RiderTua.com – Sejak 2001 pemilik Tim Tech3 Guenther Steiner malang melintang di dunia balap Formula 1 dan kala itu menjabat sebagai kepala tim (team principal) Jaguar Racing. Sempat pindah ke tim Red Bull Racing, sebelum akhirnya merapat ke Haas F1 Team pada 2014 hingga 2023.
Btw, Steiner menyoroti ketimpangan jumlah penonton antara F1 vs MotoGP di Silverstone yang sangat jomplang. Tahun ini, jumlah penonton yang datang ke sirkuit Silverstone untuk nonton balap F1 pada awal Juli lalu mencapai 600.000 penggemar. Sementara jumlah penonton MotoGP di Silverstone pada 2025 hanya sebanyak 99.328 penggemar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan musim 2024 yang mencapai 117.867 penonton. Alasannya, diduga kuat karena balapan digelar di akhir bulan Mei.
Pemilik Tim Tech3: Beda dari F1, MotoGP Silverstone Sepi Karena Alasan Ini

Dari data ini terungkap bahwa Formula 1 enam kali lebih populer ketimbang balapan MotoGP. Menariknya, rekor 600.000 penonton tercapai di saat banyak orang justru menilai balapan F1 sedang kurang diminati dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Juga harus diakui bahwa dengan adanya aturan tekanan ban, banyaknya perangkat yang canggih yang membantu pembalap, dan aerodinamika membuat balapan MotoGP menjadi membosankan karena jarang ada aksi saling overtaking di lintasan. Jelas, hal ini menurunkan kualitas balapan itu sendiri.
Tapi besarnya jumlah penonton tidak ditentukan oleh kualitas balapan. Saat ini nilai budaya dan pengalaman menghadiri suatu acara justru menjadi daya tarik utama. Oleh karena itu, tahun depan sirkuit Termas de Rio Hondo dan Phillip Island akan diganti sirkuit Buenos Aires dan Adelaide.
Melalui F1, Silverstone membuktikan bahwa sirkuit legendaris yang berada jauh dari pusat kota dan merupakan bekas kawasan lapangan udara tetap mampu menyuguhkan salah satu olah raga paling bergengsi di jagad ini.
Pertanyaannya, mengapa MotoGP tidak mampu mencapai kesuksesan yang sama di Silverstone? Menurut Guenther Steiner, popularitas MotoGP belum mampu menarik ratusan ribu penonton selama 3 hari penyelenggaraan.

Steiner menjelaskan, “Saya rasa mereka tidak memperlakukan F1 dan MotoGP secara berbeda. Saat ini hampir tidak perlu mempromosikan F1 lagi. Kalau menggelar balapan F1 di Sachsenring, mungkin akan menarik 500.000 juta penonton. Itu salah satu hal yang harus dipertimbangkan.”
“Jelas, promotor selalu dapat membantu mempromosikan balapan, mereka tahu cara mempublikasikannya. Tetapi saya rasa kita hanya butuh menciptakan lebih banyak minat warga Inggris untuk MotoGP. Itu salah satu hal yang penting. Jelas, Silverstone dapat membantu. Bisakah mereka berbuat lebih banyak? Kita selalu dapat berbuat lebih banyak. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Stuart Pringle (Managing Director Silverstone) dan mereka sedang berusaha melakukannya. Tetapi itu tidak mudah.”
“Saya rasa saat ini F1 nyaris tidak butuh lagi promosi, walau begitu tribun tetap penuh. F1 adalah olahraga yang terus berkembang dan sangat diminati. Sedangkan MotoGP masih membutuhkan banyak bantuan. Tapi jelas, saya rasa mereka berusaha untuk membantu. Saya rasa mereka sedang melakukan beberapa hal, misalnya konferensi pers pada hari Kamis menjelang balapan akhir pekan yang digelar di London. Hal-hal seperti ini sedang mereka usahakan.”

“Mereka mencoba untuk memajukannya. Itulah satu-satunya hal yang dapat kita lakukan. Saya rasa ini bukan karena kurangnya kemauan. Ini bukan soal tidak berusaha mewujudkannya, karena juga penting bagi Silverstone untuk menjadi tuan rumah MotoGP,” pungkas Guenther Steiner yang belum juga mengumumkan line-up pembalapnya untuk 2027 itu.
BTW, tim Tech3 hampir menyelesaikan kesepakatan dengan Luca Marini untuk satu kursi pembalap pengalaman. Namun mereka belum memutuskan akan memilih siapa untuk satu kursi rookie yang kabarnya sedang diperebutkan antara Manuel Gonzalez dengan Senna Agius.












