Remy Gardner: Salah Menghitung Tekanan Ban

RiderTua.com – GP Thailand adalah tantangan bagi Remy Gardner. Karena rider Tech3 KTM itu belum pernah mengendarai motor MotoGP di Thailand sebelumnya, jadi ini semua tentang membiasakan diri dengan lintasan sepanjang 4,554 km di Buriram. Di kualifikasi, rookie asal Australia itu menempati posisi ke-18 di grid di lintasan kering. Untuk balapan, pembalap berusia 24 tahun itu sudah memperhitungkan penempatan poinnya.

Remy Gardner: Salah Menghitung Tekanan Udara Ban

Namun pada hari Minggu, Sirkuit Internasional Chang diguyur hujan deras yang membuat start balapan ditunda. Dengan penundaan hampir 1 jam, seri ke-17 MotoGP musim 2022 dimulai dalam kondisi yang sangat basah. Gardner start dengan baik dan untuk sementara berada di posisi ke-12. Kemudian pada lap 12 (dari 25 lap), pembalap Tech3 crash di tikungan 1.

“Menyenangkan. Saya sangat menikmati beberapa lap pertama, meskipun menakutkan saat melibas trek lurus karena saya tidak bisa melihat apa-apa. Motornya terasa sangat bagus pada awalnya, tapi saya pikir orang-orang salah menghitung tekanan udara di ban depan, yang menyebabkan tekanan naik,” jelas putra legenda Wayne Gardner itu.

Juara Moto2 2021 itu lalu melanjutkan, “Pada awalnya saya mengatur catatan waktu yang baik, tetapi ketika saya mulai mengalami masalah ini, roda depan terkunci bahkan di trek lurus saat pengereman. Pembalap-pembalap di sekitar saya memberikan lebih banyak tekanan dan kemudian saya jatuh.”

“Kami bisa saja masuk 10 besar dengan feeling itu sejak awal balapan. Sayangnya kami tidak punya pengalaman yang cukup di lintasan basah. Kondisi trek agak gila, beberapa rider takut di trek lurus, seperti (Franco) Morbidelli dan Aleix (Espargaro). Itu benar-benar menakutkan tetapi juga menyenangkan,” kata calon pembalap Kejuaraan Dunia Superbike Yamaha itu dengan kesal.

Menurut Remy, apa yang mungkin terjadi hari itu? “Saya pasti akan masuk 10 besar. Saya merasa sangat kuat dan saya melihat di mana Aleix berakhir pada akhirnya. Pada awalnya tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi seperti itu, tetapi kemudian saya masuk ke balapan dengan lebih baik,” jawab rekan setim Raul Fernandez itu.

“Mudah-mudahan kami bisa menunjukkan apa yang mungkin terjadi di Phillip Island. Hasil yang bagus di akhir akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” pungkas pembalap KTM itu merujuk pada balapan kandangnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: