Dani Pedrosa Ungkap Penyebab KTM Mengalami Kemunduran di 2021

RiderTua.com – Dani Pedrosa (tes rider MotoGP di Red Bull-KTM) mengikuti balapan MotoGP terakhirnya untuk Repsol-Honda pada 18 November 2018. Itu adalah satu-satunya musim, di mana dia tidak merayakan satu pun kemenangan balap di kelas utama. Oleh karena itu HRC menggantinya dengan Jorge Lorenzo, yang akan membalap bersama Marc Marquez selama 2 tahun pada 2019 dan 2020. Tapi ‘the dream team’ tidak memenuhi ekspektasi, setidaknya di sisi Lorenzo yang mahal. Karena pada 2010, Juara dunia MotoGP 2012 dan 2015 itu tidak memenangkan satu balapan pun, mengalami cedera tulang belakang dalam jangka panjang di Assen dan tidak pernah masuk 10 besar serta mengakhiri karir balapnya lebih awal.

Kata kuncinya adalah dengan berubah-ubahnya ban Michelin mulai tahun 2020-2022, membuat tim ‘panik’ karena merubah paket motor, terutama sasis, suspensi.. Mungkin hal ini juga yang dialami oleh Honda…

Dani Pedrosa Ungkap Penyebab KTM Mengalami Kemunduran di 2021

Kemudian Dani Pedrosa sebenarnya bisa saja membalap untuk satu musim bersama Petronas-Yamaha atau di Kejuaraan Dunia Superbike bersama Kawasaki bersama Jonathan Rea. Namun peluang yang biasa-biasa saja ini, tidak terlalu menarik bagi juara dunia tiga kali (2003: 125 cc, 2004 dan 2005: 250 cc). Karena dia ingin menunjukkan di Kejuaraan Dunia MotoGP bahwa di usia 33 tahun dia jauh dari kesan ketinggalan jaman. Tapi untuk itu, dia pasti membutuhkan kontrak kerja di tim papan atas ternama.

Manajer tim Red Bull-KTM Mike Leitner (bekerja bersama Pedrosa selama 11 tahun hingga akhir 2014 sebagai kepala kru) sangat dekat dengan Pedrosa. Dan secara mengejutkan Pedrosa dipekerjakan KTM sebagai test rider MotoGP untuk 2019, yang ternyata menjadi langkah brilian bagi kedua belah pihak.

Dani Pedrosa
Dani Pedrosa

Pada 18-19 Desember 2018, Dani Pedrosa menunggangi KTM RC16 untuk pertama kalinya di Jerez. Dia kemudian absen hingga pertengahan Juni dengan mengalami dua patah tulang pada tulang selangkanya, tetapi setelah itu motor MotoGP pabrikan asal Austria itu secara bertahap berubah menjadi motor pemenang.

Ada banyak langkah pengembangan penting di KTM sejak 2019. Misalnya, pada November 2019 sasis baru dengan profil aluminium, kemudian pembaruan untuk GP Mugello 2021. Dan langkah pengembangan mengalami kesuksesan lagi dan lagi, juga untuk Aragon 2022. Itu membuat Dani sangat dihormati.

Dibanding Honda, KTM ‘Tim Muda’

“Pertama, saya harus mengatakan bahwa pekerjaan kita tidak pernah mudah dan tidak menjadi lebih mudah. Tim KTM masih sangat muda di MotoGP,” jawab Dani.

Dani menyebutkan bahwa hingga akhir 2018 di Honda dia hanya dihadapkan pada mentalitas ala Jepang. Bekerja dengan Austria benar-benar berbeda? Selama bertahun-tahun, KTM telah mempekerjakan banyak ahli dari Ducati, Aprilia, Suzuki, Repsol-Honda, LCR-Honda dan seterusnya dan terus meningkatkan pengaruhnya.

“Ya, seperti yang saya katakan. Saya bukan satu-satunya yang harus belajar kembali dan membiasakan diri dengan pekerjaan baru. Teknisi KTM dari tim balap juga harus mempelajari bagaimana perilaku motor dan bagaimana perubahan teknis mempengaruhinya. Dan mereka perlu memahami mengapa motor dalam kondisi seperti saat saya tiba,” lanjut rider berusia 37 tahun itu.

Dan terkadang sulit di kelas utama untuk mengambil langkah maju. Kita harus menerima bahwa terkadang kita harus mengambil dua langkah ke depan dan kemudian mundur satu langkah.

Dani menjawab, “Ya, teknisi dari pabrikan dan tim lain telah bergabung dengan kami. Ini adalah strategi yang normal. Ducati juga memperkuat diri dengan insinyur-insinyur baru. Tenaga teknis juga dipertukarkan di Honda dan Yamaha. Ini adalah masalah yang sudah umum.”

Dani Pedrosa belum bisa menunjukkan banyak pengaruh di KTM pada 2019, dia baru bisa benar-benar mengujinya di bulan Juni. Tapi di tahun 2020 KTM benar-benar melejit dengan 2 kemenangan yang ditorehkan Miguel Oliveira dan 1 dengan Brad Binder. Pol Espargaro mengklaim dua pole position dan kehilangan peringkat 3 dengan hanya selisih 4 poin melawan Alex Rins. Pada tahun 2020, 27 kali finis di 10 besar dicapai. Para pengamat mengatakan, itu hanya mungkin terjadi karena KTM melakukan tes lebih awal di Spielberg dan Misano. Dengan cara ini, idealnya motor dapat diadaptasi untuk ban Michelin. Apakah itu benar?

“Saya pikir kami melakukan pramusim yang luar biasa untuk tahun 2020. Kami masih memiliki hak konsesi dan karena itu dapat menguji secara pribadi dengan pembalap reguler. Kami mampu memilih strategi yang baik dan cukup kompetitif sejak awal musim, yang baru berlangsung di Jerez pada Juli lalu. Sayangnya, Pol melakukan beberapa kesalahan di sana-sini yang membuatnya tidak bisa merebut peringkat 3 di Kejuaraan Dunia,” jelas Dani.

Pengaruh Ban Baru Michelin

Kemudian bos perusahaan Stefan Pierer dan CEO Hubert Trunkenpolz mengeluarkan slogan untuk 2021, bahwa KTM harus bertarung memperebutkan gelar MotoGP. “Ya, tapi sayangnya Michelin mengubah konstruksi ban depan dari 2020 menjadi 2021. Kompon menjadi lebih soft. Motor kami dikenal membutuhkan ban depan yang sedikit lebih hard dan lebih kuat. Oleh karena itu kami selalu dapat menggunakan ban depan hard pada tahun 2020, semua orang (lawan) pakai medium,” ujar rider asal Spanyol itu.

Dani menambahkan, “Untuk tahun 2021 dan 2022 situasinya telah berubah. Kami harus menggunakan ban depan yang sama dengan rival kami, jadi kami tidak bisa menyeimbangkan permintaan yang berbeda. Hal ini memaksa kami untuk melakukan lebih banyak pekerjaan pada sasis, termasuk suspensi, sehingga kami dapat menggunakan kompon yang lebih soft ini di bagian depan di semua trek.”

“Ini membuat kami mundur selangkah. Setelah itu kami merenungkan bagaimana kami dapat memenuhi kebutuhan baru dan harus menemukan cara baru. Jadi kami meningkat lagi setelah jatuh,” pungkas Dani Pedrosa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives