RiderTua.com – Start dari posisi paling belakang (ke-22), Toprak Razgatlioglu berhasil memanfaatkan celah yang ada. Dengan memilih racing line yang cerdas, rookie tim Pramac Yamaha itu berhasil merangsek maju dan mendapatkan beberapa posisi. Secara mengejutkan dia mampu bersaing di barisan tengah, bahkan sempat berada di posisi ke-11.
Menurutnya, situasi di tikungan 5 yang cukup kacau memberinya kesempatan untuk naik beberapa posisi. “Saya rasa ada pembalap yang nyaris berhenti disana. Saya memilih racing line yang tepat dan mungkin menyalip 3 atau 4 pembalap di sana. Dengan ban belakang medium, kemudian saya menemukan ritme balapan yang sangat baik dan terus merangsek kedepan. Saya start dari posisi ke-22 atau terakhir., lalu saya berhasil mendekati 10 besar,” ujar Toprak.
Toprak Razgatlioglu DNF di Assen Karena Masalah Chattering: Sebenarnya Saya Bisa Finis di 10 Besar

Toprak juga sempat duel melawan Fabio Quartararo, dimana ini semakin memotivasinya. Rider asal Turki itu ingin menyalip bintang Yamaha itu agar bisa ikut bertarung melawan Enea Bastianini (KTM). “Saya merasa memiliki kecepatan yang lebih baik. Tetapi ketika saya menyalip Fabio, masalah chattering mulai muncul. Setelah itu, masalahnya semakin parah,” jelas juara dunia WSBK 3 kali itu.
Toprak mengaku gagal paham dengan masalah tersebut, dia tidak tahu apa penyebabnya. Di tikungan-tikungan kiri yang cepat, roda depannya bergetar hebat, yang tampaknya tidak dapat dia atasi. “Biasanya, chattering berhenti saat kita berakselerasi. Kali ini, masalahnya terus berlanjut dan semakin parah di setiap lap. Melihat situasinya mustahil untuk melanjutkan balapan,” ungkap rider berusia 29 tahun itu yang memutuskan masuk pit pada lap ke-14 dari balapan 26 lap hari Minggu.
Terlepas dari masalah teknis yang dia alami, apakah balapan di Assen merupakan salah satu balapan terbaiknya musim ini? “Ya, itu balapan yang bagus. Saya mungkin akan finis di 10 besar, karena saya merasa memiliki kecepatan yang lebih baik dari Fabio Quartararo (finis ke-8),” ujar rider berjuluk El Turco itu.

BTW, mulai TT Belanda hole-shot device dilarang digunakan pada motor MotoGP. Apa kesan pertama Toprak mengendarai motor tanpa perangkat tersebut? “Jauh lebih baik karena lebih aman saat memasuki tikungan pertama,” pungkas rider yang tetap berada di peringkat 21 dengan perolehan 11 poin dalam klasemen itu.






