Home MotoGP Marah Besar! Pecco Bagnaia: Ini Bukan Human Error!

    Marah Besar! Pecco Bagnaia: Ini Bukan Human Error!

    Pecco Bagnaia Marah Besar Tendang Apa Saja Usai Crash di Le Mans
    Pecco Bagnaia Marah Besar Tendang Apa Saja Usai Crash di Le Mans

    RiderTua.com – Ducati habis di Le Mans bro! Setelah meraih pole position dan finis ke-2 dalam sprint race hari Sabtu, Pecco Bagnaia menjalani race utama hari Minggu di Le Mans dengan percaya diri. “Kami berhasil meningkatkan performa di setiap sesi latihan dan akhirnya mengamankan pole position. Saya memasuki race utama dengan sikap yang sangat positif,” ujarnya..

    Namun sayangnya, Pecco start dengan sangat buruk. Dari pole dia merosot ke posisi ke-5 di lap pembuka. Kemudian dia bangkit, terus melaju dan menyalip Fabio Di Giannantonio dan Pedro Acosta sampai ke posisi ke-2 di belakang Marco Bezzecchi yang saat itu memimpin. Juara dunia MotoGP 2 kali itu terus membayangi sahabatnya sekaligus calon rekan setimnya itu dan terlihat punya peluang untuk kembali meraih podium dalam race utama. Tapi kemudian dia mengalami masalah yang menggerus kepercayaan dirinya. Akhirnya Pecco kehilangan kendali atas bagian depan motornya dan crash di chicane (tikungan 3) pada lap ke-16 dari total 27 lap.

    β–ΆDaftar Isi

    Pecco Bagnaia: Ini Bukan Human Error …Tapi Hal Seperti Itu Bisa Saja Terjadi

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Francesco Bagnaia mengatakan, “Saya kembali melakukan start yang buruk. Tetapi saya mampu menyalip dengan mudah dan aman. Saat berada di belakang Bezzecchi, saya merasa memiliki pace yang lebih baik darinya dan yakin bisa mengejarnya.”

    Soal crash yang dialaminya, Pecco menjelaskan,Β “Sekitar 7 lap menjelang akhir, motor saya tidak stabil seperti sebelumnya. Saya kehilangan sedikit kepercayaan diri. Meski begitu saya mencoba mempertahankan pace yang sama. Dan di situlah semuanya malah semakin buruk sampai saya tidak bisa berbelok seperti yang saya inginkan.”

    Pecco akhirnya tahu apa penyebabnya. “Kami tahu kenapa saya bisa crash. Jadi tim langsung gercep bekerja untuk mengatasinya. Ini bukan human error, tapi hal seperti ini bisa saja terjadi,” imbuh rider asal Turin Italia itu merujuk pada crash yang dialaminya di pertengahan GP Spanyol di Jerez kemarin.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Pecco menambahkan, “Kami cepat sepanjang akhir pekan dan juga meraih pole position, hari ini kami juga cepat. Saya sangat percaya dengan pekerjaan yang kami lakukan. Saya optimis, kami akan membaik di Barcelona. Saya berharap bisa membuat kemajuan agar bisa setara atau bahkan lebih kuat dari Aprilia.”

    “Saya bangga dengan tim saya. Di Le Mans, kami jauh lebih memahami arah pengembangan kami dan area mana yang harus kami tingkatkan. Terlepas dari crash itu, saya melihat lebih banyak hal positif yang saya peroleh daripada hal negatif. Mungkin saya tidak mampu mengimbangi Jorge Martin, tapi saya yakin kami bisa bersaing untuk memperebutkan podium. Saya pulang dengan hati yang bahagia,” pungkas murid Valentino Rossi itu sambil tersenyum
    BTW, rekan setimnya Marc Marquez absen dalam balapan karena cedera setelah crash pada sprint race kemarin. Ini artinya, tim pabrikan Ducati Lenovo gagal mencetak poin dalam race utama di Le Mans.

    Pecco Bagnaia - Crash Le Mans
    Pecco Bagnaia – Crash Le Mans

    Pecco Bagnaia Marah Besar! Tendang Apa Saja Usai Crash di Le Mans

    Menurut saya wajar kalau Francesco Bagnaia benar-benar meledak emosinya usai crash di Le Mans kemarin masbroo… Pecco jatuh di lap 16 saat posisinya masih bertarung untuk podium, dan itu jelas bikin frustrasi luar biasa. Dari tayangan TV kelihatan banget dia jalan menuju garasi sambil menendang apa saja yang ada di depannya, mulai dari box pelindung bertuliskan β€œDOCTOR” milik marshal sampai kerucut lintasan di pinggir trek. Itu bukan sekadar marah biasa, tapi luapan emosi rider yang tahu betapa pentingnya setiap poin di musim yang lagi berat buatnya.

    Dan jujur saja, rasa putus asa itu sangat masuk akal. Kita bicara soal dua kali juara dunia MotoGP, rider yang secara teknis masih dianggap salah satu pembalap paling komplet di grid. Banyak tim pasti masih menginginkan sosok seperti Pecco karena kualitasnya memang nyata. Masalahnya sekarang, ketika motor, feeling depan, dan momentum tidak berjalan sinkron, tekanan mental pembalap level elite justru bisa jauh lebih besar dibanding rider biasa.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini