Aleix Espargaro: Di Tengah Musim Saya Merasakan Tekanan!

RiderTua.com – ‘Penampakan’ Aleix Espargaro, dulu saat masih terlihat imut, dan sekarang menjadi pembalap reguler paling tua di grid.. Setelah berhasil naik podium dengan finis ke-3 di Aragon, saat ini Aleix tertinggal 17 poin di belakang pemimpin klasemen Fabio Quartararo dengan 5 balapan tersisa. “Bagus kami bisa naik podium lagi. Itu adalah dorongan untuk menambah kepercayaan diri setelah kesulitan di Misano dan Spielberg. Saya senang dengan performanya karena posisi ke-6 di MotoGP di trek yang sulit, tidak mudah hari ini. Oleh karena itu, podium pada akhir pekan di Aragon, dengan dua kali crash, tanpa langsung ke Q2, adalah hasil yang bagus,” ujar rider asal Spanyol yang tinggal di Andorra itu.

Aleix Espargaro: Di Tengah Musim Saya Merasakan Tekanan

Seri ke-16 MotoGP digelar di Motegi, tapi kejuaraan dunia balap motor tidak menyambangi Jepang sejak 2019. Apakah itu membuat Aleix Espargaro khawatir? “Saya tidak terlalu khawatir tentang balapan akhir pekan ini. Kami sudah lama tidak balapan di Motegi, tapi ini adalah trek yang saya suka. Pada akhirnya apa pun bisa terjadi karena cuacanya juga tidak bagus. Kita dapat beradaptasi dengan kondisi. Selain itu, hanya ada satu sesi latihan pada hari Jumat. Ini akan menjadi akhir pekan yang menarik,” jawab peringkat 3 dalam klasemen itu.

Pembalap berusia 33 tahun itu menambahkan, “Motor telah banyak berubah sejak 2019, kami memiliki banyak suku cadang baru pada motor, karkas ban Michelin juga telah berubah. Ini akan menjadi trek yang cukup baru bagi semua orang.”

Apakah Espargaro merasakan tekanan? “Di tengah musim, ketika saya berhasil naik podium di banyak balapan, saya merasakan tekanan yang semakin besar. Saya sadar bahwa saya punya kesempatan untuk memperebutkan gelar ini sampai akhir. Sekarang saya jauh lebih santai. Saya menikmati tahun ini bersama keluarga saya dan pada saat saya balapan. Saya tidak akan pernah melupakan setiap menit tahun ini dalam hidup saya. Itulah mengapa saya bisa santai. Saya tahu saya punya peluang dan saya akan mencoba melakukan hal yang sama seperti yang telah saya lakukan sejak Qatar. Saya ingin membalap dan menikmati tanpa membuat kesalahan,” kata rider kakak Pol Espargaro itu.

Papa si kembar Max dan Mia itu melanjutkan, “Fabio tidak pernah bagus di Aragon, tapi kemudian dia memiliki kecepatan yang sangat kuat. Sayangnya, crash terjadi saat balapan. Ini selalu tentang, bagaimana caranya agar tetap santai dan melihat segala sesuatu sepositif mungkin. Kita harus melihat bagaimana kelanjutannya akhir pekan ini, karena banyak hal yang baru. Kami sudah lama tidak balapan ke sini, kami memiliki jadwal yang berbeda, dan cuaca juga tidak akan mudah ditebak. Saya pikir kita bisa menikmati balapan.”

“Saya tertinggal 17 poin. Jika saya ingin mendapatkan posisi, saya harus mengambil lebih banyak risiko. Saya tidak yakin apakah ini saat yang tepat atau lebih baik menunggu sedikit lebih lama. Saya pikir selama balapan, saya akan mencari tahu apakah ini waktu yang tepat atau tidak. Masih ada 125 poin, hanya 5 balapan, tapi jalan masih panjang,” imbuh pembalap Aprilia itu.

Apakah menurutnya pemenang GP Aragon Enea Bastianini masih berpeluang dalam perburuan gelar meski defisitnya relatif besar? “Dia memiliki motor yang sangat kuat yang memiliki kecepatan tertinggi. Apa pun bisa terjadi di kejuaraan ini. Tentu tidak akan mudah bagi Ducati untuk memahami seperti apa situasinya. Bagaimana mereka harus menghadapinya, karena dia adalah penantang gelar. Pecco, tentu saja lebih dari dia. Tetapi Enea sangat cepat, mengejar 48 poin dalam 5 balapan, itu sangat sulit,” pungkas Aleix Espargaro.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: