Home MotoGP Enea Bastianini: Ducati Tanpa Pembalap Italia? Ada yang Tak Beres Pasti!

    Enea Bastianini: Ducati Tanpa Pembalap Italia? Ada yang Tak Beres Pasti!

    Enea Bastianini - Marc Marquez - Pedro Acosta
    Enea Bastianini - Marc Marquez - Pedro Acosta

    RiderTua.com – Sebagai mantan pembalap tim pabrikan Ducati, Enea Bastianini ikut berpendapat soal strategi baru ‘Made in Spanyol’ yang kini diterapkan Ducati untuk 2027 dan 2028. Yup, Ducati baru saja mengumumkan perpanjangan kontrak Marc Marquez dan juga penandatanganan kontrak baru Pedro Acosta berdurasi 2 tahun mulai 2027 hingga akhir 2028. Di sisi lain, pabrikan asal Borgo Panigale tersebut juga mengumumkan perpisahannya dengan juara dunia MotoGP 2 kali Pecco Bagnaia yang gagal tampil apik dalam 1,5 musim terakhir. Rider Italia itu akan pindah ke Aprilia dengan menandatangi kontrak 4 tahun sekaligus.

    “Menurut saya sejak awal Pedro akan merasa nyaman dan langsung kompetitif. Dia adalah tipe pembalap yang cepat beradaptasi dengan situasi baru. Tahun depan semuanya akan sedikit berubah. Kita semua harus secepat mungkin beradaptasi dengan ban Pirelli, agar kompetitif sejak awal. Banyak pembalap akan berganti motor dan berganti tim. Saya rasa, dalam beberapa hal ini bisa menjadi peluang bagi semua orang,” ujar Bestia.

    Enea Bastianini: Ducati Tanpa Pembalap Italia? Ada yang Tak Beres Pasti!

    Pedro Acosta - Ducati - Marc Marquez
    Pedro Acosta – Ducati – Marc Marquez

    Persaingan internal di garasi Ducati tahun depan antara Marc Marquez vs Pedro Acosta akan sangat menarik. Satu garasi dihuni oleh Marquez yang merupakan bintangnya MotoGP, juara dunia 9 kali dan pemenang 101 balapan di semua kelas, pembalap sarat pengalaman yang pernah duel melawan beberapa legenda MotoGP yang sekarang sudah pensiun, dan seabrek keunggulan yang lain. Di satu garasi yang lain dihuni Acosta yang baru 2 kali menjadi juara dunia, usia masih 22 tahun atau 11 tahun lebih muda dari Marquez, dan untuk pengalamannya sendiri dia baru memasuki tahun ke-3 nya di MotoGP tahun ini. Tapi gaya balap keduanya terbilang sama, agresif.

    “Marc adalah tipe pembalap yang tidak pernah menyerah. Menurut saya Pedro punya karakter yang sangat mirip dengannya. Tetapi seperti yang saya katakan, akan ada banyak perubahan di dalam tim dan saya rasa tahun depan akan sangat menarik,” ujar Enea Bastianini.

    Casey Stoner
    Casey Stoner

    Bestia juga menyinggung fakta bahwa tahun depan tidak ada pembalap Italia di tim pabrikan Ducati. Hal tersebut belum pernah terjadi sejak 2010, ketika Casey Stoner dan Nicky Hayden menjadi pembalap tim pabrikan Ducati.

    Rider tim Tech3 KTM itu mengatakan, “Pada 2024 Ducati mengambil keputusan sendiri, meninggalkan satu proyek untuk fokus pada proyek lain. Sejak saat itu, saya rasa beberapa hal sudah berubah di dalam Ducati. Sebelumnya ada banyak pembalap Italia di tim Ducati, termasuk saya. Jadi saya membayangkan ada strategi tersembunyi di baliknya. Saya tidak tahu persis, mengapa mereka membuat keputusan itu. Tapi saya sudah menduga bahwa akan ada perubahan.”

    Bestia melontarkan kritik halus pada manajemen Ducati. “Banyak hal telah berubah. Apa yang terjadi di Ducati, juga terjadi di tim lain. Semua orang selalu ingin menjadi yang terbaik. Pabrikan seperti Ducati ingin mencari tahu siapa pembalap terbaik yang cocok untuk motor mereka. Namun saya rasa beberapa keputusan diambil dengan cara yang tak biasa alias aneh,” tegas rider asal Rimini Italia itu.

    Gigi Dall'Igna - Marc Marquez - Pedro Acosta
    Gigi-Dall’Igna – Marc-Marquez – Pedro-Acosta

    Bastianini melanjutkan, “Kalau sampai tidak ada satu pun pembalap Italia di tim pabrikan, memang wajar sih tapi jelas memunculkan banyak pertanyaan. Semua ini bisa mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya (tidak beres). Tetapi bukan wewenang saya untuk menilai keputusan-keputusan tersebut.”

    Balapan akan berlanjut ke TT Assen akhir pekan ini. “Assen adalah sirkuit yang sangat saya sukai. Saya rasa hampir semua rider menyukainya. Sirkuit ini punya layout yang sangat unik, sangat cepat, dan selalu menyenangkan untuk balapan di sini. Namun sirkuit seperti ini membutuhkan set-up yang sempurna. Kalau tidak, kita akan sangat kesulitan. Selain itu, cuaca diprediksi akan sangat panas akhir pekan ini. Jadi penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat pada motor sejak awal dan berusaha menghemat tenaga untuk balapan,” jelas rider berjuluk La Bestia itu.

    Terkait masa depannya, Bestia sudah tahu tim mana yang akan dia bela untuk tahun depan meskipun belum ada pengumuman. “Kita lihat saja nanti. Kontrak saya akan berakhir, tetapi dalam situasi seperti ini kita selalu harus bergerak lebih dulul. Seperti yang pernah saya katakan, saya tenang karena saya tahu apa yang akan saya lakukan,” pungkasnya.

    Menjelang TT Assen, Bastianini berada di peringkat 12 dengan perolehan 57 poin dalam klasemen atau tertinggal 75 poin dari pembalap KTM terbaik Pedro Acosta yang berada di peringkat 6.

    Enea Bastianini: Ducati Tanpa Pembalap Italia? Ada yang Tak Beres Pasti!

    Enea Bastianini - Ducati Tanpa Pembalap Italia, Ada yang Tak Beres
    Enea Bastianini – Ducati Tanpa Pembalap Italia, Ada yang Tak Beres

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini