Home MotoGP Pecco Bagnaia dan Beberapa Pembalap Mengaku Bahwa Mereka Tidak Selalu Menggunakan Ride...

    Pecco Bagnaia dan Beberapa Pembalap Mengaku Bahwa Mereka Tidak Selalu Menggunakan Ride Height Device

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Bro-Sis pembaca RiderTua. Dalam sprint race di Sepang tahun lalu, ride height device (perangkat pengatur ketinggian motor) milik Pecco Bagnaia tidak berfungsi. Namun anehnya, rider Ducati Lenovo tersebut masih bisa meraih kemenangan. Pecco menjelaskan bahwa tanpa ride-height-device suspensi bisa bergerak lebih bebas, yang kadang justru membantu ketika grip rendah.

    “Jujur, saya cukup khawatir saat itu. Tetapi kemudian saya melihat catatan waktu dan saya cukup kaget. Saya sangat cepat. Penggunaan perangkat tersebut juga sangat bergantung pada karakter trek. Setiap trek berbeda. Di sini tingkat cengkeramannya sangat rendah, jadi lebih baik suspensi belakang (travel suspensi) punya pergerakan lebih besar. Di trek lain di mana gripnya bagus, tanpa ride-height-device, akselerasinya justru jauh lebih lambat,” ungkap juara dunia MotoGP 2 kali itu.

    Pecco Bagnaia dan Beberapa Pembalap Mengaku Bahwa Mereka Tidak Selalu Menggunakan Ride Height Device

    Dalam kondisi trek kering atau normal wheelie (roda depann terangkat) biasanya menjadi batasan akselerasi terbesar, bukan wheel spin (roda belakang spin). ride-height-device bekerja dengan menurunkan bagian belakang motor saat keluar tikungan dan akselerasi. Dampaknya menurunkan pusat gravitasi dan memungkinkan lebih banyak torsi untuk disalurkan ke ban belakang sebelum motor mulai melakukan wheelie. Namun ternyata perangkat ini tidak selalu menguntungkan dalam semua kondisi.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Pada balapan pembuka musim 2026 di GP Thailand, daya tahan ban untuk balapan 26 lap dalam kondisi cuaca yang panas, menjadi fokus utama. Hal ini seperti yang dialami Joan Mir yang terpaksa mundur dari balapan karena bannya aus parah di tahap akhir balapan. Beberapa pembalap juga mengeluhkan kesulitan mengatasi wheelspin di gigi ke-4 dan ke-5 selama lap-lap terakhir. Masalahnya, meskipun ride height device memberikan performa yang lebih baik secara keseluruhan, namun perangkat ini juga memberikan tekanan yang lebih besar pada ban belakang.

    Rekan setimnya di Honda Castrol Luca Marini menjelaskan, “Perkembangan teknologi motor MotoGP sekarang termasuk winglet atau aerodinamis, membuat ban bekerja sangat keras terutama saat cuaca sangat panas seperti di Buriram.”

    Apakah Marini mencoba menghemat ban belakang dengan tidak selalu menggunakan ride height device? “Ya, tetapi kami banyak bermain dengan ride height device selama balapan, karena kami sudah memahami segalanya. Sebelum turun ke lintasan tim benar-benar melalukan analisis dengan sangat detail, yang mencakup suhu ban di setiap bagian trek dan kondisi di setiap tikungan.”

    “Hal dilakukan untuk memahami di bagian mana kita bisa gas pol dan di bagian mana tidak. Saya tidak ingin membocorkan rahasia kami, tetapi kami mencoba menggunakannya dengan cara yang tepat. Kami mengoptimalkan semuanya,” jawab adik legenda Valentino Rossi itu sambil tersenyum.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Di sisi lain, Enea Bastianini justru lebih terbuka soal hal tersebut. “Ya, saya tidak menggunakan ride height device sepanjang balapan. Terutama di Tikungan 3 (hairpin). Bagi saya, itu terlalu berlebihan,” tegas rider tim Tech3 KTM itu.

    2 pembalap tim pabrikan KTM, Pedro Acosta dan Brad Binder terlihat keluar dari tikungan tajam (hairpin) juga tanpa mengaktifkan ride height device. “Kadang dipakai, kadang tidak.Β Semuanya tergantung pada kondisi ban saat itu. Kalau ban banyak spin, ketika bagian belakang diturunkan maka spinnya bisa semakin parah. Tapi kalau ban sudah mencengkeram aspal dengan baik, maka menurunkan bagian belakang tidak akan menjadi masalah,” ungkap Binder.

    Alex Marquez membenarkan ucapan Binder. “Ya, kami sedikit bereksperimen dengan ride height device agar ban belakang tidak terlalu panas,” ujar rider Gresini Ducati itu.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Tim MotoGP juga dapat menyetel berbagai parameter pada sistem ride height device misalnya kapan sistem aktif saat keluar tikungan, seberapa cepat bagian belakang turun, dan seberapa rendah posisi akhirnya. Selain itu juga ada Holeshot Device yaitu sistem yang menurunkan motor dengan lebih ekstrem tapi hanya digunakan untuk start balapan saja. Sistem ini juga bisa diatur pada ketinggian yang berbeda tergantung pada tingkat grip lintasan.

    BTW, ketika era MotoGP yang baru dimulai pada 2027 dengan mesin 850cc, penggunaan ride height device akan dilarang sepenuhnya dan aerodinamis juga akan dibatasi. Ini artinya, peran pembalap akan semakin menonjol dibandingkan motor.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini