Home Otomotif BMW dan Mini Sukses Menjual 2 Juta Unit Mobil Listrik!

    BMW dan Mini Sukses Menjual 2 Juta Unit Mobil Listrik!

    BMW iX3
    BMW iX3

    RiderTua.com – Tentu tidak mengherankan kalau merek Eropa masih bisa menghadang merek asal China yang kini melalang buana di beberapa negara. Terbukti dengan merek asal Jerman ini yang sukses menjual dua juta unit BEV di pasar global, dan ini termasuk merek yang dipegangnya.

    Daftar Isi

    Penjualan BEV Secara Global Tembus Dua Juta Unit

    Boleh dibilang BMW menjadi merek yang cukup disegani di pasar global, karena mereka sukses menghadirkan berbagai macam produk terbaiknya. Memang semua modelnya tergolong sebagai mobil mewah, tapi soal kualitasnya sudah nggak bisa diragukan lagi. Apalagi model berperforma tingginya dalam lineup M Series yang kini semakin banyak pilihannya di berbagai negara.

    BMW i3 All New USA
    BMW i3

    Selain M Series, BMW juga dikenal dengan mobil ramah lingkungannya dalam i-Series, dan inilah lini produk yang paling terkenal di pasar BEV global. Pilihannya tidak terbatas pada model sedan saja, karena mereka juga membawa i-Series ke lini model SUV dalam iX Series. Memang baru segelintir model iX yang dijual di Indonesia, tapi mereka tetap menghadirkan model dalam i-Series lainnya.

    Setelah sekian lama berjualan mobil listrik, akhirnya merek mobil Jerman ini sukses menjual dua juta unit BEV di seluruh dunia, dan hasil ini termasuk penjualannya Mini. Unit ke-2 juta ini berupa model i5 M60 xDrive yang dirakit di pabrik Dingolfing, Jerman, dan nantinya bakal dikirim ke konsumen yang tinggal di Spanyol. Bisa dibayangkan betapa spesialnya unit ke-2 juta tersebut, karena ini berupa bentuk pencapaian baru bagi BMW setelah beberapa tahun berjualan di pasar BEV.

    BMW iX3
    BMW iX3

    Model Terlaris

    Tapi i5 bukanlah model BEV terlarisnya, karena gelar ini dipegang oleh SUV listriknya, yang tidak lain adalah iX3. Model ini sudah cukup terkenal di seluruh dunia, apalagi di Indonesia, dimana modelnya baru saja memasuki model generasi terbarunya, dan kini iX3 tampil lebih sporty nan modern. All New iX3 juga mengusung kenyamanan lebih maksimal dari sejumlah fitur yang dimilikinya, termasuk performanya.

    Tidak hanya penjualan dalam beberapa tahun terakhir, iX3 juga mendominasi penjualan model BEV-nya di Eropa sepanjang semester pertama 2026. Secara keseluruhan, dari hasil yang dikumpulkannya selama periode tersebut, 28 persen diantaranya berupa mobil listrik, dan ini membuktikan kalau modelnya semakin diminati oleh banyak orang. Walau jelas ini bukan akhir dari perjalanan elektrifikasi mobilnya, karena mereka masih terus memperluasnya agar bisa bersaing di pasarnya.

    BMW iX3
    BMW iX3

    Lawan Merek China

    Belakangan ini merek otomotif asal Negeri Tirai Bambu makin menjadi-jadi di pasar global, karena ekspansi pasarnya yang begitu agresif. Kalau merek lainnya nggak bisa menyaingi kompetitor barunya ini, mereka terus tertinggal dan lama-lama produknya mulai ditinggalkan oleh konsumen setianya begitu saja. Jelas ini bukan menjadi sesuatu yang diharapkan bagi sejumlah produsen, apalagi merek seperti BMW, dan mereka siap terus menghadang kompetitornya tersebut.

    Mereka tahu persaingan di pasar BEV masih berjalan sangat ketat, tapi selama mereka masih bisa mengembangkan model terbaru, mereka bisa menahan gempuran merek baru. Asalkan produk yang dihadirkannya ini tepat sasaran, jelas model dalam iX maupun i-Series bisa diterima dengan baik di pasar tujuannya. Bahkan dengan harga lumayan mahal sekalipun, mobil seperti ini selalu punya konsumennya, entah itu mereka yang mencari mobil untuk digunakan sebagai kendaraan harian atau dijadikan sebagai koleksi saja.

    XPeng G6 Malaysia
    XPeng G6

    Sementara itu, tidak sedikit merek China berjualan mobil mewah, dari Denza sampai XPeng sudah punya banyak model yang ditawarkan. Tidak hanya model BEV, model PHEV juga dicari banyak orang, contohnya Denza B5 yang sejauh ini belum dijual di Indonesia, setidaknya untuk sekarang. Ada juga yang berjualan model EREV atau REEV yang menawarkan PHEV dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km.

    BMW sendiri belum punya model serupa dengan EREV/REEV, tapi mereka punya mobil hidrogen fuel cell alias FCEV. Walau penjualannya masih sangat terbatas karena terkendala infrastruktur pendukung di negara tujuannya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini