Massimo Rivola: Rear Ride Height Devices Tidak Berguna!

RiderTua.com – Meski Aleix Espargaro gagal naik podium di Sachsenring, Direktur Balap Aprilia Massimo Rivola tetap senang rider berusia 32 tahun itu berhasil mendulang 13 poin setelah finis ke-4. Tapi ada satu yang bikin Rivola kesal, yaitu Rear Ride Height Devices yang bikin balapan mereka ambyar. Dengan Aleix dan Maverick Vinales di posisi ke-3 dan ke-4, Aprilia masih mampu bertarung sengit di lap 15 dari 30 di GP Jerman. Tetapi kemudian Vinales merosot ke posisi 10 di lap 19 dan sejurus kemudian memarkir Aprilia RS-GP 22 nya di pit. Sementara itu, Aleix turun ke posisi ke-4 hingga mencapai garis finis.

Mengenai perangkat yang bikin pembalapnya gagal finis, Massimo Rivola kesal bukan kepalang. Perangkat ini juga dianggap tidak berguna oleh Suzuki, Yamaha, KTM dan Honda. Dan hanya Ducati yang memasang perangkat ini. Kalau benar hanya Ducati yang bisa memanfaatkan alat temuannya ini maka: Yang meniru tidak berhasil akhirnya marah-marah sendiri ..

Massimo Rivola: Rear Ride Height Devices Tidak Berguna

“Perangkat ini hanya menghabiskan biaya, tidak membawa dampak positif apa pun ke olahraga dan tidak berkontribusi apa pun untuk balapan. Saya jelas berada di pihak KTM dalam masalah ini,” tegas bos asal Italia itu.

BTW, teknisi KTM Ing. Sebastian Risse menggambarkan perangkat ini sebagai teknologi zaman batu. Dan Direktur Motorsport KTM Pit Beirer menjelaskan, “Kami tidak membangun perangkat depan seperti Ducati. Kami lebih suka berkonsentrasi membalap dengan bahan bakar bio 100 persen pada 2026 dan 2027.”

Rivola menambahkan, “Kami tidak ingin menjalani balapan MotoGP dengan perangkat ini. Saya benar-benar kesal dengan sistem ini, masalah ini mengganggu. Namun, hasil setelah balapan ini berjalan cukup baik. Aleix finis di urutan ke-4, meski ban depannya aus setelah dua lap. Tapi hasilnya oke, itu 13 poin yang penting untuk klasemen. Masuk akal kalau dia bertindak cerdik dan memperhatikan klasemen. Tapi saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi pada Maverick. Sangat menyenangkan ketika melihat Maverick benar-benar mampu menunjukkan performa kuatnya lagi.”

Aprilia juga ingin agar Rear Ride Height Devices dilarang sama seperti Front Ride Height Device yang dilarang pada 2023. “Karena itu tidak baik untuk olahraga kami dan juga tidak masuk akal untuk pengembangankannya. Pada dasarnya ini adalah ide yang fantastis, tetapi melakukannya secara mekanis tidak masuk akal. Itu omong kosong. Tapi peraturan tidak mengizinkan kami menggunakan suspensi elektronik. Dan bahkan dengan dia, saya lebih suka jika kita tak menggunakannya di MotoGP karena sistem ini tidak dipasang pada motor produksi,” imbuh Rivola.

Namun, saat ini Rear Ride Height Devices diizinkan dalam peraturan hingga akhir 2026. “Ya, kecuali keenam pabrikan menyetujui larangan itu. Tapi saya ragu Ducati ingin melarang penggunaan sistem ini,” pungkas Rivola.

Related Articles

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page