Home MotoGP Manuel Gonzalez: Ironis! Menjadi yang Terbaik Saja Tidak Cukup untuk Mendapatkan Kontrak...

    Manuel Gonzalez: Ironis! Menjadi yang Terbaik Saja Tidak Cukup untuk Mendapatkan Kontrak di MotoGP atau WSBK

    Manuel Gonzalez
    Manuel Gonzalez

    RiderTua.com – Meski berstatus sebagai pemimpin klasemen Moto2, masa depan Manuel Gonzalez masih ‘buntu’. Namanya memang sempat disebut-sebut menjadi kandidat di tim Tech3 KTM untuk 2027, namun dia punya satu rival yang cukup kuat untuk mendapatkan 1 kursi terakhir di MotoGP tersebut. Saingannya tak lain dan tak bukan adalah rekan setimnya sendiri di tim Intact GP Senna Agius. Tapi belakangan ini, justru Agius yang notabene hanya menempati peringkat 3 dalam klasemen yang tampaknya terpilih untuk menempatinya.

    Gonzalez juga mengaku mendapatkan tawaran dari 2 pabrikan top (tidak disebutkan langsung nama pabrikannya) di Superbike. Tapi tim pabrikan BMW kabarnya sudah melakukan kesepakatan dengan Brad Binder untuk menggantikan Danilo Petrucci, sementara tim pabrikan Ducati juga sudah mencapai kesepakatan dengan Franco Morbidelli untuk menggantikan Nicolo Bulega.

    Manuel Gonzalez: Ironis! Menjadi yang Terbaik Saja Tidak Cukup untuk Mendapatkan Kontrak di MotoGP atau WSBK

    Manuel Gonzalez
    Manuel Gonzalez

    Meski belum menerima penolakan dari dua pabrikan di WSBK tersebut, namun manajernya Eddy Rovelli sudah memberi gambaran bahwa prospek Manuel Gonzalez di MotoGP dan Superbike sangat kecil. Itulah sebabnya, Rovelli kembali mengintensifkan pembicaraannya dengan tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP (tim Manu saat ini). Sejak awal tim ini memang menegaskan bahwa kalau Gonzalez gagal mendapatkan kontrak di MotoGP maupun di WSBK, mereka akan dengan senang hati menerimanya kembali.

    Sejauh ini rider asal Madrid Spanyol itu berhasil membukukan 9 kemenangan, 23 podium, dan 9 pole position di Moto2. Dia menyelesaikan musim 2024 di peringkat 3 dalam klasemen dan menjadi runner-up pada 2025. Kini Gonzalez berada di jalur untuk meraih gelar dunia Moto2.

    Meski begitu Gonzalez enggan disebut sebagai ‘korban’ dari situasi tersebut. Dia masih berharap keadaan akan berbalik menguntungkannya, karena beberapa kontrak di MotoGP belum ditandatangani. Rider berusia 23 tahun itu percaya bahwa penampilannya layak mendapatkan kesempatan di MotoGP.

    Soal perpanjangan kontrak dengan tim Intact GP, Gonzalez mengatakan, “Ada beberapa opsi. Jurgen Lingg (pemilik tim) selalu bercanda dan bilang bahwa dia akan memborgol saya agar saya tidak meninggalkan tim. Kami punya beberapa opsi, tetapi sampai sekarang belum ada keputusan yang dibuat.”

    Manuel Gonzales - Senna Agius
    Manuel Gonzales – Senna Agius

    Apakah masih ada peluang di MotoGP? “Ya. Belum ada yang diputuskan. Kami masih menunggu untuk melihat bagaimana perkembangannya,” jawab Gonzalez.

    Kalau di Superbike? “Itu juga opsi yang sangat menarik. Saya memulai karir di Kejuaraan Dunia melalui paddock tersebut. Dan jika saya harus kembali kesana, saya akan tetap termotivasi. Yang terpenting bagi saya adalah balapan di level tertinggi,” tegasnya.

    Meski masa depannya masih menggantung, Gonzales tampak sangat santai menghadapinya. “Ya. Belakangan ini saya banyak memikirkannya. Pada akhirnya saya beruntung bisa melakukan pekerjaan yang paling saya sukai yakni balap motor. Di mana pun saya membalap tahun depan, saya akan menjalaninya dengan mentalitas yang sama. Terus berusaha memenangkan balapan dan menunjukkan kemampuan saya,” ungkapnya.

    Apakah tawaran gaji juga menjadi bahan pertimbangannya? “Tentu saja, aspek finansial juga berpengaruh, karena kami adalah pembalap profesional. Tetapi saat ini, itu bukan prioritas saya. Saya sedang berada di tahap karier, di mana saya harus menemukan tim terbaik dan motor terbaik untuk terus berkembang sebagai pembalap,” jawab pembalap yang pernah menjadi juara dunia termuda dalam sejarah road racing saat menjuarai World Supersport 300 pada 2019 itu.

    Manuel Gonzalez (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP KALEX)
    Manuel Gonzalez (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP KALEX)

    Apakah itu artinya Manu lebih memilih proyek yang menjanjikan meski gajinya lebih kecil? “Tentu saja. Akan tiba saatnya, ketika saya harus lebih memikirkan soal uang. Saat ini, saya harus terus membuktikan kemampuan saya, memenangkan balapan, dan berkembang. Itulah yang paling penting,” ujarnya.

    Apakah MotoGP tetap menjadi prioritas utamanya? “Ya, tentu saja. Itulah tujuan yang saya kejar sepanjang hidup saya. Tapi saya juga sadar bahwa kalau akhirnya gagal mewujudkannya, saya akan tetap memberikan 100 persen kemampuan saya, di mana pun saya membalap baik di Moto2 maupun Superbike. Cara saya membalap tidak akan berubah,” tegas Gonzalez.

    Tampaknya proses negosiasi sangat berlarut-larut. “Ya, jauh lebih lama dari yang kami perkirakan. Di saat yang sama, muncul peluang yang sangat menarik di Moto2 dan juga Superbike. Jadi, kita hanya perlu wait and see,” jawab Manu.

    Bursa Transfer MotoGP- Manu Gonzalez Masuk Radar Aprilia, Siap Depak Raul Fernandez demi Garap Ban Baru
    Rumor Sempat Beredar….

    Gonzalez pernah menjajal Aprilia RS-GP di Aragon pada 9 Juni 2025. Apakah saat itu ada pembicaraan soal kontrak di MotoGP? “Tidak. Kami tidak pernah secara langsung membahas penandatanganan kontrak. Tapi saya yakin, mereka mempertimbangkan berbagai skenario, karena pada saat itu masih belum jelas apa yang akan terjadi dengan Jorge Martin,” ungkapnya.

    Apakah Manu menafsirkan tes dengan Aprilia tersebut lebih dari sekadar tes biasa? “Sulit untuk tidak memikirkan hal itu. Lagipula aneh, mereka memanggil pembalap Moto2 yang bukan bagian dari struktur atau program mereka. Mereka tidak pernah mengatakan apapun kepada kami. Tetapi sepertinya mereka ingin mengumpulkan informasi jika sewaktu-watu harus mengambil keputusan,” ungkapnya.

    Para pembalap yang berada di belakangnya dalam klasemen Moto2 seperti Izan Guevara, David Alonso, Dani Holgado, dan Senna Agius justru mereka semua naik ke MotoGP tahun depan. Bukankah ini ironis sekali? Seharusnya yang mendapat tempat duluan di MotoGP tentu saja Manuel Gonzalez sebagai pemimpin klasemen. “Kalau hanya melihat angka dan hasil balapan, mungkin ya. Tetapi faktanya MotoGP bekerja dengan cara yang berbeda. Yang dinilai bukan hanya hasil di lintasan,” ujarnya.

    Selain hasil balapan, apa yang menjadi bahan pertimbangan lain? “Ada banyak hal. Setiap pembalap memiliki perjalanan karir yang berbeda. Kami membalap dengan motor dan tim yang berbeda, serta dalam kondisi yang sama sekali berbeda. Jadi, kita tidak bisa hanya membandingkan peringkat di klasemen. Yang harus dianalisis adalah apa yang berhasil dicapai setiap pembalap dengan sumber daya dan kesempatan yang mereka miliki,” jelas Manu.

    Menurut Manu, apakah tim-tim di MotoGP benar-benar melakukan analisis se’jelimet’ itu? “Jujur, saya rasa mereka tidak punya waktu atau tidak merasa perlu melakukannya,” tegasnya.

    Carmelo Ezpeleta
    Carmelo Ezpeleta

    Banyak yang menilai bahwa kegagalan Manu menginjak paddock MotoGP gara-gara kewarganegaraannya sebagai orang Spanyol. Seperti yang diketahui, Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) beberapa kali bilang bahwa mereka harus mengurangi pembalap Spanyol di grid untuk memberikan kesempatan pada pembalap dari negara lain. Apakah ‘paspor’ juga pengaruh dalam mempertimbangan line-up pembalap? “Bisa menjadi nilai tambah, tapi bisa juga menjadi kekurangan. Jelas bahwa seorang pembalap bisa memiliki nilai lebih tergantung pada pasar atau negara yang mereka wakili,” ujar Manu.

    Menurut Manu, kapan keputusan akhir terkait masa depannya akan diputuskan? “Seharusnya diputuskan sebelum balapan di Silverstone (7-9 Agustus). Atau paling lambat akhir pekan ini,” tegasnya.

    Apakah Manu merasa proses ini sudah mendekati akhir? “Ya. Manajer saya bilang bahwa saya harus sedikit bersabar lagi. Tapi sekarang sudah mulai terlihat bahwa pasar perlahan mulai bergerak. Potongan-potongan puzzle mulai tersusun satu per satu,” pungkasnya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini