Home MotoGP Pecco Bagnaia: MotoGP Ganti Pemilik, Jangan Hilangkan DNA MotoGP!

    Pecco Bagnaia: MotoGP Ganti Pemilik, Jangan Hilangkan DNA MotoGP!

    Pecco Bagnaia, Francesco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – RiderTua readers sekalian. Dalam sebuah podcast Pecco Bagnaia mengatakan bahwa di bawah kepemilikan Liberty Media, MotoGP berpotensi menjadi lebih besar. Tapi pada saat yang sama, rider Ducati Lenovo itu menekankan bahwa balap motor kelas utama tidak boleh kehilangan jati dirinya.

    “Mereka berhasil merevolusi Formula 1, dan saya harap mereka juga akan melakukan pekerjaan yang sama hebat di sini. MotoGP lebih otentik, berada di level performa tertinggi, dan merupakan olahraga yang memacu adrenalin. Olahraga ini dapat diakses oleh semua orang dan menurut saya itulah DNA yang seharusnya tidak diubah,” ujar juara dunia MotoGP 2 kali itu.

    Pecco Bagnaia: MotoGP Ganti Pemilik, Jangan Hilangkan DNA MotoGP!

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Pada pertengahan 2025, Liberty Media mengakuisisi saham mayoritas Dorna Sports (sekarang berganti nama menjadi MotoGP Sports Entertainment Group). Dengan demikian, media raksasa asal Amerika Serikat tersebut akan memegang kendali MotoGP secara komersial. Liberty Media melakukan hal sama pada 2017 ketika perusahaan tersebut masuk ke Formula 1. Sejak saat itu Formula 1 mengalami perubahan yang sangat besar, baik secara ekonomi maupun media, dan balapan ‘jet darat’ tersebut terus berkembang pesat dan naik ke level yang lebih baik.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Untuk itulah, MotoGP diprediksi bakal mengalami hal yang sama. Namun banyak juga yang khawatir, balap motor kelas utama akan berubah drastis dan semakin jauh dari jati dirinya. Memang, di Formula 1 Liberty berhasil menunjukkan bagaimana sebuah seri balap dapat disajikan secara lebih efektif sebagai produk hiburan. Mereka membuat event besar, menambahkan berbagai pertunjukan di sekitar balapan, dan lebih menekankan pada pengalaman untuk para penggemar. Langkah tersebut berhasil mengubah citra dan suasana balapan akhir pekan.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Pecco tak menampik bahwa pendekatan tersebut, sukses besar. Tapi rider berusia 29 tahun itu juga menekankan adanya perbedaan besar antara MotoGP dan F1. “Akhir pekan di Formula 1 seperti sebuah festival, balapannya sendiri nyaris hanya sebagai pelengkap. Mereka berhasil menciptakan pesta besar di sekitar balapan. Sedangkan kami, kami lebih mengutamakan balapan. Tetapi balapan kami lebih baik dan lebih spektakuler,” tegas Pecco.

    Seberapa besar Liberty akan mengubah cara penyajian MotoGP di masa depan sudah mulai terlihat dari beberapa keputusan terkait kalender. Yang belakangan menimbulkan pro dan kontra adalah dicoretnya sirkuit legendaris Phillip Island dan diganti Adelaide Street Circuit yang merupakan trek balap yang terletak di tengah kota. Phillip Island banyak disukai pembalap, namun sayangnya jumlah penonton di bawah ekspektasi, cuaca tidak bisa diprediksi dengan tepat, dan gangguan dari hewan liar adalah sisi buruk dari Phillip Island. Selain itu, fasilitas dan paddock mereka sudah ketinggalan zaman. 10 tahun lalu, Dorna sudah meminta mereka untuk memperbaikinya namun tak kunjung dikerjakan.

    Carmelo Ezpeleta MotoGP
    Carmelo Ezpeleta MotoGP

    Liberty Media yakin pindahnya GP Australia ke Adelaide akan menghasilkan event yang jauh lebih besar dengan lebih banyak penggemar, program pendukung yang lebih luas, dan perhatian internasional yang lebih besar.

    Keseimbangan inilah yang ditekankan Pecco Bagnaia. Di satu sisi, pertumbuhan dan ekspansi pasar baru. Di sisi yang lain, balap motor murni dan otentik yang sudah menjadi ciri khas MotoGP selama puluhan tahun. Apakah Liberty mampu menggabungkan 2 hal ini tanpa merusak jati diri MotoGP?

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini