Home MotoGP Pecco Bagnaia: Karena Menjadi Bagian dari VR46 Academy, Otomatis Saya Menarik Perhatian...

    Pecco Bagnaia: Karena Menjadi Bagian dari VR46 Academy, Otomatis Saya Menarik Perhatian Fans-nya Rossi Tapi Juga Hatersnya

    Pecco Bagnaia - Valentino Rossi
    Pecco Bagnaia - Valentino Rossi

    RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua pecinta otomotif dan balap. Tahun lalu Pecco Bagnaia mengalami musim yang buruk untuk pertama kalinya sebagai pembalap pabrikan Ducati. Dia menyelesaikan musim hanya di peringkat 5 dalam klasemen. Jelas situasi ini sangat jomplang jika dibandingkan pada 2022 dan 2023 dimana Pecco meraih gelar dunia MotoGP untuk Ducati. Bahkan dia berhasil mengakhiri paceklik gelar pabrikan asal Borgo Panigale itu yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Ducati terakhir kali meraih juara dunia pada 2007 oleh Casey Stoner.

    Banyak yang menduga jika kemerosotan Pecco di musim 2025 disebabkan oleh kedatangan rekan setim barunya Marc Marquez yang merupakan juara dunia 8 kali (waktu itu). Ternyata meski berstatus juara dunia, Pecco tampaknya tidak bisa mematahkan ‘mitos’ bahwa rekan setim Marquez pasti ‘hancur’. Seperti yang menimpa beberapa pembalap yang pernah menjadi rekan setim Marquez di Honda.

    Pecco Bagnaia: Karena Menjadi Bagian dari VR46 Academy, Otomatis Saya Menarik Perhatian Fans-nya Rossi Tapi Juga Hatersnya

    Pecco Bagnaia - Valentino Rossi - Marco Bezzecchi
    Pecco Bagnaia – Valentino Rossi – Marco Bezzecchi

    Namun Pecco Bagnaia sendiri menbantah asumsi tersebut. Dia menegaskan bahwa apa yang terjadi di musim 2025 adalah murni kesalahannya. Kini dia menyadari kesalahannya itu dan mengambil banyak pelajaran dari musim lalu. Salah satu kesalahannya adalah kurang menghargai hasil yang dia capai. Dan ternyata, kesalahannya ini juga dilihat oleh sang guru Valentino Rossi.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    “Vale menyarankan agar saya lebih menikmati hasil yang saya raih. Salah satu kesalahan saya adalah saya merasa kesal pada diri sendiri bahkan setelah finis di posisi ke-3,” ungkap rider asal Turin Italia itu.

    Rumornya, Ducati jauh lebih memperhatikan Marquez ketimbang Pecco. Namun juara dunia MotoGP 2 kali itu membantah rumor tersebut. “Saya menerima dukungan yang luar biasa dari tim. Mereka tidak punya alasan untuk mempersulit hidup saya. Itu akan menjadi sesuatu yang gila,” tegas rider berusia 29 tahun itu.

    Menurut Pecco, perbedaan performa sebenarnya lebih disebabkan oleh kemampuan adaptasi yang luar biasa Marquez terutama dengan Desmosedici GP25. Di saat Marquez memenangkan banyak balapan di berbagai trek berbeda, Pecco justru kesulitan menemukan ritmenya di beberapa trek balap.

    Pecco Bagnaia - Valentino Rossi
    Pecco Bagnaia – Valentino Rossi

    “Marc selalu menunjukkan bahwa dia tahu bagaimana cara beradaptasi, tetapi hanya sampai batas tertentu karena pada akhirnya dia meninggalkan Honda. Gaya balapnya memungkinkannya untuk memaksimalkan motor yang sangat responsif saat pengereman. Dia sangat bagus dalam hal itu. Duet GP25 dengan dirinya, sangat mendominasi. Dia memenangkan banyak balapan, sementara saya mengalami kesulitan yang luar biasa,” ujar Pecco.

    Alih-alih berkecil hati, Pecco justru melihat situasi tersebut sebagai kesempatan belajar. “Saya ingin menjadikannya motivasi. Dia dan Valentino termasuk di antara pembalap terbaik dalam sejarah. Kita hanya bisa belajar dari pembalap sekaliber mereka,” imbuh Pecco.

    Apa reaksi Pecco ketika Ducati memberitahunya bahwa Marquez akan rekan setimnya pada 2025? “Ketika mereka memberitahu saya bahwa dia akan bergabung dengan tim, saya bilang itu tidak masalah bagi saya. Saya tidak pernah memiliki masalah dengan rekan setim saya. Marc adalah orang yang cerdas. Sejak awal kami memiliki hubungan yang baik. Kami sering bertukar ide. Bahkan dia pernah memberi saya beberapa nasihat dan saran,” jawab putra Pietro Bagnaia itu.

    Pecco Bagnaia - Valentino Rossi
    Pecco Bagnaia – Valentino Rossi

    Sebagai murid Rossi yang merupakan musuh bebuyutan Marquez, apakah Pecco merasakan dampaknya dalam hubungannya dengan Baby Alien? “Sebagai bagian dari Akademi, otomatis kita tidak hanya menarik perhatian fans terbesar Vale, tetapi juga hatters-nya. Jumlah mereka sedikit, tetapi sangat keras. Saya juga membawa ‘beban’ dari kejadian 2015, walaupun itu sebenarnya tidak adil,” pungkasnya, merujuk pada bentorkan antara Rossi vs Marquez di GP Malaysia atau yang kerap disebut ‘Sepang clash’ yang terjadi pada 2015. Kejadian tersebut membuat hubungan kedua bintang MotoGP itu retak hingga hari ini.

    Kemungkinan besar, Pecco masih menjadi bayang-bayang Marquez musim ini. Usai GP Thailand, Pecco hanya mampu mencetak 8 poin dan berada di peringkat 10 dalam klasemen, sementara Marquez menempati peringkat 8 dengan perolehan 9 poin (finis ke-2 dalam sprint dan gagal finis di race utama). Tahun depan, rumornya Pecco akan pindah ke Aprilia. Hal ini dia lakukan setelah Ducati memberinya opsi, jika ingin bertahan maka gajinya harus dipangkas. Dan kabarnya Ducati merekrut Pedro Acosta sebagai pengantinya.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini