RiderTua.com – Pecco Bagnaia kembali naik podium pada MotoGP Hungaria setelah finis ketiga di Sirkuit Balaton Park. Pembalap Ducati itu memulai balapan dari posisi kelima dan berhasil memanfaatkan insiden yang melibatkan Jorge Martin di tikungan pertama. Meski meraih podium ketiga secara beruntun musim ini, Bagnaia akui hasil tersebut belum sepenuhnya mencerminkan performanya saat ini.
Pecco Bagnaia Podium Lagi, Tapi Mengapa Masih Kecewa?
Bagnaia menjelaskan bahwa dirinya telah mengalami berbagai kesulitan sejak sesi latihan bebas. Ia merasa kurang percaya diri dengan bagian belakang Ducati GP26, terutama saat melewati tikungan kiri. Karakter Sirkuit Balaton Park yang kurang sesuai dengan gaya balapnya juga turut menyulitkan. Karena itu, finis di posisi ketiga tetap dianggap sebagai hasil positif, meski ia merasa pencapaian tersebut tak sepenuhnya menggambarkan level sebenarnya yang mampu ia tunjukkan..

Pembalap asal Chivasso itu mengaku startnya tak berjalan ideal. Saat memasuki area pengereman pertama, ia telah kehilangan beberapa posisi. Di momen itulah ia melihat Jorge Martin tak mampu menghentikan motornya dan terjatuh bersama beberapa pembalap lain. Bagnaia sempat kehilangan posisi, tapi mampu merebutnya kembali hingga naik ke urutan ketiga. Setelah mencoba mengikuti dua pembalap terdepan selama beberapa lap, ia menyadari bahwa kecepatan mereka berada di luar jangkauannya.
Insiden besar di tikungan pertama menjadi salah satu topik utama setelah balapan. Menurut Bagnaia, kondisi aspal yang sangat panas membuat grip berada di batas kemampuan. Ia merasa beruntung bisa menghindari kecelakaan tersebut. Dalam pandangannya, Jorge Martin tak melakukan pengereman berlebihan, melainkan roda depan motornya terkunci sehingga sulit dikendalikan. Bagnaia menilai kondisi lintasan lebih berperan dalam insiden itu dibanding kesalahan pembalap. Meski sempat terdampak, ia mampu memulihkan posisi dengan cepat dan kemudian fokus mengelola jalannya balapan.

Masih Ada Masalah
Meski berdiri di podium, Bagnaia masih mengeluhkan sejumlah masalah pada motor GP26-nya. Ia alami kesulitan saat memasuki tikungan dan melintasi chicane, terutama karena grip ban depan bagian kanan tak bekerja sesuai harapan. Kondisi tersebut membuatnya tak bisa melakukan pengereman seagresif yang diinginkan. Sepanjang akhir pekan, ia mengaku tak pernah benar-benar menemukan feeling yang tepat dengan motornya. Fokusnya akhirnya beralih untuk mengamankan posisi ketiga dan menjaga jarak dari para pembalap di belakang.
Bagnaia bahkan akui podium kali ini lebih banyak dipengaruhi situasi balapan dibanding keyakinan bahwa dirinya memiliki kecepatan untuk bersaing di depan. Menurutnya, Ducati masih belum berada di posisi yang diharapkan dan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan agar kembali tampil kompetitif secara konsisten.

Kemenangan pada akhirnya diraih rekan setimnya, Marc Marquez, yang tetap tampil dominan meski belum sepenuhnya pulih secara fisik. Bagnaia mengaku tak pernah meragukan kemampuan Marquez dan bahkan menyebut sang juara dunia sudah sangat berpengalaman dalam mengelola ekspektasi. Ia meyakini Marquez akan tetap menjadi salah satu pembalap terkuat, tak hanya di Balaton Park tapi juga pada balapan berikutnya di Brno dan Assen.
Nah, kenapa ya, meski podium ketiga beruntun menjadi hasil positif bagi Francesco Bagnaia di MotoGP Hungaria, tapi belum cukup untuk menghapus berbagai masalah yang masih membayangi Ducati GP26. Meski mampu memanfaatkan situasi balapan dan mengamankan posisi ketiga, Bagnaia merasa performanya masih jauh dari level yang diinginkan. Di sisi lain, dominasi Marc Marquez kembali menjadi sorotan, memperlihatkan bahwa persaingan internal Ducati masih akan menjadi salah satu cerita utama dalam beberapa seri mendatang…(rt)






