Categories: MotoGP

Fabio Quartararo : Lenganku Bermasalah Karena Memaksa Motor Terlalu Keras

RiderTua.com – Di sprint Jerez, Fabio Quartararo start dari posisi ke-23 atau paling buncit di grid, melesat dan langsung menempati posisi ke-11 di lap pertama. Rider Yamaha diuntungkan dengan banyaknya pembalap yang crash sehingga bisa terus merangsek maju ke posisi ke-3. Hanya pemimpin klasemen Jorge Martin (Pramac Ducati) dan rookie Pedro Acosta (GASGAS Tech3) yang finis di depannya. Namun kemudian El Diablo mendapat penalti 8 detik sehingga diturunkan ke posisi ke-5 karena melanggar aturan batas tekanan ban depan.

Gagal podium jelas bikin Quartararo kecewa. Dan ternyata kekecewaan itu juga merembet ke hari Minggu dimana rider pabrikan Yamaha itu hanya mampu P15 tertinggal 32,015 detik dari pemenang Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo) pada balapan utama di GP Spanyol kali ini.

Fabio Quartararo : Lenganku Bermasalah Karena Memaksa Motor Terlalu Keras

Quartararo – Rins

Fabio Quartararo menjelaskan, “Pada hari Sabtu saya mendapat sedikit keberuntungan dan start yang baik. Start saya pada hari Minggu juga bagus, tetapi saya hampir tidak dapat mengambil posisi apa pun dan kesulitan sejak lap pertama dengan cengkeraman pada roda belakang dan membelok.”

Rekan setim Alex Rins (crash di balapan utama) itu menambahkan, “Saya harus melambat di pertengahan balapan karena lenganku bermasalah karena saya harus memaksa motor terlalu keras. Hal ini telah beberapa kali terjadi pada saya tahun ini, namun tidak pernah terjadi pada awal balapan dan tidak pernah sekuat ini. Jika saya merasa nyaman saat mengendarai motor, hal ini akan tidak terjadi dan hanya jika feelingnya tidak cocok. Itu juga salah satu tantangan kami.”

Rider asal Nice Prancis itu menekankan bahwa M1 jauh lebih agresif di Jerez. Dengan motor ini dia tidak pernah bisa bersantai di trek ini. Saat El Diablo melawan Pedro Acosta dan Aleix Espargaro, dia bisa melihat dengan jelas perbedaannya. Ini informasi yang baik untuknya, semoga bisa melakukan perbaikan pada tes hari Senin ini. Jerez adalah salah satu trek terburuk bagi Yamaha karena tikungan adalah kelemahan mereka. Quartararo berharap akan tampil lebih baik di Le Mans mendatang.

Mimi Carrasco

Leave a Comment

Recent Posts

Massimo Rivola : Penampilan Marco Bezzecchi di India Membuatku Terkesan

RiderTua.com - Usai penandatanganan Marco Bezzecchi sebagai pembalap pabrikan Aprilia diumumkan, Massimo Rivola (Direktur Balap Aprilia) merasa lega bisa menghadirkan…

25 June 2024

Francesco Guidotti : Masih Melihat Jack Miller Sebagai Pembalap yang Sangat Antusias

RiderTua.com - Musim 2024 merupakan situasi yang luar biasa bagi Francesco Guidotti yang menjabat sebagai manajer tim KTM MotoGP. Pembalap…

25 June 2024

Dampak Besar Marco Bezzecchi Meninggalkan Tim VR46

RiderTua.com - Meskipun logis, kepindahan Marco Bezzecchi dari tim VR46 Ducati untuk bergabung dengan tim pabrikan Aprilia menciptakan lebih banyak…

25 June 2024

Manajer Fermin Aldeguer : Jika Tahun Depan Gagal ke MotoGP Maka Ducati Harus Membayar Kompensasi dalam Jumlah Besar

RiderTua.com - Sesuai kontrak, Fermin Aldeguer yakin akan naik ke MotoGP dengan Ducati tahun depan. Namun hingga saat ini belum…

25 June 2024

BREAKING! Marco Bezzecchi Resmi Bergabung dengan Tim Pabrikan Aprilia

RiderTua.com - Marco Bezzecchi akan bergabung dengan Jorge Martin di tim pabrikan Aprilia untuk MotoGP musim 2025 dan 2026, menggantikan Maverick…

24 June 2024

CEO Ducati Ingin Semua Pembalap Memakai Ducati

RiderTua.com - Gigi Dall'Igna adalah orang yang bertanggung jawab atas departemen balap Ducati Corse di Borgo Panigale. Tapi Claudio Domenicali…

24 June 2024