Yamaha Tertawa Sekaligus Menangis

RiderTua.com – Tertawa sekaligus menangis. Itulah kesimpulan Direktur Tim Monster Energy MotoGP Yamaha Massimo Meregalli mengenai paruh pertama musim ini, melihat performa di 11 balapan pertama pada musim MotoGP 2022. Fabio Quartararo berhasil memimpin klasemen keseluruhan meskipun nirpoin di TT Belanda-Assen. Pembalap asal Prancis itu memenangkan 3 balapan dan meraih 3 podium lagi. Tapi rekan setimnya Franco Morbidelli belum pernah finis lebih tinggi dari posisi ke-7 musim ini (dalam wet race di Mandalika).

Massimo Meregalli: Konsistensi Penting

Lebih Lanjut Massimo Meregalli mengatakan, “Kami melihat kembali paruh pertama musim dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi kami sangat senang. Kami tidak memulai musim seperti yang kami bayangkan, tetapi kami tidak melepaskannya. Kami mampu meningkatkan performa dan hasil. Kami pasti ingin memimpin klasemen selama liburan musim panas. Kami telah mencapai tujuan ini, itu yang sangat penting.”

Tentang Morbidelli, semua orang pasti kecewa dengan performanya. Meski demikian, Yamaha yakin dengan kekuatan murid Valentino Rossi itu. “Ada lebih banyak masalah di sisi lain garasi. Kami mempunyai ekspektasi tinggi dengan Franky. Kami mengenalnya, dia mempunyai kemauan yang sangat besar. Kami yakin bahwa kami akan mampu membawanya ke depan lagi,” tegas manajer asal Italia itu.

“Sejauh ini sorotan kami adalah balapan akhir pekan di Barcelona. Kami memperpanjang kontrak Fabio dan kemudian memenangkan balapan. Tes hari Senin juga luar biasa, yang menghasilkan kemenangan di Sachsenring. Cara dia memenangkan balapan sangat luar biasa,” imbuhnya.

Tapi sejauh ini tidak semuanya berjalan sesuai rencana. “Balapan di Le Mans sulit bagi Fabio. Kami mempunyai ekspektasi yang sama sekali berbeda, tetapi pada akhirnya kami tidak dapat memenuhi ekspektasi kami. Qatar juga tidak bagus. Kami selalu cepat di sana. Itu adalah balapan pertama musim ini, kami ingin balapan dengan bagus seperti dulu. Tapi gagal, yang merupakan salah satu poin terendah tahun ini,” lanjut manajer berusia 51 tahun itu.

“Filosofi Yamaha selalu tidak memulai revolusi. Kami menunjukkan lagi tahun ini bahwa merupakan keuntungan besar untuk memulai setiap balapan dengan banyak informasi dari masa lalu,” tegas Meregalli mejawab kritikan beberapa orang bahwa pengembangan lebih lanjut dari Yamaha M1 tidak cukup signifikan.

“Tentu saja kami mempunyai waktu untuk perbaikan dalam hal top speed. Sayangnya, kami tidak dapat berbuat apa-apa selama musim ini. Kami ingin mencoba beberapa hal untuk Silverstone. Sayangnya, saat ini hanya Fabio yang bisa mengeluarkan semua potensi dari motor,” lanjutnya.

“Kami melihat dari balapan ke balapan. Tujuan dan ekspektasi kita selalu sama. Penting untuk konsisten. Tapi yang terpenting, ini tentang menjadi yang pertama,” pungkas Maregalli.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page