Fabio Quartararo: Menyesal, Kami Mengubah Sesuatu Pada Motor Sebelum Balapan

RiderTua.com – Fabio Quartararo mempertahankan keunggulannya di GP Jepang melawan rival kuatnya Pecco Bagnaia (Ducati) yang crash dalam balapan dan Aleix Espargaro (Aprilia) yang hanya finis ke-16. Kini rider Yamaha itu unggul 18 poin atas Pecco. Tapi juara bertahan itu tidak sepenuhnya puas karena hanya mampu finis ke-8 di Motegi dengan hanya 8 poin. Setelah melewati garis finis, pembalap asal Prancis itu kesal karena tidak punya peluang untuk membuat posisi yang lebih baik dari posisi ke-8. Dia menjelaskan dengan sedikit frustrasi, “Dalam situasi ini, setelah apa yang terjadi, lebih baik mencetak 8 poin ketimbang kehilangannya. Tapi itu sedikit membuat frustrasi karena saya bisa bertarung dengan Marc Marquez (finis ke-4) dan Miguel Oliveira (ke-5).

Fabio Quartararo: Menyesal, Kami Mengubah Sesuatu Pada Motor Sebelum Balapan

“Saya kesulitan menyalip karena terjebak di sektor 2 dan 3 tetapi kehilangan waktu di sektor 1. Ini membuat frustrasi karena saya bisa melaju lebih cepat. Kami membuat kesalahan dengan mengubah sesuatu pada motor sebelum balapan. Itu membuat kami lebih lambat,” ungkap pembalap berusia 23 tahun itu menyimpulkan jalannya balapan yang tidak memuaskan.

“Kami menjadi lebih baik pada tekanan ban depan, tapi kali ini bukan tekanannya. Karena perubahan sebelum balapan berdampak negatif, begitu juga dengan pemilihan ban. Kami hanya mencoba ban soft dan medium serta salah menilai itu. Saya pikir pembalap yang mengambil ban belakang hard membuat pilihan yang tepat,” lanjut El Diablo merangkum rantai beberapa faktor yang menyebabkan hasil yang buruk.

Meskipun Quartararo memulai balapan dengan ‘tekanan ban yang lebih sedikit’ karena posisi start ke-9, dia masih mengkritik pabrikan ban Michelin. “Menyalip menjadi lebih sulit. Sebenarnya, kami pikir ban drop di tikungan-7 saat akan menyalip.”

“Tapi saya melihat tidak ada manuver menyalip di sana. Aneh, karena pembalap-pembalap terdahulu selalu menyalip di sana. Saya menghabiskan seluruh balapan di belakang Maverick Vinales (finis ke-7) dan bahkan mencoba untuk menyalip saja tidak bisa. Balapannya tidak menyenangkan,” pungkas rekan setim Franco Morbidelli itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: