RiderTua.com – Halo Bro-Sis pembaca RiderTua di mana pun kalian berada. Lagi dan lagi, Jack Miller harus gigit jari karena kembali gagal mencetak poin. Rider Pramac Yamaha itu dua kali finis kedua dari belakang di Jerez. Dia hanya di posisi ke-16 dalam sprint dan ke-18 dalam race utama GP Spanyol.
Dalam tes hari Senin di Jerez, Miller menyelesaikan program tes yang terbilang cukup padat. Namun sayangnya, belum ada hasil nyata yang memuaskan. “Hari Senin yang sibuk. Di pagi hari kami mengecek banyak hal, terutama sasis baru dari balapan akhir pekan, untuk memastikan keputusan kami sudah tepat. Kami ingin benar-benar yakin dengan arah yang diambil, apa yang berbeda, apa yang positif, dan apa yang negatif,” jelas rider asal Australia itu.
Jack Miller: Semua Area M1 V4 Masih Butuh Perbaikan, Bikin Frustrasi? Ya, Tapi Mau Bagaimana Lagi?

Jack Miller juga menguji swing arm baru dan berbagai perubahan elektronik. “Kami mencoba swing arm yang berbeda, yang sedikit lebih saya sukai. Dikombinasikan dengan sasis baru, saya relatif lebih puas. Tetapi tentu saja, kami masih harus terus meningkatkannya. Selain itu kami juga banyak mengerjakan elektronik, engine brake, kontrol traksi, pokoknya semuanya,” ujar rider berusia 30 tahun itu.
Miller menegaskan bahwa meski ada sedikit kemajuan, tapi masih ada banyak kekurangan. “Kita harus lebih baik saat masuk tikungan, harus bisa mengerem lebih keras atau lebih tepatnya mengerem motor dengan lebih efektif. Di paruh kedua fase pengereman, kita lebih baik. Tetapi di paruh pertama kita masih kurang. Dan kita baru membuat sedikit kemajuan di area itu,” ungkap rider berjuluk Thriller Miller itu.
Miller menambahkan masalah terbesar masih pada mesin. “Tenaga, kita semua tahu bahwa kami butuh lebih banyak power. Itu target utama saya saat ini, karena itu akan sangat membantu saat menyalip,” tegasnya.

Soal arah pengembangan Yamaha, Miller mengaku belum mendapat gambaran yang jelas. “Kami hanya mencoba untuk menyelesaikan masalah sebanyak mungkin. Tentu saja, mereka punya prioritas internal berdasarkan 4 pembalap. Kebutuhan saya mungkin berbeda dari yang lain, tetapi merekalah yang menentukan urutannya, mana yang lebih dulu diprioritaskan,” ujarnya.
Miller juga mengaku sangat kecewa karena tidak ada satu pun kekuatan nyata dari M1 V4 yang baru. “Semua area masih butuh perbaikan. Jika motor bagus dalam satu hal, biasanya kurang di hal lain. Motor ini baru 6 atau 8 bulan, jadi masih sangat baru. Kami masih mengumpulkan data dan mencoba memahami di mana letak kekuatan dan kelemahannya. Saat ini saya belum bisa bilang bahwa ada bagian yang benar-benar menonjol,” tegasnya.
Meski masih percaya pada proyek Yamaha, Miller tak menampik jika situasi sulit seperti ini bikin frustrasi. “Jelas ini bikin frustrasi. Kita bekerja keras sepanjang pekan, sepanjang musim dingin, dan menetapkan target yang sulit dicapai. Tapi mau bagaimana lagi? Apa yang bisa dilakukan? Pulang? Itu bukan pilihan. Kami akan terus bekerja. Kalau kita bekerja keras, saya yakin akhirnya keadaan akan berbalik. Saya tipe orang yang ibaratnya bisa ‘memeras darah dari batu’ atau meraih hasil bahkan dari kondisi yang sulit sekalipun,” pungkas Miller yang belum juga mencetak satu poin meski musim sudah berjalan 4 seri. Sementara rekan setimnya Toprak Razgatlioglu baru mengumpulkan 1 poin setelah finis ke-15 di GP Amerika.







