Home MotoGP Nicolo Bulega: Untuk Pembalap Seperti Marc Marquez, Tidak Butuh Waktu Lama untuk...

    Nicolo Bulega: Untuk Pembalap Seperti Marc Marquez, Tidak Butuh Waktu Lama untuk Memahami Motor yang Pada Dasarnya Sama

    Nicolo Bulega - Marc Marquez
    Nicolo Bulega - Marc Marquez

    RiderTua.com – Saat ini Nicolo Bulega sedang berupaya memperpanjang dominasinya di Superbike di Magny-Cours Prancis, dimana dia sudah memuncaki sesi latihan hari Jumat. Rider tim Aruba.it Ducati itu memimpin klasemen dengan perolehan 491 poin atau unggul 133 poin atas rekan setimnya sendiri Iker Lecuona. Sejauh ini Bulega berhasil memenangkan 24 balapan berturut-turut, namun sayangnya dia gagal melampaui rekor kemenangan beruntun yang ditorehkan Alvaro Bautista yang mencapai 27 balapan berturut-turut.

    “Seingat saya, Bautista sudah memenangkan 27 balapan, kan? Saya baru mengoleksi 24 kemenangan, tentu akan menyenangkan jika bisa menambah beberapa kemenangan lagi. Sayangnya, saya tidak akan bisa memecahkan rekor tersebut karena kemenangan Lecuona di Donington. Pertarungan perebutan gelar dunia tentu penting, tetapi memenangkan balapan adalah prioritas utama. Saya tidak akan mengubah pendekatan saya,” tegas Bulega.

    Nicolo Bulega: Untuk Pembalap Seperti Marc Marquez, Tidak Butuh Waktu Lama untuk Memahami Motor yang Pada Dasarnya Sama

    Nicolo Bulega 2026
    Nicolo Bulega 2026

    Untuk balapan di Magny-Cours akhir pekan ini, Nicolo Bulega mengatakan, “Ini adalah sirkuit yang saya sukai. Saya tak sabar untuk menguji motor baru di lintasan ini karena tahun lalu saya sempat kesulitan dengan swingarm yang lama.”

    Bulega menjelaskan bahwa ketika pertama kali bergabung dengan Ducati, motornya masih lebih disesuaikan dengan gaya membalap Alvaro Bautista. Karena postur tubuh mereka sangat berbeda, Ducati harus melakukan banyak penyesuaian.

    “Pada tahun pertama, saya dan kepala kru, saya juga dengan bantuan Ducati berusaha menyesuaikan motor agar cocok dengan saya, karena sebelumnya motor itu disetel sesuai gaya balap Bautista. Lagipula, secara fisik kami sangat bertolak belakang. Saya merasa nyaman selama dua sesi tes pertama, namun belum senyaman yang saya inginkan. Selama musim dingin, Ducati mendengarkan masukan saya. Saya mulai menjadi pembalap utama Ducati, hal yang membuat saya bangga. Saya bisa tampil kompetitif tanpa kehilangan kecepatan di trek lurus, saya mampu mengendalikan motor dengan lincah, dan juga cepat saat akselerasi,” jelas Bulega.

    Menakar Sengkarut MotoGP vs WSBK: Marc Marquez 1:36,785 vs Bulega 1:38,094
    Menakar Sengkarut MotoGP vs WSBK: Marc Marquez 1:36,785 vs Bulega 1:38,094

    Ada mungkin 4 pembalap MotoGP (Jack Miller, Brad Binder, Alex Rins, dan Franco Morbidelli) yang akan pindah ke WSBK tahun depan. Menurut Bulega, proses adaptasi mereka tidak akan semudah yang dibayangkan. “Menurut saya itu tidak akan mudah, karena mereka terbiasa mengendarai motor yang benar-benar berbeda dengan tenaga yang jauh lebih besar. Mereka menggunakan ban yang berbeda. Meskipun Michelin akan hadir di WSBK tahun depan, bannya tidak akan sama. Sama halnya ban Pirelli untuk Superbike tidak sama dengan ban MotoGP,” ungkap rider asal Italia itu.

    Bulega melanjutkan, “Namun DNA-nya kurang lebih sama, jadi transisinya akan sangat mirip dengan pengalaman saya. Mereka jelas pembalap yang tangguh. Kalau kita berlaga di MotoGP, berarti memang kita kuat. Jadi menurut saya, mereka akan mampu tampil cepat.”

    Tahun depan Bulega akan pindah ke MotoGP bersama tim VR46 Ducati, tinggal menunggu pengumuman resminya. “Saya bangga melihat perjalanan yang sudah saya lalui. Jalannya tidak mudah dan saya lebih sering mengalami masa-masa sulit daripada masa kejayaan. Namun saya tahu bahwa dengan orang-orang yang tepat dan metode kerja yang tepat, saya bisa mengeluarkan potensi kecepatan yang saya yakini saya miliki,” jelas rider berusia 27 tahun itu.

    Nicolo Bulega VR46
    Nicolo-Bulega-VR46

    Bulega menambahkan, “Jelas, MotoGP akan menuntut kita untuk naik level karena semua pembalap di sana adalah juara. Kalau melihat kembali perjalanan karir balap saya, mulai dari saat saya benar-benar terpuruk di Moto2 hingga bangkit kembali, saya merasa bangga. Hal itu menyadarkan saya bahwa kita tidak boleh menyerah, bahkan saat merasa sudah berada di titik terendah.”

    Tahun lalu, Bulega pernah mencicipi Desmosedici 1000cc dalam balapan yakni saat menjadi pembalap pengganti di Valencia untuk Marc Marquez yang cedera. Selain itu, Bulega yang juga tergabung sebagai tes rider Ducati juga beberapa kali menguji motor Ducati 850cc yang akan mulai digunakan tahun depan.

    Bulega menjelaskan, “Saya sudah mengendarai motor itu selama beberapa hari. Saya yakin saat menjajalnya lagi nanti, saya akan lebih cepat karena pengalaman saya sudah bertambah. Ducati juga akan lebih memahami cara mengembangkannya, karena dengan ban Pirelli karakteristik motor tersebut sangat berbeda dibandingkan saat menggunakan ban Michelin.”

    “Saya rasa setiap aspek harus ditingkatkan, baik diri saya maupun motornya. Fondasinya sangat bagus, catatan waktu dengan ban baru tidak terpaut jauh, mengingat motor ini jauh lebih lambat di trek lurus dan dalam hal akselerasi. Saya tidak bisa memprediksi secara pasti, kapan motor ini akan secepat motor 1.000cc, meskipun selisihnya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

    Nicolo Bulega Tes Valencia 18 November 2025
    Nicolo Bulega

    Bulega juga menjelaskan bahwa meskipun MotoGP akan memakai ban Pirelli, karakter ban tersebut tetap berbeda dari ban WorldSBK. “Ban yang digunakan memang Pirelli, namun bukan tipe yang dipakai di Superbike. Mungkin lebih mudah untuk mendapatkan feel pada bagian depan motor dibandingkan saat menggunakan Michelin, karena DNA bannya serupa. Akan tetapi gaya balapnya berbeda dari Superbike, begitu pula dengan motornya sendiri yang memang berbeda. Jadi, dengan ban yang sedikit berbeda dan motor yang benar-benar lain, feelnya tidak akan terlalu mirip dengan mengendarai motor Superbike saat ini,” jelasnya.

    Meski demikian, pengalaman Bulega sebelumnya di Superbike dengan ban Pirelli tetap akan berguna saat pindah ke MotoGP tahun depan. “Pengalaman saya di sini bisa membantu dalam beberapa aspek, terutama soal memahami ban. Untuk motornya sendiri tidak terlalu banyak, karena sasisnya nanti kurang lebih akan tetap sama seperti yang digunakan tahun ini,” ujarnya.

    Bulega melanjutkan, “Pengalaman melakukan tes memang akan membantu pada awalnya, tetapi para pembalap MotoGP itu luar biasa. Saya rasa pembalap seperti Marc Marquez tidak butuh waktu lama untuk menguasai motor yang kurang lebih sama, hanya saja menggunakan ban yang berbeda. Kecepatannya memang akan lebih rendah, tetapi melaju pada kecepatan 335 km/jam pun tidak buruk. Itu tidak seperti mengendarai motor Moto3.”

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini