Maverick Vinales: Start dari Belakang adalah Ujian Mental

Aprilia Racing RiderTua.com – Tepat setahun setelah meraih podium terakhirnya di Yamaha M1, Maverick Vinales berhasil naik podium untuk pertama kalinya di Aprilia RS-GP di TT Belanda-Assen sebelum liburan musim panas. Ini merupakan sebuah peningkatan yang cukup signifikan mengingat setelah pergantian merek pada Agustus tahun lalu, rider berusia 27 tahun itu mengalami kesulitan di awal terutama di lap cepat. “Tentu saja, sebagai pembalap saya tidak suka berada di belakang, tetapi saya telah belajar banyak dari hal ini,” tegas Vinales.

Hal ini mengakibatkan Vinales terpaksa harus start dari posisi belakang. Di paruh pertama musim, dia hanya satu kali start dari baris kedua (tempat ke-5 di grid di Las Termas) tetapi tiga kali start dari baris kedua dari belakang. Dalam 7 balapan lainnya, dia berada di lini tengah (baris ketiga hingga kelima).

Start dari lintasan belakang, seperti berada di hutan. “Tentu saja saya merasa lebih nyaman di atas. Saya belajar banyak dalam balapan di mana saya mengalami kesulitan.”

Pembalap berjuluk Top Gun itu menambahkan, “Saya tidak terbiasa start dari belakang. Dalam karir saya, saya biasanya start di depan karena saya selalu bertarung untuk menjadi yang teratas. Saat itu, ketika saya P21 atau P18, saya belajar bertarung. Dan semua yang telah saya pelajari, sekarang saya masukkan ke babak awal. Tentu saja, sebagai pembalap, saya tidak suka berada di belakang, tapi saya belajar banyak darinya. Itu membuat saya menjadi pembalap yang lebih baik, itu pasti.”

Jadi, apakah pembalap asal Spanyol itu menemukan agresivitas yang dulu sering dia kurangi terutama di tahap-tahap awal? “Tentu. Saya menemukan waktu untuk manuver menyalip, bahkan jika saya tidak memiliki ruang, itu penting. Dan sangat penting untuk memiliki motor cepat di trek lurus. Itu membuat hidup kita lebih mudah. Aprilia sangat cepat dan kami mengerem sangat keras,” imbuhnya sambil tersenyum puas.

“Start dari belakang adalah proses pembelajaran mental. Dulu saya mungkin tidak bisa berbelok di tikungan pertama dan berpikir, ‘Oke, sekarang saya tarik ke luar, lalu ke dalam, lalu ke sana’. Saya dulu selalu start di 3 besar, saya melewati tikungan dan hanya itu. Sekarang saya melihat banyak start sebelum balapan dan berkata pada diri sendiri, ‘Oke, saya akan membalap seperti ini untuk menyalip’. Ini adalah proses yang saya lalui dengan cara ini,” pungkas rekan setim Aleix Espargaro itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page