RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua di mana pun berada, Suzuki Smash 115 Plus ABS dan Yamaha Finn adalah dua model yang sering dibandingkan, sama-sama menyasar penggunaan harian. Di pasar Thailand, segmen motor bebek 115cc masih sangat kuat karena terkenal irit, ringan, dan murah dirawat.
Secara konsep, keduanya mirip sebagai motor komuter sederhana. Tapi pendekatannya beda: Smash 115 Plus ABS tampil lebih modern dengan fitur keselamatan yang jarang di kelasnya, sementara Finn lebih fokus ke kesederhanaan, efisiensi, dan harga yang lebih terjangkau.
▶Daftar Isi
Suzuki Smash 115 Plus ABS: Bebek Modern dengan Fitur Safety Lebih Canggih

Suzuki Smash 115 Plus ABS dibekali mesin SEP dengan teknologi LEaP 1 silinder 112,8cc SOHC 2-katup FI berpendingin udara. Tenaga 9,25 hp pada 7.000 rpm dan torsi 9,10 Nm pada 6.500 rpm, dipadukan dengan transmisi semi-otomatis 4 percepatan. Mesin ini dikenal efisien dan cukup responsif untuk penggunaan harian.
Karakter mesinnya ringan dan mudah dikontrol, dengan tarikan yang cukup responsif di putaran bawah. Cocok untuk stop-and-go di perkotaan tanpa terasa berat atau boros.

Dari sisi sasis, Smash tetap menggunakan rangka sederhana dengan suspensi depan teleskopik dan belakang dual shock. Bobotnya hanya sekitar 97 kg, membuatnya sangat lincah dan mudah dikendarai di jalan sempit atau padat.
Keunggulan utama ada di fitur, seperti rem cakram depan-belakang dengan ABS (jarang di kelas bebek), panel full digital, dan sistem injeksi modern. Untuk harga di Thailand, motor ini berada di kisaran 59.900 Baht atau sekitar Rp 31,9 jutaan.
Yamaha Finn: Bebek Sederhana dengan Fokus Efisiensi dan Harga Lebih Murah

Yamaha Finn menggunakan mesin 1 silinder 114cc SOHC pendingin udara dengan tenaga 8,8 hp pada 7.000 rpm dan torsi 9,2 Nm pada 5.500 rpm. Dipadukan dengan transmisi semi-otomatis 4 percepatan. Secara performa, sangat mirip dengan Smash tapi sedikit lebih sederhana.
Karakter mesinnya halus dan sangat irit, dengan fokus utama pada efisiensi bahan bakar dan durability. Tarikan tidak agresif, tapi cukup untuk kebutuhan harian yang santai.

Dari sisi sasis, Finn menggunakan rangka underbone dengan suspensi teleskopik depan dan dual shock belakang. Bobotnya ringan dan ergonominya nyaman, membuatnya cocok untuk semua kalangan, termasuk pemula.
Fitur cenderung basic seperti panel analog atau semi-digital, lampu halogen sederhana, serta rem cakram depan dan tromol belakang tanpa ABS. Justru kesederhanaan ini membuatnya lebih murah dan mudah dirawat.
Untuk harga di Thailand, Yamaha Finn berada di kisaran 41.200 – 48.700 Baht atau sekitar Rp 21,9 – 25,9 jutaan, jauh lebih terjangkau dibanding Smash, menjadikannya pilihan ekonomis untuk komuter harian.
| Aspek | Suzuki Smash 115 Plus ABS | Yamaha Finn |
|---|---|---|
| Segmen | Bebek 115cc | Bebek 115cc |
| Mesin | 1 silinder 112,8cc SOHC 2-katup FI pendingin udara | 1 silinder 114cc SOHC pendingin udara |
| Tenaga | 9,25 hp pada 7.000 rpm | 8,8 hp pada 7.000 rpm |
| Torsi | 9,10 Nm pada 6.500 rpm | 9,2 Nm pada 5.500 rpm |
| Transmisi | Semi otomatis 4-percepatan | Semi otomatis 4-percepatan |
| Rangka & Suspensi | Teleskopik depan & Dual shock belakang | Teleskopik depan & Dual shock belakang |
| Bobot | 97 kg | 97 – 100 kg |
| Pengereman | Cakram depan & Tromol belakang, ABS | Cakram depan & Tromol belakang, UBS |
| Fitur | Panel digital, sistem ABS | Panel analog atau semi digital, fitur basic |
| Harga | 59.900 Baht (sekitar Rp 31,9 jutaan) | 41.200 – 48.700 Baht (sekitar Rp 21,9 – 25,9 jutaan) |







