RiderTua.com – Salam satu aspal buat pembaca setia RiderTua sekalian, CFMoto XO Papio Racer dan Honda Monkey 125 merupakan dua motor mini yang memiliki keunikan tersendiri. Keduanya mengusung gaya retro, meski memang berbeda arahnya yang cukup jauh.
Keduanya sama-sama memakai mesin sekitar 125cc, ukuran bodi kompak, serta desain retro yang unik. XO Papio Racer tampil seperti mini sportbike bergaya balap 1980-an yang futuristis. Sementara Monkey 125 mempertahankan gaya klasik ikonik yang sudah dikenal sejak era 1960-an.
▶Daftar Isi
CFMoto XO Papio Racer: Mini Sportbike Retro dengan Fitur Modern

CFMoto XO Papio Racer menggunakan mesin 1 silinder 126cc dengan sistem EFI (injeksi) pendingin udara. Mesin ini menghasilkan tenaga sebesar 9,4 hp pada 8.250 rpm dan torsi puncak 9,2 Nm pada 6.500 rpm, dipadukan dengan transmisi manual 6-speed dan penggerak rantai.
Karakter mesin ini cukup responsif di putaran menengah dan dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang fun di kecepatan kota. Motor ini pakai rangka steel tube dengan suspensi depan upside-down (USD) dan monoshock belakang.

Sistem pengereman sudah menggunakan cakram depan 210 mm dan belakang 190 mm dengan ABS Dual-Channel, sesuatu yang cukup jarang pada mini bike di kelasnya. Bobotnya 114 kg, dengan tinggi jok 760 mm dan tangki bahan bakar 7 liter, membuatnya mudah dikendarai oleh berbagai postur pengendara.
Papio Racer juga menawarkan desain yang sangat khas. Full fairing kecil dengan mini winglet dan lampu LED berbentuk “XO” memberi kesan seperti mini superbike. Panel instrumen LCD full-digital 3 inci untuk menampilkan informasi dasar kendaraan.
Kalau yang dari pabrikan asal Tiongkok ini dijual dengan harga yang lebih menarik buat kelasnya, yakni banderolnya sebesar 8.888 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 38,2 jutaan.
Honda Monkey 125: Mini Bike Ikonik dengan Karakter Fun Ride

Honda Monkey 125 menggunakan mesin 1 silinder 124cc SOHC dengan sistem injeksi PGM-FI pendingin udara. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimal 9,4 hp pada 6.750 rpm dan torsi sampai 10,7 Nm pada 5.500 rpm, dipadukan dengan transmisi manual 5-speed.
Mesin ini dirancang untuk memberikan torsi kuat di putaran bawah sehingga terasa santai dan mudah dikendarai di jalan kota. Dari sisi sasis, Monkey menggunakan steel backbone frame dengan suspensi depan USD fork dan suspensi belakang dual shock.

Bobotnya hanya 104 kg dengan tinggi jok 775 mm, menjadikannya sangat ringan dan mudah dikendalikan. Sistem pengereman menggunakan cakram depan 220 mm dengan ABS berbasis IMU, serta cakram belakang 190 mm.
Ciri khas utama Monkey 125 tentu saja desainnya yang ikonik. Tangki berbentuk tetesan air, jok tebal, serta setang tinggi membuat tampilannya sangat retro dan playful. Walau kecil, kualitas finishing dan detail krom menjadi salah satu alasan mengapa Monkey sering dianggap sebagai mini bike premium.
Dulu, motor mini dari pabrikan sayap mengepak ini pernah meluncur di Malaysia dengan banderol sebesar 13.999 Ringgit atau jika dikonversikan menjadi sebesar Rp 60,2 jutaan.
| Aspek | CFMoto XO Papio Racer | Honda Monkey 125 |
|---|---|---|
| Segmen | Mini sportbike retro | Mini bike retro klasik |
| Mesin | 4-tak 1 silinder pendingin udara | 4-tak 1 silinder SOHC pendingin udara |
| Kapasitas | 126 cc | 124 cc |
| Sistem Bahan Bakar | EFI (injeksi) | PGM-FI (injeksi) |
| Tenaga | 9,4 hp @ 8.250 rpm | 9,4 hp @ 6.750 rpm |
| Torsi | 9,2 Nm @ 6.500 rpm | 10,7 Nm @ 5.500 rpm |
| Transmisi | Manual 6-percepatan | Manual 5-percepatan |
| Sistem Penggerak | Rantai | Rantai |
| Suspensi Depan | Upside-down fork | Upside-down fork |
| Suspensi Belakang | Monoshock | Dual shock |
| Sistem Rem | Cakram depan 210 mm & belakang 190 mm, ABS Dual-Channel | Cakram depan 220 mm (ABS IMU) & belakang 190 mm |
| Bobot | 114 kg | 104 kg |
| Tinggi Jok | 760 mm | 775 mm |
| Kapasitas Tangki | 7 liter | 5,6 liter |
| Panel Instrumen | LCD full digital 3 inci | Full digital bulat klasik |
| Pencahayaan | Full LED | Full LED |
| Karakter Desain | Mini sportbike ala balap 1980-an dengan fairing kecil dan winglet | Mini bike klasik ikonik sejak era 1960-an |
| Harga (Malaysia) | 8.888 Ringgit (sekitar Rp 38,2 jutaan) | 13.999 Ringgit (sekitar Rp 60,2 jutaan) |







