Home Otomotif Honda Merugi Untuk Pertama Kalinya Dalam 7 Dekade, Gara-gara Mobil Listrik?

    Honda Merugi Untuk Pertama Kalinya Dalam 7 Dekade, Gara-gara Mobil Listrik?

    Honda eN1 EV Indonesia
    Honda eN1 EV Indonesia

    RiderTua.com – Meski mobil listrik bisa menjadi solusi untuk mengurangi emisi, ternyata tidak semua produsen bisa mendapat keuntungan dari mobil jenis ini. Malah ada yang merugi besar-besaran gara-gara BEV, dan ini tidak hanya diakibatkan perubahan tren secara mendadak di pasar global.

    Daftar Isi

    Mobil Listrik Kini Dianggap Kurang Menguntungkan?

    Honda seharusnya bisa memanfaatkan tingginya tren elektrifikasi di seluruh dunia dengan memperbanyak lini produknya. Mereka membawa beberapa model e:N ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, tapi sejauh ini baru satu model yang dihadirkannya disini dalam model e:N1, itupun mobilnya tidak dijual seperti mobil biasa, melainkan sebagai mobil sewaan. Ini karena mereka masih belum berani menjualnya sebelum mengetes pasarnya terlebih dahulu.

    Honda eN1 eNY1 EV Top Gear
    Honda eN1 eNY1 EV Top Gear

    Jelas ini membuatnya tertinggal dari kompetitornya yang sudah menjual banyak model BEV, bahkan merek senegaranya seperti Toyota sudah menjual dua mobil listrik disini. Ditambah lagi dengan dihentikannya insentif mobil listrik di Amerika Serikat, Honda benar-benar sudah jatuh ditimpa tangga dengan masalah yang dihadapinya. Mereka juga terlanjur memasang target penjualan BEV tahun 2030 yang terlalu tinggi dengan kondisi seperti sekarang.

    Meski merek otomotif asal Jepang ini merombak targetnya, mereka sudah terlanjur mendapat kerugian yang tidak sedikit. Bagaimana tidak, kerugiannya mencapai Rp 45 triliun sudah dianggap sebagai kerugian terbesar yang dialaminya selama 70 tahun, dan ini sudah menandakan kondisi yang sangat serius. Kalau mereka ngotot membuat mobil listrik, kerugiannya bisa lebih parah lagi dari sebelumnya, dan harus ada perbaikan untuk mengurangi dampak lebih buruk.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Honda 0 Series EV
    Honda 0 Series EV

    Produk BEV Dikurangi

    Tidak hanya merombak target penjualannya, mereka juga mengurangi beberapa model BEV konsepnya yang sudah terlanjur diperlihatkan ke publik. Dari tiga model 0 Series EV yang dikembangkannya, hanya 0 Alpha yang masih dipertahankan, sementara sisanya sudah tidak diteruskan pengembangannya. Mereka juga sempat menghentikan pengembangan model BEV untuk Acura yang dijadwalkan dirilis di AS setelah melihat kondisi pasarnya disana.

    Memang agak disayangkan kalau ada beberapa model yang dihentikan pengembangannya, tapi apa boleh buat, mereka harus menyetopnya agar menghindari kerugian lebih besar. Sementara itu, pasar mobil di AS mulai beralih ke model SUV dan pikap bermesin bensin dan berukuran bongsor, entah apakah Honda bakal ikut-ikutan membuat model anyar ini. Tentu nggak ada salahnya mereka memperkuat lini produk SUV-nya, tapi mereka harus melihat seperti apa model yang cocok untuk pasar tujuannya.

    Honda Super One Prototype EV carandbike
    Honda Super One Prototype EV carandbike

    Tetap Jualan di Indonesia?

    Belum jelas apakah ini bakal menganggu strategi penjualan model listriknya di Indonesia, mengingat mereka sudah menyiapkan satu model anyar disini. Model tersebut berupa Super One, yang diduga kuat bakal dinamai sebagai Brio EV setelah dirilis, dan dari tampilan modelnya sudah cukup menjanjikan. Ada juga 0 Alpha yang juga dipastikan bisa dijual disini, tapi karena modelnya dirakit di India, sepertinya mereka harus mengimpornya langsung dari sana.

    e:N1 seharusnya bisa menjadi lawan sepadan bagi sejumlah model SUV listrik di Tanah Air seperti Toyota bZ4X hingga Suzuki e Vitara. Termasuk beberapa model dari merek asal China seperti BYD Sealion 7, Geely EX5, Chery E5 dan J6, dan masih banyak lagi yang bisa menjadi rival tangguhnya. Tapi karena berupa mobil sewa, jelas e:N1 nggak bisa melawan rivalnya tersebut.

    Honda eN1 EV New Zealand
    Honda eN1 EV New Zealand

    Mungkin kelihatannya cukup sulit baginya untuk memulai penjualan model listriknya di Indonesia kalau pasarnya sudah terlanjur diramaikan oleh banyak kompetitor. Kalau sudah begini, mungkin mereka harus mencari waktu yang tepat untuk meluncurkan produk terbarunya. Baik Super One maupun 0 Alpha sepertinya harus menunggu sampai keduanya diluncurkan di pasarnya masing-masing dan menantang rival sekelasnya.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini