RiderTua.com – Apes benar nasib Joan Mir di MotoGP Portugal akhir pekan lalu. Setelah menempati posisi ke-7 tepat di belakang Johhan Zarco di kualifikasi, semua tampak menjanjikan dan rider tim pabrikan Honda itu opmitis bakal meraih hasil yang memuaskan pada dua balapan di Portimao.
Namun faktanya itu hanya angan belaka. Mir dua kali DNF gara-gara motornya rusak. Dalam sprint koplingnya bermasalah, kemudian dalam race utama sistem elektroniknya tidak berfungsi. “Start saya baik-baik saja. Tetapi tak lama kemudian, saya mendapat serangkaian peringatan di dashboard. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tetapi saya yakin masalah teknis apapun merupakan masalah besar bagi Honda. Mereka akan menganalisisnya,” ungkap juara dunia MotoGP 2020 itu.

Joan Mir : Saya Yakin Masalah Teknis Apapun Merupakan Masalah Besar Bagi Honda
Menurut Mir, tetap melanjutkan balapan bukanlah pilihan yang tepat. “Monitor pada dasbor menunjukkan peringatan, dan tenaganya juga berkurang. Jadi tidak ada gunanya melanjutkan balapan,” tegas rider asal Mallorca Spanyol itu.
Dalam race hari Minggu Johann Zarco finis di posisi ke-9, rekan setimnya Luca Marini finis di posisi ke-11, dan Somkiat Chantra ke-18 atau kedua dari belakang. “Saya tidak ingin mengklaim saya lebih baik dari rekan-rekan saya, tetapi saya mampu bersaing di setiap sesi termasuk balapan yang berlangsung sangat ketat. Namun 3 besar memang sangat kuat. Dari segi performa, kami tidak mengalami akhir pekan yang buruk mengingat betapa ketatnya persaingan,” imbuh Mir.

Meski sering gagal finis lantaran crash atau mengalami masalah teknis musim ini, Joan Mir berhasil meraih podium di Jepang dan Malaysia. Saat ini dia berada di peringkat 15 dengan 93 poin dalam klasemen, tertinggal 40 poin dari Marini yang menempati peringkat 13 dengan 133 poin.
Setelah sering jatuh akibat kesalahan sendiri atau ditabrak pembalap lain..kini Mir juga apes motornya ‘mogok’ dua kali…







