RiderTua.com – Untuk kalian yang rutin mampir ke RiderTua….. Kenan Sofuoglu menganalisa debut Toprak Razgatlioglu di GP Thailand, yang menurutnya cukup mengesankan mengingat motor yang ditungganginya masih baru dan masih dalam tahap pengembangan.
Toprak crash di lap terakhir dalam sprint hari Sabtu. Namun menurut Kenan, itu salah satu dari proses pembelajarannya. “Saya sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Toprak. Dia terjatuh, tetapi sebelumnya dia menjalani balapan yang luar biasa. Mengingat paket yang kami miliki, kami tidak bisa bermimpi terlalu tinggi. Sebelum crash, kami bersaing untuk menjadi Yamaha terbaik dan itu sangat positif. Crash itu juga berguna, karena terkadang kita perlu memahami batas kemampuan motor,” ujar manajer Toprak yang juga merupakan mantan pembalap itu.
Kenan Sofuoglu: 99 Persen Yakin Toprak Razgatlioglu akan Tetap Bersama Tim Pramac Tahun Depan

Kenan Sofuoglu mengaku bahwa dia sangat mengenal karakter Toprak Razgatlioglu, dan menyarankannya untuk menurunkan targetnya dan fokus pada pertarungan yang lebih realistis. “Saya menyarankannya untuk tidak melihat terlalu jauh ke depan atau ke pabrikan lain, karena itu dapat menciptakan tekanan. Kita perlu mengukur diri kita sendiri terhadap rekan-rekan kita, yaitu terhadap semua pembalap Yamaha. Kita tahu mereka kuat. Fabio Quartararo adalah juara dunia, Alex Rins pernah menang di MotoGP, begitu pula Jack Miller. Kita harus menggunakan mereka sebagai tolok ukur,” ungkap mantan juara dunia Supersport 5 kali itu.
Kenan menegaskan, “Persaingan sesungguhnya ada di internal Yamaha sendiri, karena kita belum memiliki paket yang kompetitif untuk bersaing melawan pabrikan lain. Targetnya adalah menang di dalam grup kita sendiri, yaitu menjadi pembalap Yamaha terbaik.”
Sofuoglu mengaku bahwa Toprak sempat frustrasi selama tes pramusim. “Toprak sangat kehilangan motivasi di Sepang, begitu pula dalam tes di Buriram. Selama 6 atau 7 tahun terakhir, dia selalu berada di 3 besar dan selalu naik podium. Tapi sekarang, podium berarti menjadi yang terbaik di timnya (Yamaha) sendiri,” ujarnya.

Rumor pasar pembalap sempat menghubungkan Toprak dengan tim lain. Kenan menegaskan bahwa kelanjutan kerjasama hampir pasti terjadi. “Ada banyak rumor, tetapi kami berada dalam struktur dengan level kelas atas seperti Pramac. Target kami adalah membawa Toprak ke level tertinggi. Saya 99 persen yakin bahwa Toprak akan tetap bersama tim ini tahun depan juga, karena kami bahagia dan kami bekerja sama dengan baik,” ungkap Kenan. Namun sejurus kemudian dia menambahkan bahwa kontrak tersebut bersifat terbuka dan mungkin ada minat dari tim pabrikan Yamaha, meskipun rencana awal tetap bersama tim saat ini.
Seandainya motor Toprak kompetitif, Kenan yakin El Turco akan memberikan hasil yang maksimal. “Jika kami memiliki paket terbaik, dia bisa berbuat lebih banyak. Saya berbicara tentang paket seperti Aprilia atau Ducati. Saat ini dengan paket Yamaha yang ada, kami tidak memiliki motor yang setara dengan merek-merek tersebut. Dengan paket ini, kemenangan sebenarnya adalah mengalahkan Yamaha lainnya,” pungkasnya.

Toprak finis di posisi ke-17 dalam race utama hari Minggu tertinggal lebih dari 39 detik dari pemenang Marco Bezzecchi (Aprilia) dan terpaut 8,371 detik dari Fabio Quartararo yang finis ke-14 sekaligus menjadi pembalap Yamaha terbaik di GP Thailand. Sementara Rins finis ke-15 dan Miller ke-18.
Masih ada 21 seri atau 42 balapan lagi, ada banyak kesempatan bagi Toprak untuk beradaptasi dengan baik musim ini. Balapan berikutnya akan digelar di Sirkuit Ayrton Senna Brasil pada 20-22 Februari mendatang. Tapi setidaknya Toprak dan rekan setimnya Miller berhasil memenangkan ‘Tuk-Tuk Chalenge’ di Thailand kemarin.









