Home MotoGP Gigi Dall’Igna : Yang Penting Menang Bukan Menyapu Bersih

    Gigi Dall’Igna : Yang Penting Menang Bukan Menyapu Bersih

    Gigi DallIgna - Jorge Martin - Pecco Bagnaia
    Gigi DallIgna - Jorge Martin - Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Ducati mendominasi MotoGP selama 3 tahun berturut-turut dan 4 pembalapnya masuk 4 teratas dalam klasemen 2024. Gigi Dall’Igna (General Manajer Ducati Corse) menegaskan, “Yang penting adalah menang, bukan menyapu bersih. Saat menyapu bersih, kita malah menjadi tidak terkenal. Faktanya, menurutku pabrikan lain melihat saya seperti itu dan itu membuat saya merasa buruk. Saya bekerja untuk terus menang, meskipun terkadang kita mungkin sedikit melebih-lebihkan dan menemukan diri kita dalam situasi seperti saat ini.”

    Ducati meraih 53 podium pada 2024 atau 10 kali lebih banyak dari tahun lalu dan memenangkan 19 dari 20 balapan utama musim ini. Hanya Maverick Vinales dari Aprilia (menang di Amerika) yang mencegah Ducati memenangkan setiap grand prix tahun ini.

    “Tetapi target saya bukanlah setiap tahun melampaui tahun sebelumnya tetapi untuk menang, sederhana,” imbuh dal”Igna.

    Gigi Dall’Igna : Yang Penting Menang Bukan Menyapu Bersih

    Gigi Dall’Igna adalah insinyur jenius di balik kebangkitan Ducati. Pengetahuannya tentang aerodinamis memungkinkan pabrikan asal Bologna itu memimpin di depan para pesaingnya. Ducati mengalami keterpurukan selama 15 tahun tanpa gelar dunia MotoGP (terakhir Casey Stoner pada 2017) hingga proyek Desmosedici yang dijalankan Dall’Igna akhirnya sukses pada 2022, dimana Francesco Bagnaia berhasil mengalahkan Fabio Quartararo dari Yamaha. Kemudian Pecco memenangkan gelar dunia dua kali berturut-turut pada 2023, tapi gagal mempertahankannya setelah Jorge Martin (Pramac) berhasil mengalahkannya di final musim MotoGP 2024 di Barcelona.

    Gigi DallIgna - Pecco Bagnaia - Marc Marquez
    Gigi DallIgna – Pecco Bagnaia – Marc Marquez

    Tahun depan keunggulan Ducati akan diuji dengan pengurangan jumlah motor di grid dari 8 menjadi 6, karena tim Pramac lebih memilih bergabung dengan Yamaha. Tak hanya itu, Ducati juga hanya akan menurunkan 3 motor spek pabrikan bukan lagi 4 seperti tahun ini.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Namun, Ducati akan memiliki juara dunia 8 kali Marc Marquez di dalam garasi tim pabrikan bersama Pecco Bagnaia yang digadang-gadang sebagai ‘the dream team’. Sebagai akibatnya, mereka kehilangan pembalap-pembalap berbakat seperti Martin, Enea Bastianini, dan Marco Bezzecchi yang membelot ke pabrikan saingan.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini