Home MotoGP Setelah Gelar MotoGP Ke-7, Marc Marquez Akui Tak Lagi Terobsesi Mengejar Rekor

    Setelah Gelar MotoGP Ke-7, Marc Marquez Akui Tak Lagi Terobsesi Mengejar Rekor

    Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2025
    Marc Marquez

    Setelah Gelar MotoGP Ketujuh (Total 9 Gelar Dunia), Marc Marquez Akui Ambisinya Sudah Tuntas

    RiderTua.com – Bro sekalian… Kayaknya perjalanan Marc Marquez di MotoGP udah mulai masuk babak baru, nih. Setelah berhasil ngebuktiin terget terbesarnya dengan jadi juara dunia MotoGP 2025 bareng Ducati, pembalap yang dijuluki Baby Alien ini sekarang punya cara pandang yang beda banget soal masa depannya. Buat Marquez, gelar juara kemarin itu udah jadi puncak dari semua impian yang dia kejar sejak pertama kali naik ke kelas premier.

    Marquez tegaskan bahwa meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuh bersama pabrikan berbeda dari Honda merupakan ambisi tertinggi yang bisa ia capai sebagai seorang pembalap. Karena itulah, apa pun yang akan datang setelah musim 2025 dianggapnya sebagai sebuah bonus. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai pembalap aktif, sebagian kecil pikirannya kini sudah mulai mengarah pada kehidupan setelah memutuskan pensiun dari lintasan balap.

    Daftar Isi

    Marc Marquez Sebut Gelar MotoGP Ketujuh Jadi Puncak Ambisinya, Kini Mulai Memikirkan Pensiun

    Pandangan tersebut tentu sangat berbeda dibandingkan sosok Marquez beberapa tahun lalu. Pembalap Spanyol itu ngakui dirinya alami perubahan besar setelah kecelakaan hebat yang dialaminya di Jerez pada 2020. Rangkaian tujuh operasi pada lengan yang harus dijalani dalam beberapa tahun berikutnya ikut ngerubah cara pandangnya terhadap dunia balap.

    Sejak saat itu, sifat nekat tanpa rasa takut blas yang selama ini jadi ciri khasnya perlahan memudar. Keinginan untuk terus memaksakan diri melewati batas kemampuan juga tak lagi sebesar dahulu. Rasa tak takut terhadap risiko kecelakaan pun ikut berubah. Kondisi tersebut membuat obsesi untuk terus memburu berbagai rekor kini tak lagi jadi prioritas dalam hidupnya.

    Di tengah perubahan cara berpikir itu, Marquez juga membuka sisi lain kehidupannya yang jarang diketahui publik. Salah satunya berkaitan dengan pilihan tempat tinggal dan status pajaknya, isu yang cukup sering jadi perbincangan di kalangan pembalap MotoGP.

    Marc Marquez Cervera
    Marc-Marquez – Cervera

    Tetap di Spanyol Meski Harta Berkurang Separuh

    Berbeda dengan banyak pembalap lain yang memilih menetap di negara dengan kebijakan pajak lebih ringan atau dikenal sebagai tax haven, Marquez justru memutuskan tinggal di sebuah kawasan perumahan di Madrid. Di sana ia memiliki sebuah vila mewah lengkap dengan kolam renang yang nilainya mencapai lebih dari 10 juta euro.

    Namun, keputusan tersebut bukan berarti ia tak pernah mempertimbangkan pilihan lain. Marquez ungkapkan bahwa dirinya memang sempat memiliki rumah di Andorra selama hampir empat tahun. Meski begitu, ia tak pernah benar-benar tinggal ataupun membayar pajak di negara tersebut. Alasannya sederhana, kota kelahirannya di Cervera hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari Andorra sehingga ia tetap memilih menetap di Spanyol.

    Keputusan itu memang membawa konsekuensi finansial yang besar. Marquez juga akui bahwa dengan tetap jadi wajib pajak di Spanyol, jumlah uang yang dimilikinya menjadi sekitar setengah dari yang seharusnya bisa ia simpan jika memilih tinggal di negara dengan pajak lebih rendah.

    Meski demikian, hal tersebut tak pernah jadi persoalan baginya. Menurut Marquez, memiliki uang dua kali lebih banyak di rekening bank tak akan ubah kehidupan maupun gaya hidupnya. Ia justru meyakini bahwa seseorang yang memperoleh penghasilan lebih besar sudah sewajarnya memberikan kontribusi pajak yang lebih tinggi sebagai bentuk keadilan dan tanggung jawab sosial, tentu dalam batas yang masih masuk akal.

    Marc Marquez
    Marc-Marquez

    Sementara itu, musim 2025 sendiri belum sepenuhnya berjalan mulus bagi pembalap bernomor #93 tersebut. Setelah sempat meraih dua kemenangan secara beruntun, Marquez justru menghadapi akhir pekan yang sangat sulit saat MotoGP Assen.

    Musim ini memang diwarnai berbagai pasang surut. Selain harus menjaga performa di lintasan, Marc juga masih berusaha mengatasi dampak dari cedera yang belum sepenuhnya pulih. Di tengah tantangan tersebut, ia memilih memanfaatkan momen untuk merenungkan perjalanan hidupnya, mulai dari masa lalu, kondisi saat ini, hingga gambaran masa depan. Dalam kesempatan itu pula, ia mengungkap sejumlah sisi kehidupan pribadi dan profesional yang sebelumnya belum pernah diketahui publik.

    Perubahan cara pandang itu semakin terasa ketika Marquez berbicara mengenai pencapaiannya setelah melewati masa-masa sulit sepanjang 2020 hingga 2023. Kepada La Gazzetta dello Sport, ia ngakuin bahwa bisa tetap membalap setelah semua cobaan tersebut merupakan sebuah anugerah yang tak pernah ia anggap remeh.

    Karena itulah, menurutnya, memikirkan rekor-rekor baru sudah tak lagi masuk akal. Ia merasa telah berdamai dengan dirinya sendiri sejak GP Motegi musim lalu. Momen kemenangan di sana jadi pembuktian penting bahwa dirinya masih mampu kembali berdiri dan merasakan kemenangan setelah melalui perjuangan yang sangat panjang.

    Valentino Rossi - BMW
    Valentino Rossi – BMW

    Ogah Balap Mobil..

    Di sisi lain, Marc juga mulai memiliki gambaran cukup jelas mengenai kehidupannya setelah benar-benar tinggalin MotoGP. Meski dikenal sebagai pencinta kendaraan roda empat, ia memastikan tak memiliki keinginan ikuti jejak sejumlah mantan pembalap motor yang beralih ke dunia balap mobil…(mungkin salah satunya Valentino Rossi ?)

    Baginya, keputusan untuk menekuni balap motor sejak awal sudah merupakan jalan hidup yang tepat. Ia sadar bahwa sekalipun mencoba balap mobil, dirinya tak akan pernah bisa mencapai level pembalap seperti Lewis Hamilton ataupun Max Verstappen. Kesadaran itu membuat Marc tak memiliki dorongan untuk memulai karier baru di lintasan roda empat.

    Dari semua pengakuan itu, kelihatan banget kalau Marc yang sekarang udah gak cuma ngejar kemenangan atau obsesi mecahin rekor. Gelar juara dunia MotoGP 2025 kemarin tuh bener-bener udah jadi puncak dari segala ambisi yang dia kejar selama ini.

    Setelah kenyang ngelewatin crash, berkali-kali masuk ruang operasi, sampai harus berjuang mati-matian biar bisa kompetitif lagi, sekarang dia cuma pengen nikmatin setiap momen yang tersisa di lintasan. Jadi, mau dapet pencapaian apa pun setelah ini, buat Marc itu semua cuma bonus dari perjalanan karier yang sebenarnya udah jauh melampaui mimpi terbesarnya.

    Setelah Gelar MotoGP Ketujuh (Total 9 Gelar Dunia), Marc Marquez Akui Ambisinya Sudah TuntasSetelah Gelar MotoGP Ke-7, Marc Marquez Akui Tak Lagi Terobsesi Mengejar Rekor

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini