RiderTua.com – Kalau baterai mobil listrik sudah waktunya diganti atau rusak, biaya penggantiannya bisa lumayan mahal dari yang diperkirakan. Bahkan J5 EV disebut harus menghabiskan lebih dari Rp 100 juta hanya untuk mengganti baterainya.
▶Daftar Isi
J5 EV Tetap Laris Bak Kacang Goreng
Mendengar Jaecoo J5 EV, SUV bertenaga listrik murni ini masih menjadi incaran konsumen sampai sekarang dengan tingginya catatan penjualan yang didapatnya sejauh ini. Tentu tidak mengherankan kalau J5 EV digadang-gadang sebagai calon mobil listrik terlaris di Indonesia tahun ini, asalkan performa penjualannya bisa dipertahankan. Tapi sejauh ini penjualannya masih cukup laris, dan modelnya bisa terjual ribuan unit per bulannya.

Dengan harga mulai dari Rp 280 juta sampai Rp 310 jutaan, Jaecoo J5 menjadi model yang cukup menjanjikan di pasarnya, dan modelnya masih terus menarik perhatian banyak konsumen sampai sekarang. Memang J5 EV masih terhitung baru, tapi ada yang penasaran dengan biaya penggantian baterainya, mengingat komponen ini selalu menjadi biang kerok mahalnya harga mobil listrik. Siapa sangka kalau biaya penggantiannya bisa melebihi Rp 150-170 juta!
Harga ini bahkan nyaris melebihi separuh dari harga mobilnya, dan jelas inilah yang membuat banderolnya lumayan mahal. Tapi untuk SUV 5-seater berukuran bongsor seperti ini, harganya masih cukup terjangkau, bahkan bisa dikatakan masih lebih murah dari kompetitor sekelasnya. Terlebih harganya ini sudah termasuk garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km, jadi konsumen nggak perlu khawatir soal itu.

Prosesnya Nggak Berbelit-belit
Kalaupun harus diganti dan masih ada garansi, proses penggantian baterainya dijamin nggak begitu rumit dari yang dibayangkan. Tinggal membawanya ke dealer resmi, diurus garansinya, melakukan penggantian baterai lama dengan baru, dan dipasang begitu saja. Prosesnya bisa memakan sehari atau dua hari, dan ini juga termasuk mengurusi berbagai macam dokumen, jadi nggak perlu khawatir kalau ingin mengganti baterai mobil.
Tentu mereka sudah tahu ada konsumen yang bakal menjual J5 EV kembali di pasar mobil bekas, namun garansinya masih melekat pada mobil dan nggak hangus begitu saja kalau dijual kembali. Jadi garansi baterainya bisa beralih dari pembeli pertama ke pembeli kedua, meski pembeli kedua harus mengurusnya lagi melalui dealer resmi kalau masih membutuhkannya. Ini bisa memberikan kemudahan bagi konsumen yang khawatir garansi baterai bisa hangus kalau dijual di pasar mobkas.

Baterai J7 dan J8
Selain Jaecoo J5 EV, J7 dan J8 SHS juga punya biaya penggantian baterai yang cukup mahal, masing-masing sebesar Rp 106 juta dan Rp 160 juta. Tapi kalau dilihat dari harganya, J7 dibanderol Rp 510 juta dan J8 Rp 828 juta, itupun selisih harganya dengan biaya penggantian baterainya sudah sangat jauh berbeda. Mungkin karena modelnya berupa mobil PHEV, sementara J5 EV berupa mobil listrik murni yang mengandalkan baterai sebagai sumber dayanya.
Biasanya baterai mobil dibanderol lebih mahal dari mobilnya sendiri, dan ini selalu menjadi penyebab mahalnya harga mobil ramah lingkungan di pasarnya. Kecuali kalau produsen mau merakitnya secara lokal, atau paling tidak mendapat baterai dari produsen yang punya pabrik disini. Tapi baru segelintir merek yang memakai baterai rakitan lokal, sementara yang lain terkadang harus memasoknya dari luar negeri.

Masih Laris Manis
Meski begitu, Jaecoo J5 EV tetap menjadi salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia sampai sekarang, dan catatan penjualannya juga cukup bagus. Setidaknya untuk sekarang, sebab rivalnya seperti BYD dan Chery masih bisa melawan balik dengan lini produk yang dijualnya, apalagi Sealion 7 dan M6 mulai terjual ribuan unit per bulan lagi seperti dulu. Seakan BYD belum mau menyerah setelah penjualan Atto 1 anjlok dalam beberapa bulan terakhir.
J5 EV masih menjadi lawan yang tangguh bagi rival di pasar BEV sampai sekarang, baik bag sesama model SUV maupun mobil jenis lainnya.






