Home MotoGP Gaji Dipotong Ducati? Pecco Bagnaia Diam-diam Sepakati Kontrak 4 Tahun dengan Aprilia!

    Gaji Dipotong Ducati? Pecco Bagnaia Diam-diam Sepakati Kontrak 4 Tahun dengan Aprilia!

    Massimo Rivola - Pecco Bagnaia
    Massimo Rivola - Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Massimo Rivola tetap bungkam, meski di luar sana rumor Aprilia bakal merekrut Pecco Bagnaia untuk 2027 dan seterusnya santer diberitakan. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, berbagai sumber mengindikasikan bahwa kesepakatan telah tercapai antara juara dunia MotoGP 2 kali itu dengan pabrikan asal Noale tersebut. Kabarnya, kontrak akan berdurasi 4 tahun dengan hanya 2 tahun pertama yang dijamin sementara sisanya atau 2 tahun berikutnya akan bergantung pada performa..

    Setelah meraih gelar dunia MotoGP untuk Ducati selama 2 tahun berturut-turut pada 2022 dan 2023, Pecco tak mampu mempertahankan gelarnya pada 2024 dan harus mengaku kalah dari Jorge Martin (waktu itu masih bersama tim Pramac). Musim 2025 juga berjalan buruk untuk rider asal Turin Italia itu. Dia kesulitan beradaptasi dengan Desmosedici GP25 dan kalah telak dari rekan setim barunya Marc Marquez. Pecco merampungkan musim 2025 hanya di peringkat 5 dalam klasemen. Jelas, hasil yang sangat buruk untuk pembalap sekaliber dia..

    Ducati Membuang, Aprilia Menampung: Misi Massimo Rivola ‘Menghidupkan Kembali’ Kejayaan Pecco Bagnaia!

    Pecco Bagnaia - Aprilia
    Pecco Bagnaia – Aprilia

    Buruknya performa Pecco Bagnaia di musim 2025, membuat Ducati tidak lagi mendukungnya. Bahkan rumornya, dia akan diganti Pedro Acosta mulai 2027. Namun pihak Ducati tak mau dibilang sengaja mendepak Pecco, mereka berdalih hanya Pecco yang berhak memutuskan masa depannya. Faktanya, Ducati menawarkan perpanjangan kontrak namun dengan gaji yang dipotong. Jelas Pecco emoh donk! Itulah alasan kenapa Pecco akhirnya merapat ke Aprilia.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Meski tidak menyebut nama Pecco secara langsung, Massimo Rivola menegaskan bahwa perubahan tim bisa berdampak positif untuk pembalap. “Perubahan bisa membawa manfaat. Pada akhirnya, kami senang mendatangkan pembalap dari pabrikan lain dan menghidupkan kembali kariernya,” tegas CEO Aprilia Racing itu.

    Pernyataan Rivola ini memperkuat citra Aprilia sebagai tim yang mampu mengangkat kembali performa pembalap yang sedang stagnan atau sedang mengalami fase sulit dalam karirnya. Contoh paling nyata adalah Marco Bezzecchi, yang mengalami kesulitan pada musim 2023 di tim VR46 Ducati. Setelah bergabung dengan Aprilia, rider berusia 27 tahun itu justru kembali kompetitif. Performanya melesat tajam hingga meraih 5 kemenangan beruntun. Sebuah rekor yang hanya ditorehkan pembalap legendaris seperti Marc Marquez atau Valentino Rossi di era MotoGP modern. Saat ini Bezzecchi memimpin klasemen setelah menjalani 3 seri pertama musim 2026.

    Pecco Bagnaia - Aprilia - Marco Bezzecchi
    Pecco Bagnaia – Aprilia – Marco Bezzecchi

    Pembalap lain yang ikut merasakan ‘tangan dingin’ Aprilia adalah Jorge Martin. Meski hubungan Aprilia dan Martin sempat memanas dan bahkan Martin ingin hengkang dari Aprilia untiuk bergabung dengan Honda, namun kini semuanya sudah berubah menjadi lebih harmonis. Usai pulih dari cedera parah, kini juara dunia MotoGP 2024 itu konsisten naik podium bersama RS-GP dan saat ini menempati peringkat 2 dalam klasemen.

    Rivola menjelaskan, “Bagi kami, Jorge semacam gambling dan kami akhirnya memenangkan taruhan itu. Terlepas dari semua masalah, kami selalu percaya padanya. Sikap tenang Martin sekarang adalah ‘buah’ dari sikap Aprilia, yang tidak pernah meninggalkannya saat dia terpuruk. Justru kami tetap mendukungnya dan menyelamatkannya dari pengambilan keputusan yang terburu-buru.”

    Pecco Bagnaia - Aprilia
    Pecco Bagnaia – Aprilia

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini