Marc Marquez: Saya Pembalap Bukan Teknisi

RiderTua.com – Menjelang balapan akhir pekan di Jepang, pembalap pabrikan Repsol Honda Marc Marquez dan Pol Espargaro mengunjungi markas HRC (Honda Racing Corporation). Kemungkinan pertukaran informasi langsung dengan para insinyur dan pembuat keputusan Jepang sangat berguna di fase sulit yang dialami Honda saat ini di MotoGP. “Sangat penting untuk datang kembali ke Jepang. Kadang hanya melalui email dan telepon, tapi sangat berbeda jika dilakukan langsung secara tatap muka. Penting untuk mengunjungi HRC untuk melihat apa yang mereka lakukan dan untuk memotivasi mereka. Tentu saja kita juga bisa bertemu Presiden dan semua orang penting. Mereka sudah tahu di mana mereka berada dan ke mana mereka ingin pergi. Saya di sini untuk membantu mereka kembali ke puncak,” tegas Marc Marquez di Motegi, Kamis(22/9).

Marc Marquez: Saya Pembalap Bukan Teknisi

“Dalam 2 tahun terakhir, semua pabrikan Jepang mengalami banyak masalah. Semua insinyur dan kru tim asal Jepang tetap berada di Eropa di antara balapan, sulit untuk bekerja dari sana dan memiliki koneksi yang baik ke Jepang. Hal ini masih bisa kita lihat disini. Situasi di Eropa dan di Jepang sangat berbeda saat krisis kesehatan. Ini memiliki dampak yang kuat pada pabrikan Jepang,” kata pembalap berusia 29 tahun itu.

Saat memperkenalkan RC213V tahun ini, ada pembicaraan tentang konsep yang sama sekali baru. Bagaimana Baby Alien bisa melanjutkan jika dia ingin mengesampingkan konsep ini lagi? “Memang benar, kami merasakan hal-hal positif dengan motor yang berbeda, dengan konsep yang berbeda. Tapi saya juga merasa kami sudah mencapai limit di atas motor. Dengan konsep baru ini kami telah banyak berubah. Sekarang kita harus memahami apakah masuk akal untuk melanjutkan ke arah ini atau tidak,” jawab juara dunia 8 kali itu.

“Saya bukan teknisi. Saya pembalap. Saya mengeluh tentang kesalahan atau hal-hal di mana kami kehilangan waktu atau di mana saya merasa perlu memperbaiki diri. Para insinyur perlu memperbaikinya dan tahu ke mana harus pergi. Saya tidak bisa memperbaiki motornya, saya hanya ingin motor yang bekerja dengan baik. Yang cepat, yang dengan motor ini kita bisa mengerem terlambat (late braking) dan berakselerasi dengan baik sama seperti pembalap lainnya,” pungkas Marc Marquez.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: