RiderTua.com – Maverick Vinales melakukan upaya comeback pada balapan kandangnya di MotoGP Catalunya akhir pekan lalu, setelah cedera dan absen dalam 4 seri terakhir. Start dari posisi ke-22, rider Tech3 KTM itu langsung naik 3 posisi dan diuntungkan oleh beberapa pembalap yang crash selama balapan 24 lap. Pada akhirnya dia melewati garis finis di posisi ke-13 tertinggal 22,8 detik dari pemenang Alex Marquez. Meski hanya mencetak 2 poin, namun itu sangat berarti untuknya.
“Tidak semudah yang saya perkirakan. Tapi saya sudah menduga akan merasakan sakit yang lebih parah. Hari Senin, saya masih ragu apakah saya mampu berkompetisi di balapan. Hari Selasa, saya berlatih dengan mengendarai motor 600cc dan berpikir mungkin saya bisa membalap. Saya memutuskan untuk mencobanya akhir pekan ini. Akhirnya saya bisa melahap banyak lap. Bisa menyelesaikan seluruh balapan, itu sangat bagus. Treknya tidak terlalu menuntut fisik, tapi tetap saja itu pertanda baik,” jelas Vinales.
Maverick Vinales : 3 KTM Berada di Depan, Itu Memotivasi Saya untuk Terus Bekerja Keras dan Melawan Rasa Sakit

Bahu yang baru saja dioperasi memang sedikit membatasi Vinales dalam balapan. Meski begitu dia menilai situasinya secara positif. “Saya senang bisa menyelesaikan seluruh akhir pekan. Penting untuk menambah kilometer dan memahami bagaimana rasanya setiap hari. Usai balapan, jelas saya merasakan sakit. Tapi saya sudah menduga akan merasakan sakit yang lebih parah. Rasa sakitnya masih wajar dan saya bisa membalap dengan baik. Tapi tentu saja, saya memiliki keterbatasan tertentu. Itu pertanda baik. Kami akan mencoba lagi di Misano dan semoga nanti bisa lebih kuat,” jelas rider berjuluk Top Gun itu.
Maverick Vinales memanfaatkan jeda singkat selama beberapa hari kedepan hingga GP Misano akhir pekan ini untuk memulihkan performanya. “Saya penasaran, apakah saya bisa angkat beban sekarang. Perubahan arah di sirkuit Barcelona, sulit bagi saya. Saya juga kesulitan bersembunyi di balik fairing di trek lurus terakhir. Lintasan lurus terakhir adalah bagian terburuk bagi saya. Saya tidak bisa sepenuhnya bersembunyi di balik fairing dan hanya memegang motor dengan satu tangan. Ketika motor mulai tidak stabil, saya berdoa agar motor saya kembali stabil,” ungkapnya.

Ada satu momen yang mengejutkannya sehingga membuat Vinales sempat kesakitan. “Ada momen ketika Diggia jatuh di depan saya. Saya harus segera meluruskan motor untuk menghindarinya. Rasa sakitnya sangat luar biasa. 2 atau 3 lap berikutnya terasa menyakitkan. Tapi kemudian rasa sakitnya mereda dan saya bisa menyelesaikan balapan,” jelasnya.
Meski kesakitan, Vinales mengaku lebih banyak mendapatkan sisi positifnya daripada sisi negatifnya. “Sisanya tidak buruk. Tentu, saya kurang kuat. Tapi tidak ada masalah dengan kaki atau lengan kanan saya,” ujarnya.

Selain itu Vinales juga mendapatkan tambahan motivasi dari penampilan gemilang dari rekan-rekan KTM-nya. Rekan setimnya Enea Bastianini berhasil naik podium setelah finis ke-3, sementara Pedro Acosta finis ke-4. “Jika yang lain bisa membalap di depan, saya juga bisa. Kami tidak ragu. Melihat mereka di atas sana memotivasi saya. Itu mendorong saya untuk terus bekerja keras dan berjuang melewati rasa sakit,” pungkas ‘Papa Nina’.






