RiderTua.com – Start dari P9, Pedro Acosta langsung menyalakan ‘mode serang’ sejak lap pertama dalam race hari Minggu di Silverstone. Rider Red Bull KTM itu langsung menyalip Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli sekaligus bahkan sebelum mencapai tikungan pertama. Kemudian, dia mengovertake Alex Marquez dan Ai Ogura. Namun dengan cepat Alex membalasnya untuk mengambil kembali posisinya. Meski begitu Acosta tidak kehilangan momentum.
Pada lap ke-7 Acosta sudah berada di belakang Marc Marquez. Berbeda dengan sprint race hari Sabtu ketika juara dunia 9 kali itu mengalami penurunan performa yang cukup drastis, kali ini Marc masih mampu mempertahankan ritmenya. Namun Acosta tak gentar untuk tetap menyerangnya dan kemudian berhasil meng-overtakenya. Rider berjuluk Hiu Mazarron itu berhasil mempertahankan posisi ke-5 hingga garis finis meskipun mendapat tekanan dari Diggia. Dia kalah 6,256 detik dari pemenang Raul Fernandez (Trackhouse Arilia).
Pedro Acosta Salip Marc Marquez dengan Agresif: Hanya Manuver Biasa!

Usai balapan Pedro Acosta mengatakan, “Memang mengejutkan, tapi saya selalu bilang bahwa kami tidak tertinggal jauh dan mampu bersaing di 5 besar. Finis di posisi ke-5 hari ini, di lintasan yang sebenarnya tidak terlalu cocok dengan gaya balap saya, membuat saya bahagia.”
Ketika ditanya soal manuver agresifnya terhadap Marc Marquez, sembari tersenyum Acosta mengatakan, “Tidak, itu hanya manuver biasa saja.”
Acosta memuji kinerja timnya. “Sebelum libur musim panas, saya memang bicara blak-blakan dengan tim saya terkait beberapa hal. Sebab posisi kami tidak jauh tertinggal dari peringkat 3 klasemen. Namun kami membutuhkan dua hal yakni konsistensi dan kemampuan untuk terus berkembang sepanjang balapan akhir pekan. Saya sangat senang dengan respons konstruktif KTM terhadap situasi tersebut. Kami memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin, kami melakukan perbaikan, dan berhasil menyelesaikan akhir pekan tanpa kendala apa pun,” ungkap rider berusia 22 tahun itu.

Usai GP Inggris, Acosta bertahan di peringkat 7 dengan mengumpulkan 163 poin dalam klasemen. Dengan finis di posisi ke-6, dia memperlebar keunggulannya atas Pecco Bagnaia yang berada di peringkat 8 menjadi 20 poin. Selain itu, dengan berhasilnya Brad Binder finis di posisi ke-8, KTM semakin mengukuhkan posisi mereka di peringkat 3 dalam klasemen konstruktor.












