RiderTua.com – Mungkin tidak banyak yang menyangka kalau Toyota dan Daihatsu tiba-tiba mengumumkan recall secara serentak di Indonesia. Masalahnya yaitu mereka menarik model LMPV Avanza-Xenia-Veloz dan SUV kompak Rocky-Raize, mobil yang cukup laris di pasarnya. Kini Toyota dan Daihatsu berupaya untuk menangani recall ini di Tanah Air. Sebab model yang disebutkan sebelumnya merupakan model yang cukup laris di kelasnya.
Baca juga: Toyota Umumkan Recall Corolla Cross di Amerika Utara, Kenapa?
Toyota dan Daihatsu Tangani Recall Kelima Mobilnya
Sebelumnya Toyota-Daihatsu direpotkan dengan penanganan kembali sejumlah unit mobilnya setelah ditemukan adanya manipulasi uji tabrak yang dilakukan Daihatsu. Model seperti Yaris Ativ alias Vios, Perodua Axia, sampai Agya model ekspor ke Ekuador harus kembali diperiksa. Tapi sepertinya masalah masih terus menghampiri kedua merek mobil asal Jepang tersebut.
Mereka menemukan masalah ECU airbag pada model seperti Avanza-Xenia-Veloz dan Rocky-Raize. Bagian ini disebut berpotensi tidak dapat berfungsi secara normal, dan tentunya ini bisa membahayakan ketika terjadi tabrakan. Namun airbag yang disebut bermasalah ini tidak ada kaitannya dengan airbag Takata.

Harus Ditangani
Untuk jumlah unit mobil Toyota yang bermasalah masih belum dipastikan, tapi Avanza-Veloz dan Raize yang bermasalah merupakan model produksi bulan Desember 2022-Januari 2023. Sementara untuk mobil Daihatsu Xenia dan Rocky berupa model produksi 15 Desember 2022 sampai 11 Januari 2023. Untuk Xenia yang bermasalah ada 1.095 unit dan Rocky 115 unit.
Kalau diperhatikan, semua model kecuali Veloz merupakan mobil rakitan Daihatsu. Tapi tetap saja, kedua produsen ini harus segera menangani masalah pada mobilnya sebelum terlambat. Konsumen dapat memeriksakan mobilnya ke dealer terdekat, dan jika ditemukan masalahnya, maka komponennya akan diganti dan tidak perlu membayar alias gratis.
Sepertinya Toyota-Daihatsu harus mengurusi masalah pada sejumlah modelnya di tahun ini. Walau beberapa diantaranya berpotensi mengakibatkan masalah lebih buruk lagi.






