RiderTua.com – MotoGP Hungaria jadi salah satu seri penting lainnya dalam sejarah balap tim merah. “Seratus adalah angka yang penting karena menyatukan 100 kemenangan Ducati, 100 kemenangan Marc Marquez, yang merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang pembalap, dan juga 100 tahun Ducati,” ujar manajer tim Ducati dengan penuh semangat. Davide Tardozzi mengaku sangat bahagia karena pencapaian tersebut. Ia juga berharap Ducati dapat segera meraih gelar juara dunia ke-100 dalam sejarahnya.
▶Daftar Isi
Akankah Marc Marquez Kembali Merebut Gelar Juara Dunia? Ini Jawaban Bos Ducati!
Ketika disinggung bahwa mungkin perayaan berikutnya adalah saat ulang tahunnya yang ke-100, Tardozzi langsung menanggapi dengan bercanda. Menurutnya, mungkin memang pada usia itulah ia baru berhenti bekerja di paddock karena saat ini ia merasa seperti sedang “mempensiunkan” semua orang di sekitarnya.

Balaton jadi akhir pekan yang istimewa bagi Ducati dan Marc Marquez. Di tengah perayaan 100 tahun Ducati, Marquez sukses meraih kemenangan Grand Prix ke-100 dalam kariernya sekaligus mengantarkan pabrikan Borgo Panigale mencatat kemenangan ke-100 di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Hasil tersebut terasa semakin spesial setelah Ducati sempat kecewa di Mugello dan Marquez masih dalam proses pemulihan fisik. Meski mengakui musim masih panjang dan persaingan bisa berubah dalam 22 balapan, Davide Tardozzi tetap terkesan dengan performa Marquez yang langsung mendominasi lewat pole position, kemenangan Sprint Race, kemenangan balapan utama, serta dua rekor lap baru, sesuatu yang bahkan tak ia perkirakan sebelumnya.
“Karena itulah kami mencintai Marc Marquez. Dia tak pernah berhenti membuat kami terkejut,” kata Tardozzi. Namun ia menegaskan bahwa hal terpenting saat ini bukanlah hasil balapan, melainkan memulihkan kondisi fisik Marc sepenuhnya. Menurutnya, meski menang, Marc masih belum berada di level terbaiknya.
Marc Masih Bisa Jurdun?
Terkait peluang Marc Marquez memangkas defisit 72 poin dari Marco Bezzecchi dalam perburuan gelar juara dunia, Tardozzi menegaskan bahwa fokus Ducati saat ini masih tertuju pada pemulihan kondisi fisik sang pembalap yang belum sepenuhnya pulih. Meski begitu, ia yakin Marquez mampu kembali bersaing ketika sudah berada dalam kondisi terbaik dan didukung motor yang kompetitif. Tardozzi juga menyoroti sejumlah perkembangan positif di Ducati, mulai dari efektifnya paket aerodinamika baru yang digunakan di Balaton hingga suasana garasi yang dinilainya sangat baik, termasuk kerja sama antara Marquez dan Francesco Bagnaia dalam proses evaluasi serta pengembangan motor.

Tardozzi mengaku semakin optimistis melihat atmosfer positif di dalam tim Ducati, terutama karena Marc Marquez dan Pecco Bagnaia mampu bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan performa motor. Ia juga mengapresiasi sikap Marquez yang selama menjalani masa sulit musim ini tak pernah menyalahkan motor dan selalu mengakui bahwa kendala utamanya berasal dari kondisi fisiknya.
Ducati Sempat Kalah dari Aprilia
Meski Ducati mengakui sempat kalah kompetitif dari beberapa rival pada awal musim, Tardozzi menilai GP26 sebenarnya tetap memiliki potensi besar, sebagaimana dibuktikan oleh konsistensi Fabio Di Giannantonio yang sempat menempati posisi ketiga klasemen. Menurutnya, Marquez berhasil menghadapi masalah fisik yang berat berkat mentalitas seorang juara, dan Ducati sangat senang melihat sang pembalap terus berjuang tanpa menyerah meski belum sepenuhnya pulih.
Tardozzi menilai keraguan yang diungkapkan Marc Marquez dalam konferensi pers terkait peluangnya di balapan-balapan berikutnya memang mencerminkan kondisi fisik yang masih belum sepenuhnya pulih. Namun, ia meyakini ada sisi lain dalam diri Marquez yang selalu mendorongnya untuk melampaui batas kemampuannya. Karena itu, meski sang pembalap masih berhati-hati dalam membuat prediksi, Tardozzi menilai kekuatan mental Marquez tetap jadi salah satu keunggulan terbesar yang dimilikinya.

“Saya pikir Marc mengatakan yang sebenarnya. Namun pada saat yang sama, secara mental dia mampu menghadapi situasi yang mungkin tak bisa ditangani oleh banyak orang lain. Dan itulah yang membuat Marc Marquez semakin mengesankan,” tutup Tardozzi.
BTW, seri Hungaria kemarin jadi akhir pekan yang sangat spesial bagi Ducati dan Marc Marquez. Di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Marc tetap mampu meraih kemenangan ke-100 dalam kariernya sekaligus membawa Ducati mencatat kemenangan balapan ke-100 pada tahun perayaan seabad pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Bagi Davide Tardozzi, pencapaian itu bukan hanya soal angka, tetapi juga bukti kekuatan mental Marc yang terus mampu melampaui batas dirinya sendiri…apakah Marc seumur hidup di Ducati.. sampai pensiun?.. (rt)
Akankah Marc Marquez Kembali Merebut Gelar Juara Dunia







