RiderTua.com – Carmelo Ezpeleta nggak mau masa depan MotoGP cuma jadi panggung yang diisi pembalap dari satu negara aja.. CEO Dorna Sports itu bahkan nyampaiin pesan tegas saat diwawancarai oleh media Spanyol Diario AS: “Grid nggak boleh dipenuhi pembalap Spanyol…” katanya..
▶Daftar Isi
- 1. Carmelo Ezpeleta Bicara Masa Depan MotoGP: Grid Harus Lebih Beragam, Regulasi 2027 Utamakan Pembalap
- Ezpeleta Tak Ingin MotoGP Hanya Didominasi Spanyol dan Italia
- Kalender Balap Harus Realistis dan Bisa Terlaksana
- Regulasi 2027 Ingin Membuat Pembalap Lebih Menentukan
- Ezpeleta Tak Ingin Polemik Rossi dan Marquez Berlarut
Carmelo Ezpeleta Bicara Masa Depan MotoGP: Grid Harus Lebih Beragam, Regulasi 2027 Utamakan Pembalap
Pernyataan tersebut jadi salah satu sorotan utama dalam wawancara Ezpeleta yang membahas berbagai persoalan penting mengenai masa depan MotoGP. Mulai dari keberagaman pembalap di grid, penyusunan kalender balap, hingga arah regulasi baru yang akan berlaku pada 2027.

Di usia 78 tahun, Ezpeleta masih melihat MotoGP sebagai kejuaraan yang harus memiliki daya tarik global. Karena itu, menurutnya, keberadaan pembalap dari berbagai negara tetap jadi bagian penting dari karakter kejuaraan dunia tersebut.
Ezpeleta Tak Ingin MotoGP Hanya Didominasi Spanyol dan Italia
Spanyol sama Italia emang punya pengaruh gede di dunia balap motor. Banyak pembalap terbaik lahir dari dua negara itu, dan kehadiran mereka udah jadi bagian penting dalam sejarah MotoGP. Tapi menurut Ezpeleta, grid MotoGP nggak boleh kehilangan keberagaman. Buat dia, kejuaraan dunia harus tetap jadi kompetisi yang mewakili berbagai negara.
Itulah sebabnya pernyataan mengenai grid yang tak boleh didominasi pembalap Spanyol jadi penting. Ezpeleta tidak sedang mempertanyakan kualitas pembalap dari negara tersebut. Sebaliknya, ia berbicara mengenai keseimbangan yang diperlukan agar MotoGP tetap memiliki daya tarik di berbagai belahan dunia.
Dengan kata lain, kualitas tetap jadi faktor utama. Namun, keberadaan pembalap dari berbagai negara juga dianggap penting untuk jaga karakter global MotoGP.

Kalender Balap Harus Realistis dan Bisa Terlaksana
Obrolan Soal masa depan MotoGP lalu berlanjut ke masalah kalender balap. Jadwal yang kelewat padat jadi salah satu isu yang terus disorot, apalagi tiap seri butuh persiapan logistik yang nggak main-main.
Ezpeleta jelaskan bahwa keputusan mengenai kalender tak hanya didasarkan pada keinginan untuk nambah jumlah balapan. Dorna juga harus memastikan seluruh rangkaian musim dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami memilih opsi yang memberikan jaminan mutlak untuk bisa terlaksana,” ujar Ezpeleta.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepastian jadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan kalender. Risiko yang berkaitan dengan transportasi maupun situasi geopolitik harus diperhitungkan agar sebuah seri tak berakhir dengan pembatalan.
Karena itu, setiap keputusan mengenai kalender harus mempertimbangkan kondisi yang lebih luas. Bukan hanya soal lokasi sirkuit, tetapi juga kemampuan untuk memastikan seluruh rombongan MotoGP dapat berpindah dari satu negara ke negara lain sesuai jadwal.
Di tengah pembahasan tersebut, Ezpeleta juga singgung kemungkinan kembalinya Argentina apabila situasi memungkinkan. Selain itu, Dorna tetap memiliki target jangka panjang untuk membawa kembali MotoGP ke kawasan Afrika.
Artinya, perluasan jangkauan MotoGP tetap jadi bagian dari visi kejuaraan tersebut. Namun, ekspansi itu harus berjalan beriringan dengan kepastian bahwa setiap seri benar-benar dapat diselenggarakan.

Regulasi 2027 Ingin Membuat Pembalap Lebih Menentukan
Salah satu topik paling hangat di wawancara itu adalah perubahan regulasi yang bakal berlaku di musim 2027. Ezpeleta ngejelasin kalau regulasi baru ini punya tujuan bikin faktor pembalap jadi lebih menentukan dalam persaingan. Selain itu, perubahan ini juga diarahkan biar kompetisi jadi lebih hemat buat para pabrikan.
“Regulasi 2027 akan membuat faktor pembalap jadi jauh lebih menentukan daripada sekarang,” kata Ezpeleta.
Pernyataan itu jadi salah satu gambaran mengenai arah yang ingin dituju MotoGP. Regulasi baru diharapkan membuat kemampuan pembalap kembali memiliki peran yang lebih besar dalam tentukan hasil di lintasan.
Dalam wawancara tersebut, Ezpeleta juga sebut bahwa aturan baru diharapkan dapat membantu ciptakan balapan yang lebih menarik. Salah satu tujuannya adalah agar sirkuit tidak jadi terlalu sulit untuk digunakan dalam persaingan dan peluang menyalip tetap terbuka.
Selain itu, perubahan regulasi juga berkaitan dengan upaya menekan biaya. Dorna ingin memastikan bahwa para pabrikan tak harus keluarkan biaya yang semakin besar untuk bersaing di kelas utama.
Dengan demikian, MotoGP 2027 bukan hanya soal perubahan teknis. Regulasi baru juga membawa harapan untuk ciptakan keseimbangan yang lebih baik antara kemampuan pembalap, kebutuhan pabrikan, dan kualitas pertunjukan di lintasan.
Ezpeleta juga singgung kemungkinan perubahan pada kelas Moto3. Ia sebut bahwa perubahan menuju konsep satu merek masih jadi sesuatu yang sedang dipantau, meski belum ada keputusan final.

Ezpeleta Tak Ingin Polemik Rossi dan Marquez Berlarut
Di bagian lain, Ezpeleta juga ditanya soal hubungan lama antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, setelah pernyataan Rossi rame lagi. Tapi Ezpeleta milih buat nggak memperpanjang masalah itu. Dia ngaku nggak tahu pasti gimana hubungan mereka berdua sekarang dan ngerasa persaingan masa lalu mending dibiarin berlalu aja.
Menurut Ezpeleta, fokus MotoGP seharusnya tetap berada pada kompetisi yang berlangsung di lintasan. Ia juga soroti kualitas para pembalap yang saat ini tampil di kejuaraan dunia.
Sikap tersebut memperlihatkan bagaimana Ezpeleta memilih untuk melihat MotoGP dari perspektif yang lebih luas. Di satu sisi, sejarah dan rivalitas besar memang jadi bagian dari daya tarik olahraga ini. Namun, di sisi lain, perhatian juga harus diarahkan kepada persaingan yang sedang berlangsung saat ini.
Pada akhirnya, berbagai pernyataan Ezpeleta memperlihatkan tantangan besar yang harus dihadapi MotoGP dalam beberapa tahun ke depan. Kejuaraan ini harus tetap global, kalendernya harus realistis, regulasinya harus bisa jaga persaingan, dan pembalap harus kembali memiliki peran yang semakin besar.
Di tengah segala perubahan ini, ada satu pesan Ezpeleta yang kerasa jelas banget: MotoGP nggak boleh kehilangan karakter dunianya. Makanya, walau Spanyol dan Italia terus ngerilis pembalap-pembalap top, grid MotoGP harus tetap ngasih ruang buat keberagaman dan persaingan dari berbagai negara. (rt)












