RiderTua.com – Salam satu aspal buat pembaca setia RiderTua sekalian. Toprak Razgatlioglu belum mencetak poin usai menjalani 2 seri pertama MotoGP musim 2026 di Thailand dan Brasil. Pada seri ke-3 di Amerika akhir pekan ini, satu-satunya pengalaman rookie tim Pramac Yamaha itu di COTA adalah ketika dia berkompetisi di Red Bull Cup pada 2013 silam.
“Saya pertama kali balapan di sini pada 2013 di Rookies Cup. Tahun lalu, kami mengadakan tes di sini dengan BMW, di mana saya melahap sekitar 20 lap. Saya mengenal trek ini dan saya menyukainya. Saya akan melihat, bagaimana hasilnya dengan motor MotoGP. Lintasannya unik dengan banyak tanjakan dan turunan, terutama sektor pertama yang sangat sulit. Setelah melibas 5 lap, akan terasa berat bagi fisik seorang pembalap. Tapi target saya selalu untuk meraih hasil yang baik. Kami selalu memberikan yang terbaik,” ujar juara dunia WSBK 3 kali itu.

Toprak Razgatlioglu: Bukan Lagi Beradaptasi dengan Motor, Tapi Kali Ini dengan Ban Michelin
Selain lay outnya yang menantang, permukaan aspal di COTA juga bergelombang. “Tahun lalu saat saya balapan di sini dengan BMW, saya tidak merasakan banyak guncangan. Tapi dengan motor MotoGP pasti akan sangat berbeda. Kita lihat saja pada hari Jumat bagaimana rasanya. Saya harus mencoba dulu dengan motor ini,” imbuh Toprak Razgatlioglu.
Setelah menjalani 2 seri pertama, apakah Toprak merasakan kemajuan? “Sekarang saya merasa lebih baik dengan motornya, tapi saya masih merasakan sensasi yang sangat aneh dengan bannya. Saya sudah mulai terbiasa dengan ban depan, tetapi ban belakang berperilaku sangat aneh. Hanya saja rentang kerjanya sangat sempit untuk memanfaatkan potensinya. Saya masih mencoba mempelajari cara menggunakannya karena masalah terbesar saya adalah grip ban belakang. Semua pembalap memiliki masalah yang sama dengan ban depan. Tetapi saat berakselerasi keluar dari tikungan, rider lain dapat membuat perbedaan. Saya tidak dapat menemukan grip lagi dan sulit untuk mengelola ban,” jelas rider asal Turki itu.

Toprak menekankan bahwa saat ini fokusnya bukan lagi beradaptasi dengan motor MotoGP. “Motornya sudah oke, sekarang saya sudah memahami karakter motor MotoGP. Sekarang saya harus beradaptasi dengan ban, bukan lagi dengan motornya. Tahun ini saya belajar banyak hal, tetapi tahun depan semuanya akan berbeda lagi,” ujar rider berusia 29 tahun itu.
Toprak melanjutkan, “Itu cukup berat bagi saya. Saat ini saya beradaptasi dengan ban, sistem ride height device, dan hal-hal lain. Tapi tahun depan semua itu tidak akan ada. Namun seperti biasa, saya akan mencoba memberikan yang terbaik di setiap balapan akhir pekan. Ini sulit bagi saya, karena saya sangat kompetitif di Superbike. Mengimbangi para pembalap Yamaha saja sangat sulit.”

Dalam klasemen sementara, Fabio Quartararo masih menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan menempati peringkat 16 dengan perolehan 6 poin. Sementara Alex Rins di peringkat 18 dengan 3 poin, sedangkan Toprak dan rekan setimnya di tim Pramac Jack Miller belum mengumpulkan poin.








