Aprilia Meminta Maaf Kepada Aleix Espargaro

RiderTua.com – Dua bintang Aprilia tidak bersinar selama akhir pekan race MotoGP di Jepang, di mana Maverick Vinales finis di urutan ke-7, dan Aleix Espargaro ke-16 setelah start dari pit lane akibat masalah elektronik pada motornya. Pemetaan ‘Eco’ membuat motor RS-GP milik pembalap kelahiran Granollers tersebut mengalami masalah motor selama warm-up lap, sehingga memaksanya untuk kembali ke pit dan memakai motor cadangan tanpa konfigurasi ideal untuk balapan dan dengan ban soft, bukan ban medium. Dengan nol poin yang didapat di Twin Ring, Aleix terbang ke Thailand dengan selisih 25 poin di klasemen dari pemimpin, Fabio Quartararo, banyak kepahitan yang didapat di akhir seri Jepang. Sementara Vinales marah jika mengalami masalah serupa, Aleix cenderung ‘memaafkan’..

Saudara tertua dari Pol Espargaro ini memulai balapan dari baris kedua grid dan memiliki kecepatan yang sangat baik untuk membidik podium. Ini bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk melibas habis klasemen dan lebih dekat dengan Quartararo dan Bagnaia, tetapi kesalahan seorang insinyur memperumit perburuan gelar juara MotoGP. “Kami telah membuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkan,” akui Massimo Rivola. “Biasanya, dikatakan kepada mereka untuk selalu melihat ke depan, tetapi mereka harus duduk dan melihat kesalahan yang telah kita buat. Kami semua bisa membuat kesalahan, tetapi kita perlu menerapkan prosedur yang lebih tahan kondisi dan mungkin melakukan hal-hal paling sederhana. Terkadang kami terlalu canggih dalam situasi tertentu. Melihat hasil dari pesaing kami, kita telah kehilangan peluang besar tersebut. Kami tahu apa masalahnya, kami harus membuat prosedur lebih aman dan sekarang kami perlu memotivasi Aleix untuk mencoba menang di Thailand”.

Dengan empat seri yang tersisa, tim Aprilia Racing tidak punya pilihan lain selain fokus untuk podium Buriram. Hasil seri Thailand bisa menjadi penentu atau fatal untuk menjaga harapan juara dunia tetap hidup. Tidak ada yang perlu dikeluhkan tentang pekerjaan tim asal Venesia tersebut, termasuk pembalap utamanya, Aleix, namun kehilangan poin akibat gangguan pada motor sulit untuk dicerna.

“Aleix bisa saja mendapat banyak poin.. Jika saya berada di posisinya, tentu saja saya akan sangat marah. Kamu tidak dapat membuat kesalahan itu jika kamu berjuang untuk meraih gelar juara dunia. Jelas kesalahan itu bisa dimengerti, karena kita semua bisa melakukan kesalahan, tetapi kesalahan tertentu membuatmu kehilangan gelar,” kata Vinales.

Sebagai catatan, Aleix tidak menuduh teknisi timnya yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Ketika dia meminta maaf dengan mengatakan itu adalah kesalahannya, pembalap asal Granollers tersebut memeluknya dengan erat. “Sekarang ini menjadi sulit, tetapi kamu harus mencoba untuk memenangkan balapan. Ini satu-satunya pilihan yang saya miliki. Fabio kini satu balapan di depan saya (25 poin lebih besar) dan ada empat seri yang tersisa. Saya harus menang, di Thailand atau di Australia dan Malaysia. Jika saya tidak menang atau saya tidak selalu naik podium, itu tidak mungkin.”

Pemahaman maksimal bagi setiap anggota tim, tetapi masih banyak kekecewaan yang tersisa untuk kesempatan yang terbuang dalam kunci juara dunia. “Yang paling membuat saya kesal yaitu kehilangan kesempatan untuk menang setelah melihat balapan yang dilakukan orang lain.. Tidak ada waktu untuk menyesalinya, sebab hari Jumat mendatang mereka akan kembali ke lintasan. Saya tidak peduli dengan kejuaraan, saya hanya ingin menang di Thailand. Hanya itu yang ada dalam pikiranku saat ini,” tambah Aleix.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: