RiderTua.com – GIIAS 2026 mendatang siap diramaikan dengan banyaknya model anyar dari sejumlah produsen, termasuk dari merek asal China ini. Mereka bakal membawa salah satu produk dari Arcfox, tapi dijual sebagai produknya sendiri di Indonesia.
Arcfox T1 Siap Debut Perdana di Indonesia
Sudah cukup lama sejak BAIC menghadirkan mobil terbarunya di Indonesia, dan terakhir mereka menghadirkan BJ30 HEV tahun lalu. Model ini menjadi mobil ramah lingkungan pertamanya disini, tapi hanya menjual satu pilihan saja masih belum cukup kalau pasarnya lebih luas lagi. Terlebih kebanyakan kompetitor senegaranya menjual mobil listrik, sementara mereka belum punya satupun model BEV yang dijual.

Jelang GIIAS 2026, mereka sudah menyiapkan modal untuk melawan balik kompetitornya di pasar mobil listrik, yaitu Arcfox T1. Arcfox sendiri merupakan sub-brand yang dipegang BAIC dan mereka punya banyak model yang ditawarkan di pasarnya, dan T1 menjadi salah satu mobil listrik yang dijualnya. Mungkin dengan diluncurkannya T1 di Indonesia bisa menjadi momen tepat untuk memperkenalkan mereknya ini ke konsumen.
Tapi ternyata mereka bakal menjual T1 sebagai produknya sendiri, bukan sebagai produk dari Arcfox. Ini sengaja dilakukannya agar BAIC bisa memperluas pasarnya yang baru memasuki ke tahap pengembangan, dan jelas mereka masih harus menjangkau lebih banyak konsumen di Indonesia. Dengan ini, lini produknya bisa lebih beragam dan tidak selalu diisi oleh mobil SUV saja, karena T1 bakal menjadi model hatchback pertamanya.

Siapa Saja Lawannya?
Karena berupa hatchback, jelas BAIC T1 bakal berhadapan dengan banyak rival di Indonesia, dan kebanyakan dari China. Geely EX2 menjadi salah satu diantaranya yang dijual di segmen hatchback BEV, dan modelnya masih tetap memimpin segmennya sampai sekarang dengan lebih dari 2 ribu unit terjual hingga bulan lalu. Jelas menghadapi model terlaris seperti EX2 bukan perkara mudah, apalagi kalau harus berhadapan dengan rivalnya EX2.
Yaitu Chery Q, meski modelnya baru diperlihatkan ke publik bulan lalu, Q sudah pasti menjadi lawan cukup tangguh bagi EX2. Kedua model ini sudah lama bersaing di China, dan bakal saling bertemu lagi di Indonesia, tapi dengan lebih banyak kompetitor disini. Walau belum dijual, Q sudah menjadi model yang begitu menjanjikan kalau melihat dari desain serta fiturnya.

Lawan Sepadan
BYD juga punya mobil hatchback, bahkan ada dua pilihan yang terdiri dari Atto 1 dan Dolphin, tapi Atto 1 yang perlu diwaspadai oleh BAIC. Mobil murah ini menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang tahun lalu, dan masih bisa terjual cukup banyak sepanjang tahun ini meski penjualannya anjlok di bulan lalu. Namun ini bukan berarti mereka harus meremehkannya, terlebih Atto 1 masih lebih laris terjual ketimbang EX2.
Kedengarannya menjadi sesuatu yang sulit untuk dihadapi bagi BAIC, tapi mereka ogah mundur dari segmen hatchback dan tetap menyiapkan kehadiran T1 disini. Entah apakah T1 bakal dibanderol terjangkau atau tidak, sebab kalau modelnya dibuat bersaing dengan model seperti EX2 dan Atto 1, minimal harganya dibuat lebih terjangkau. Asalkan kalau mereka bisa merakitnya secara lokal, itu sudah bukan menjadi masalah lagi.

Meski Arcfox tidak akan ikut dibawa ke sini, setidaknya lini mobil BAIC bakal bertambah banyak. Mereka sudah menyiapkan segalanya untuk menyambut kehadiran mobil listrik pertamanya ini setelah sukses menjual mobil hybrid pertamanya melalui BJ30 HEV. Soal harga dan produksinya tergantung dari keputusan BAIC sendiri.
Segmen hatchback listrik benar-benar cukup menjanjikan bagi produsen mobil asal China, dan ini terlihat dari makin banyaknya model anyar yang ditawarkan. Tidak sedikit ada yang mencari modelnya karena harganya cukup terjangkau tapi sudah punya sejumlah fitur canggih nan lengkap. Sementara merek lainnya masih fokus jualan SUV listrik, merek asal negara ini mulai merambah ke segmen lainnya.






