Herve Poncharal: Mugello adalah Titik Terendah Bagi Tech3 KTM

Tech3 KTM Factory Racing RiderTua.com – Pemilik tim Tech3 KTM Herve Poncharal sangat kecewa dengan hasil yang ditorehkan di paruh pertama musim 2022. Sejauh ini, dua rookie MotoGP-nya Remy Gardner dan Raul Fernandez belum menunjukkan performa kuatnya. Tetapi Juara Dunia Moto2 asal Australia itu berhasil menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan sejak tes Barcelona. Sebelum musim bergulir, Poncharal berharap bahwa setelah balapan pembuka di Qatar, Indonesia, Argentina, Texas dan di GP Eropa, para pebalapnya akan bertarung untuk memperebutkan 10 tempat teratas dan mendekati rider Red Bull KTM Brad Binder dan Miguel Oliveira.

Bukan tanpa alasan, karena Gardner dan Fernandez berhasil memenangkan 13 balapan Moto2 bersama pada tahun 2021 dan mengamankan tujuh kemenangan ganda di tim Ajo-KTM. Tapi pendatang baru itu sering crash yang menyebabkan cedera. Selain itu KTM RC16 juga menunjukkan kelemahan yang signifikan tahun ini, terutama di satu lap.

Herve Poncharal: Mugello adalah Titik Terendah Bagi Tech3 KTM

Herve Poncharal dengan tim balap Tech3 miliknya, akan berkompetisi di MotoGP musim 2023 di Pierer Mobility Group dengan merek GASGAS mesin yang diklaim identik dengan RC16. Dalam beberapa pekan terakhir, Herve tidak pernah merahasiakan bahwa dia ingin mempertahankan Remy Gardner. Niat ini juga sejalan dengan rencana Direktur Motorsport KTM Pit Beirer. Dan bahwa Pol Espargaro akan menjadi rekan setimnya di Tech3 bukanlah rahasia lagi.

Ketika manajer Remy Gardner, Paco Sanchez mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa gaji pembalap yang ditawarkan untuk Remy untuk tahun 2023 tidak mencukupi dan kualitas teknisi Tech3 sangat mengecewakan, jelas Poncharal secara pribadi kecewa dan tampak terpukul.

Bagaimanapun, Tech3-KTM berhasil meraih dua kemenangan MotoGP (Spielberg dan Portimao) bersama Oliveira pada 2020. Namun bos asal Prancis itu menahan diri untuk tidak berkomentar.

Herve menjelaskan, “Saya tidak ingin menempatkan diri saya di barisan depan dalam organisasi Pierer Mobility. Saya tidak ingin bertengkar langsung dengan manajer pembalap saya. Saya mengambil kebebasan ini di usia saya. Saya mengabaikan kejadian seperti itu. Itu mungkin akan berbeda 20 atau 25 tahun yang lalu. Sebagian besar kehidupan profesional saya ada di belakang saya. Saya ingin bersenang-senang dan menikmatinya sebanyak mungkin. Saya menikmati apa yang saya lakukan. Dan saya lebih suka bekerja dengan orang-orang yang saya rasa nyaman. Itu sebabnya saya tidak terlibat dalam polemik bodoh yang tidak mengarah ke mana-mana. Saya berkonsentrasi pada pekerjaan saya dan lakukan yang terbaik.”

Kemudian Pit Beirer (Direktur Motorsport KTM) memberi balasan menohok kepada Sanchez dalam sebuah wawancara pada bulan Mei lalu. “Saat ini manajer seperti Paco Sanchez menjadi epidemi terbesar setelah penyakit mematikan,” tegas bos balap KTM itu.

Namun, Poncharal ingin menunjukkan secara objektif bahwa seorang pengacara seperti Paco Sanchez seharusnya punya pengetahuan yang jelas tentang kualitas kepala kru dan insinyur serta pengembangan teknis.

Herve melanjutkan, “Bagaimana seharusnya seorang manajer pembalap menilai teknisi mana yang baik dan mana yang buruk. Bagaimana seharusnya orang luar menilai siapa yang tidak pernah berada di dalam garasi? Atas dasar apa pernyataan seperti itu dibuat? Atas dasar apa kualitas teknisi dinilai? Tapi saya tidak akan ikut campur dalam diskusi ini. Seorang manajer akan selalu membela pembalapnya.”

Poncharal ingin melupakan kemunduran di paruh pertama musim dan meraih sebanyak mungkin kesuksesan dengan dua rookie-nya di 9 balapan MotoGP yang tersisa. Tahun lalu, mereka membuktikan dengan cukup jelas bahwa Remy Gardner dan Raul Fernandez tidak kekurangan keterampilan dan bakat membalapnya.

Tetapi tujuan untuk memenangkan penghargaan Rookie of the Year dengan salah satu dari dua pembalap pada tahun 2022, kelihatannya masih jauh. Karena Marco Bezzecchi telah mengumpulkan 55 poin, Gardner 9, sementara Fernandez hanya 5 poin.

Herve mengatakan, “Sejauh ini, titik terendah kami musim ini adalah Mugello. Karena Remy cukup kuat di Catalunya seminggu kemudian. Dia finis di urutan ke-11, hanya kalah 5,6 detik dari Miguel Oliveira. Itu adalah balapan yang sangat panas, banyak pembalap yang kesulitan. Remy menjadi rookie terbaik.”

“Hari berikutnya kami menjalani tes dengan sangat bagus. Ing. Sebastian Risse dari KTM berada di pit, Remy memberi para insinyur umpan balik yang sangat baik. Catalunya jelas merupakan akhir pekan MotoGP terbaik bagi Remy. Dia jelas meningkat setelah Mugello dan menunjukkan performa yang kuat. Kemudian Raul menunjukkan balapan terbaiknya di Sachsenring. Juga di sesi latihan di Assen, kedua pembalap lebih dekat dengan pembalap KTM Red Bull ketimbang di masa lalu, terkadang hanya kalah 0,3 atau 0,4 detik. Itu cukup bisa diterima. Sekarang kami berada di lini tengah.”

“Dan seperti yang dikatakan manajer tim Red Bull KTM Guidotti usai GP Jerman, kelemahan kami masih di satu lap cepat. Kecepatan balapan tidak terlalu buruk. Kita dapat melihat, itu tidak hanya dengan Brad tetapi juga dengan dua pembalap saya. Di Sachsenring misalnya, Raul mengubah lap balapan lebih cepat ketimbang Bezzecchi, yang finis ke-11 tepat di depannya. Itu menjelaskan banyak hal. Tapi kami selalu start terlalu jauh di belakang di grid.”

“Tetapi di KTM, semua orang yang terlibat sadar bahwa kami harus meningkat dalam satu lap. Pembalap kami harus punya kesempatan untuk memanfaatkan ban belakang soft dengan lebih baik. Sekarang ketika kami menggunakannya, roda depan mulai slip. Itu sebabnya kami hanya meningkat 0,2 detik, sebagian besar lainnya 0,5 detik dan pada saat posisi start sangat penting,” pungkas Herve Poncharal.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page