presence detection, dan masih banyak lagi. Hanya saja ada yang kurang dari sejumlah fitur yang diberikannya ini, dimana mobil tidak dilengkapi dengan sistem yang bisa mendeteksi penumpang duduk di jok mobil secara tidak wajar, seperti meletakkan kaki di dasbor mobil. Meskipun begitu, itu saja sudah memberikannya hasil sebesar 79 persen.
Lalu ada kategori Crash Avoidance yang hanya meraih skor 72 persen, dan ini karena ada kekurangan pada fitur autonomous emergency braking. Dimana fitur tersebut tidak bisa melakukan skenario pengereman lebih bervariasi, dan ini yang mempengaruhi skornya menjadi lebih rendah ketimbang kategori lainnya. Tapi untuk fitur seperti lane keeping assist masih cukup bagus, terutama fitur peringatan bagi pengguna sebelum membuka pintu mobil di jalur pesepeda.

Masih Ada Kekurangan
Selanjutnya kategori Crash Protection yang mencapai 86 persen, dan hatchback Geely ini terbukti mampu melindungi penumpang dan pengemudi saat terjadi tabrakan. Perlindungan seluruh tubuh mendapat hasil bagus, kecuali perlindungan kaki pengemudi yang dinilai lebih buruk dari perlindungan lainnya, termasuk sabuk pengaman yang melorot saat dipakaikan pada penumpang anak-anak. Sisanya masih lumayan memuaskan, terlebih perlindungan dada dari tabrakan frontal.
Untuk tabrakan dari samping masih cukup memuaskan, apalagi dengan pengujian tabrakan tiang samping atau side pole. Airbag tengah mobil mampu memberikan perlindungan bagi penumpang dan pengemudi saat ini terjadi, sehingga masih bisa memberi hasil yang bagus. Itupun kalau hasil perlindungan pejalan kaki dan pesepeda juga ikut bagus, sebab hasil sebenarnya menunjukkan hasil yang tidak terlalu memuaskan.

Terakhir Post-Crash Safety meraih skor tertinggi sebanyak 95 persen, dan tentu ada alasan dibalik ini. Sistem eCall mampu memberikan informasi ketika mobil mengalami kecelakaan, walau fitur third party service masih belum disediakan pada E2. Kemudian ada sejumlah fitur yang memudahkan tim penyelamat pertama dalam menyelamatkan pengemudi dan penumpang setelah kecelakaan.
Tentu hasil dari kategori terakhir ini yang membuat E2 meraih rating lima bintang, dan Geely sudah cukup senang dengan hasil tersebut. Di saat yang sama, mereka juga akan memakai hasil ini sebagai evaluasi dalam meningkatkan keselamatan penggunanya.












